Anda masih ingat fenomena yang terjadi pada pasar otomotif di penghujung tahun 2003 lalu? Benar, saat itu pasar diguyur dengan duet PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor yang merilis si kembar Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Saat itu, harga yang dibanderol untuk keduanya antara Rp 65 juta – Rp 90 juta. Wajar saja, dalam waktu kurang dari sebulan, inden pembelian sudah mencapai 9000 unit, dan kendaraan baru diantar enam bulan sesudah inden.
Kehadiran si kembar Avanza dan Xenia ini memang fenomenal. Tak sedikit konsumen yang ngotot bakal membayar lunas bila memang barang sudah tersedia. Namun, meski pesanan membludak, pabrik Daihatsu yang memproduksi keduanya tak bisa serta-merta mendongkrak kapasitas produksinya. Pabrikan asal Jepang ini hanya mampu membikin 2.400 unit per bulan untuk Avanza, dan 1.200 unit untuk Xenia.
Tak hanya produk dan pemesanannya saja yang mencengangkan pasar otomotif di tanah air. Lebih dari itu, hadirnya Avanza dan Xenia ini mampu menggebuk pasar city car seperti Suzuki Karimun, Hyundai Atoz, Kia Visto, Chevrolet Spark dan Aveo. Bahkan, harga mobil bekas di kelas Rp 100 jutaan langsung terkoreksi dengan penurunan harga mencapai Rp 10-15 jutaan.
Nah, bila hitungannya tak meleset, fenomena yang sejenis juga diramalkan bakal terulang lagi. Datang dari pabrikan sejenis, si kembar Toyota Rush dan Daihatsu Terios digelindingkan ke paasaran mulai Rabu dan Kamis (13-14/12) ini. Kasak-kusuk kehadiran keduanya pun sudah terdengar lama. Maka, bukan tidak mungkin keduanya akan menciptakan tren sebagai SUV kompak 2007 di kelas medium yang laris manis seperti penjualan Avanza dan Xenia.
Langkah yang ditempuh Toyota maupun Daihatsu dengan merilis kendaraan sejenis untuk yang kedua kalinya ini memang bisa ditebak. Yaitu, mengisi pasar SUV nasional yang besarnya hanya 5% saja. Ceruk yang sempit ini dibaca oleh Toyota dan Daihatsu sebagai sebuah pasar yang menjanjikan. Apalagi, di kelas ini, 4 x 2 SUV adalah segmen terbesar kedua, sehingga menjadi segmen yang penting seiring dengan tren SUV yang kian naik daun. “Kami optimis, dengan Terios dan Rush, pasar SUV Nasional 2007 akan membengkak sekitar 7-8%,” tegas Sudirman MR, VP Director PT Astra Daihatsu Motor.
Sesuai dengan teknologi dan banderol harga yang diangkut, SUV bermain di beberapa level yang berbeda. diantaranya, SUV low class yang bisa dilihat dari Suzuki Katana, SUV medium class seperti Daihatsu Taruna dan Suzuki Escudo, SUV high class seperti Nissan X Trail, Honda CRV dan Ford Escape, dan SUV premium seperti Land Cruisser, Land Rover dan Harrier. Dari semuanya ini, dimana nanti Terios dan Rush menggelinding? Tak lain ada di SUV medium class. ““Dengan dukungan brand Toyota serta value dari Rush itu sendiri, kami yakin mobil ini akan mampu mengisi kekosongan segmen 4×2 medium SUV di tanah air,” tandas Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT TAM.
Rush kerap disebut sebagai pengganti RAV4 milik Toyota, sedangkan Terios adalah produk anyar Daihatsu yang menggantikan Taruna yang sudah tak diproduksi lagi. Toh, pembagian tugas sesuai dengan kelasnya sudah dibagi untuk keduanya. Meskipun sama-sama bermain di ceruk SUV medium, tetapi Rush bertugas melayani kepuasan orang-orang yang berjiwa muda, sedang Terios bagi keluarga. Perbedaan tugas ini yang membuat keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda.
