26
Apr
06

say it with flowers!

 mawarr.jpg  yel.jpg  red.jpg 

diam-diam, saya suka bunga bangkai  mawar.

mawar umumnya identik dengan musim jatuh cinta. musim ini ditandai dengan rona merah jambu, semburat jingga di ufuk barat, sulaman rindu, secuil potret di ujung dompet, dan tabungan kasih. banyak orang menjumput mawar di toko bunga, dan memberikan pada pujaan hati. bisa jadi, ini adalah sebuah klaim untuk tanda cinta, tanda kasih yang tulus.

bunga mawar merupakan sejenis tumbuhan berbunga yang sering di tanam sebagai pokok hiasan. tumbuhan berbunga mula muncul pada zaman cretaceous. konon, pokok berbunga pertama adalah angiosperm. bunga mawar adalah satu bunga asing bagi bangsa Melayu dan merupakan satu kebudayaan asing yang baru meninggalkan jejak sejarahnya sendiri di dunia Melayu. bunga ini mempunyai keharuman yang lemah dan tidak sekuat bunga tempatan. bisa jadi, ini membuat bunga mawar tak mendapat banyak saingan. dalam kebudayaan barat, dan kini dalam kebudayaan Melayu, bunga mawar melambangkan bunga cinta.

mawar sebenarnya bukan tanaman tropis. bunga ini berasal dari belahan bumi utara dengan empat musim. di habitat aslinya, mereka beristirahat pada musim dingin dengan merontokkan seluruh daunnya. nah, karena di indonesia tidak ada musim rontok, tanaman harus dipotong setiap empat bulan supaya bunga bisa keluar banyak dan bersamaan. kalau tidak, hasilnya ada yang berbunga ada yang tidak.

bunga mawar memang tak selalu dijual mahal. di sebuah gerai yang menjual bunga mawar, bunga mawar dikemas dalam berbagai bentuk, dan dinamai sesukanya. misalnya bunga a bundle of love, dibanderol dengan harga Rp 350 ribu. a special way, boleh dibawa pulang dengan harga Rp 325 ribu. mawar yang dimodifikasi dengan boneka, dibanderol Rp 285 ribu. jika mawar itu dipadupadankan dengan black forest, maka harganya Rp 375 ribu. mahal? tergantung.

saya tak pernah peduli dengan penamaan mawar. apapun mawarnya, ya tetap mawar. lucunya, di taman bunga nusantara, cianjur, jawa barat, mawar-mawar itu punya sebutan istimewa, ada Dolly Parton, Bing Crosby, Disco, White Lightening, atau Camelot. disini, ada tak kurang 100 varietas mawar dengan lebih dari 1.000 perdu mawar hibrida. kebanyakan hasil okulasi. Hebatnya lagi, semua warna dari unsur pelangi ada, kecuali biru. konon, 70% bunga mawar di taman itu berasal dari Amerika Serikat, sisanya dari Australia. duh, saya jadi pengen punya kebun mawar sendiri.

indahnya bunga mawar saya tangkap saat saya berusia 17 tahun. seorang teman menghadiahi saya potret bunga mawar merah, yang saat itu sedang tumbuh mekar di sekitar asrama. indah. saya sendiri tak ingat persis tulisan apa yang tertera di sana. tak jelas pula, motif apa yang menghiasi hadiah potret bunga mawar itu. eih, bukannya ge-er. hanya saja saat itu saya merasa aneh mendapat kado potret bunga mawar. bukannya lebih baik bunga mawar itu sendiri ketimbang potret bunga mawar?

bunga mawar selalu laris saat hari valentine tiba. bunga yang biasanya dijual Rp 5000 setangkai, terdongkrak hingga Rp 10000. mawar ini sudah dikemas dengan dicopot duri-durinya, dan dibungkus dengan plastik. bersih. segar. penjaja mawar tak hanya di kios dan lapak di kawasan penjual bunga saja, tetapi juga di perempatan jalan, di mall, di rumah sakit. semua orang yang menjadi romantis di hari valentine, banyak menghadiahi pasangannya bunga mawar nan indah. yang masih menguncup, atau yang sudah mekar. sayangnya, saya tak pernah mendapat bunga mawar di hari valentine. hiks.