Meski pasar keduanya beda, tapi desain keduanya sama-sama sangar. Desain eksterior Terios maupun Rush memiliki lekuk bodi yang modern, maskulin dan gagah. Coba cermati bagian depan Rush. Front grill persegi, front head lamp jenis projector, ban besar, roof rail, serta kontur yang berotot di bagian belakang. Tampilan yang garang seperti ini juga bisa dilihat di Terios yang memiliki bumper depan yang terlihat galak.
Meski terkesan garang, namun kabinnya tak terkesan sangar dan sumpek. Nah, desain interior Rush dan Terios sedikit berbeda. Rush mampu menampung 5 penumpang, sedangkan Terios menampung 7 penumpang. Eh, jangan keburu ciut nyali dulu. Meski 7 penumpang, tetapi Terios tak sesempit yang Anda bayangkan. Tempat duduk baris ke-2 dilengkapi dengan fitur separate sliding seat dan split double-folding untuk memberikan kemudahan pengaturan tempat duduk dan keluar-masuk ke tempat duduk baris ke-3.
Terios yang dipasarkan di Indonesia ini dirancang berdasarkan model yang telah ada sebelumnya di Jepang dengan nama Daihatsu Be-Go, yang telah diluncurkan pada Januari 2006 dan telah diekspor ke berbagai negara di Asia, Oseania, Eropa, Timur Tengah dan Amerika Selatan. Di Jepang, Terios adalah nama internasional untuk Be-Go. “Nah, nama internasional ini yang kami ambil untuk digunakan di Indonesia,” terang Sudirman. Masuk ke pasar Indonesia, desain Terios pun sedikit berbeda, bodinya 14 cm lebih panjang ketimbang Be-Go.
Selayaknya SUV, dapur pacu yang diangkut Rush dan Terios pun mengutamakan segi performa, yaitu mesin 3SZ-VE 1,5L 16V DOHC VVT-i. Mesin ini dipercaya memberikan performa berkendara yang sangat baik dan efisien bahan bakar. “Perbandingan bahan bakarnya 1:10,” tutur Sudirman. Mesin-mesin ini juga dilengkapi pula dengan catalytic converter, menjadikan Terios memenuhi standar emisi gas buang Euro 2. Dengan investasi untuk pengembangan kapasitas pabrik sebesar US$ 80 juta, si kembar yang bakal diproduksi ADM per 1 Januari 2007 ini memiliki kandungan lokal sebesar 72%, Asean 9% dan Jepang 18%.
Nah, terdongkraknya kapasitas produksi pabriknya di Karawang dari 114 ribu unit per tahun menjadi 150 ribu unit per tahun, adalah tiket emas bagi Daihatsu untuk memproduksi Terios dan memasarkannya ke mancanegara. “Kami sedang dalam tahap pembicaraan dengan prinsipal, Terios atau Rush akan diproduksi di Indonesia dan diekspor ke 72 negara,” ujar Sudirman.
Sayangnya, tak seorangpun belum bisa menebak apakah inden Rush dan Terios akan segila Xenia dan Avanza. “Tidak bisa dibandingkan dengan Avanza dan Xenia. Itu adalah MPV yang pasarnya memang besar di Indonesia, dan ini adalah SUV,” tukas Widyawati, GM Marketing Planning and Customer Relation Division PT Toyota Astra Motor. Itu pula yang menyebabkan Toyota dan Daihatsu akan membuka inden pembelian usai kedua produk ini diluncurkan minggu ini. “Kami akan lihat tren permintaan masyarakat terhadap Rush dan Terios ini seberapa besar. Tetapi, kami harapkan delivery pertama SUV ini pertengahan bulan Januari 2007,” terang Sudirman.
Soal harga, dua SUV ini pun berada di kelas medium. Daihatsu Terios dipatok seharga Rp 130-160 juta untuk tiga varian TS MT, TX MT dan TX AT, serta Toyota Rush dibanderol Rp 155-179 juta untuk varian G M/T, S M/T dan S A/T. Dengan harga yang tak terlalu mencekik ini, ditambah suku bunga yang bakal turun di tahun 2007, Toyota dan Daihatsu yakin penjualan Rush dan Terios bisa mencapai masing-masing 1.000 unit per bulan. “Bahkan kami optimis Rush akan mengawali dominasi Toyota di segmen SUV,” ungkap Johnny.
Selamat datang, si kembar!