tak apa. saya justru mendapatkan bunga mawar di hari-hari lainnya. saat sabtu menjemput, saat pipi ini merona merah, saat tanggal bahagia itu datang.

salah satunya, dari tangan milik laki-laki mengulurkan bunga di sore hari. saat itu ulang tahun saya yang ke-25, tahun lalu. seisi kos berteriak, "haaaaaaaaaaaaaaa, romantisnya!"  hallah … bukan, bukan pujaan hati. bukan lelaki yang potretnya saya simpan di dompet saya. dia seorang teman yang dulu pernah menjadi pasangan untuk berbagi. kendati tak lagi menghabiskan gelap di goethe institute, TIM maupun nasi gila di taman situlembang, ia mengejutkan saya dengan bunga mawar merahnya. terimakasih.

momen bunga mawar di hari ulang tahun juga mengingatkan saya pada sahabat yang datang dengan satu buket besar bunga mawar. ya, hanya itu hadiah dari dia, sahabat perempuan satu-satunya dalam hidup saya, untuk saya. saat itu saya berumur … lupa, saya tak ingat persis tahun berapa buket bunga mawar itu. sejurus, saya memindahkannya pada vas bunga.

satu buket bunga mawar juga pernah datang saat cinta membuncah. sudah beberapa tahun silam. lelaki bertubuh jangkung itu mengangkut satu buket mawar merah dari kios bunga mawar. saya menungguinya di VW combi. saya yang dulu buta jakarta, hanya berpikiran bahwa ia tengah membungkus teh botol untuk teman ngobrol di dalam mobil berbentuk roti tawar itu. tapi … tarrrra … rangkaian bunga mawar nan indah membuat senyum saya mengembang, dan mengembang terus.

kemarin, saya membeli setangkai bunga mawar putih di rawabelong. harganya Rp 5000. mawar yang saya beli adalah mawar putih. ya, mawar putih. satu-satunya orang yang menyodorkan mawar putih untuk saya adalah dia, yang kini sudah memendam dirinya di dalam tanah. lelaki dengan mata menyipit saat tertawa itu beberapa kali mengejutkan saya dengan mawar putihnya. tak pernah satu buket. hanya satu tangkai saja. indah. maka, melihat dan membeli bunga mawar putih adalah mengenangnya. mencumbu ingatan tetang dia. inilah kisah cinta mawar putih yang batal menemui ujungnya.

tak jarang, saya membeli beberapa tangkai bunga mawar untuk nyekar ibu. semasa hidupnya, ibu memang tak pernah memamerkan bahwa beliau ini suka bunga mawar. tapi ibu kadang mengeluh agar di rumah itu ada satu-dua vas bunga. —maklum, seisi rumah tak ada yang memperhatikan penting tidaknya vas bunga di rumah— tak ada salahnya kan, bunga yang saya bawa ke makam bukanlah bunga tabur, tetapi bunga mawar.

saya memang pecinta mawar. puluhan kisah tentang bunga mawar, saya dekap.

kisah bunga mawar belum berhenti sampai di sini. ada guyonan jorok soal bunga mawar. hmm, bukan jorok sih, tepatnya memalukan. begini ceritanya. seorang gadis cantik sedang berdiri dalam sebuah bis kota, gadis itu memakai kaos Yukensi dan didaerah tangan bagian atas (dekat bahu) ada sebuah tato bunga mawar . seorang pemuda berkata pada gadis itu, "Mba bunga mawarnya bagus ya?". gadis itu diam saja. tak pantang menyerah, pemuda itu berkata lagi, "Boleh cium bunga mawarnya nggak ?". Gadis itu tetap saja diam. untuk kesekian kalinya Pemuda itu berkata lagi, "Boleh ya mba saya cium mawarnya?". karena dari tadi pemuda itu memohon terus, gadis itu berkata, "Sebelum kamu cium bunga mawar ini, kamu cium dulu akarnya!" sambil mengangkat tangannya keatas dan memperlihatkan bulu ketiaknya yang lebat. hehehe … 


0 Responses to “say it with flowers!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2006
M T W T F S S
    May »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: