29
Apr
06

minus jengkol, petai, pare dan swike

DSCN3353.JPG

anda suka makan? saya juga. mmm, maksut saya, saya suka makan.

bukan lantaran saya menjadi 'pengasuh' rubrik kedai dan resto di majalah dan tabloid tempat saya bekerja, tetapi karena memang saya suka makan. makan apa? makan dimana? makan seharga berapa? wah, panjaang ceritanya.

hingga ibu saya tutup usia, saya masih menangis di pagi hari bila nasi belum matang saat saya bangun tidur. saya memang anak yang terbilang manja. aih, tapi itu cerita lama. biar manja, dalam beberapa hal saya cukup mandiri. saya hanya manja untuk urusan makan memakan saya. tapi, bukan berarti saya pilih-pilih menu makanan. saya hanya manja saat ibu masih hidup, dan nasi belum terhidang di meja saat saya terjaga dari tidur saya. saya akan menangis, dan terus menangis. saya marah, dan terus akan marah. soal lauk untuk sarapan sih tak jadi soal. mau pakai tempe glepung saja, saya oke-oke aja. mau pake emping saja, saya juga doyan. mau pakai gule dan sate babi, apalagi, saya lebih doyan.

menurut silsilah keluarga, saya memang keturunan dari keluarga yang bertubuh tambun, besar, sekal. pokoknya besar deh. salah satu pemicunya adalah kegemaran makan. makan makanan yang berat, yang tanggung dan yang ringan, keluarga saya terbilang bukan keluarga pemilih. makan makanan yang berat tetapi tidak begitu lezat, tak apa. makan makanan yang berat tapi tak begitu murah, juga tak apa. yag penting makan. mau cemilan yang berbumyi seperti kripik tempe atau kripik kentang, kami semua makan. mau cemilan yang basah-asah seperti bolu atau jadah manten, kami juga tak menolak.

intinya adalah makan.

kesenangan memakan dan ketidakmenolakan makanan apapun, terbawa hingga dewasa. saya tidak sulit dalam beradaptasi untuk urusan makan, bila saya ada di tempat yang baru. sayangnya, di sekitar saya tinggal, tak ada kedai yang cukup mumpuni untuk bisa memberi asupan gizi bagi perut saya. hanya warteg. uwh … banyaknya kucing membuat saya tak betah untuk berlama-lama berada di warteg. eih, sekali lagi, sebenernya saya bisa aja makan di tempat yang jorok sekalipun. tetapi, tetap nggak betah kalau dibawah sana banyak yang mengeong.

betapa girang hati saya saat redaktur menugasi saya untuk menulis kedai atau resto. bukan soal makan gratisnya, tetapi pengalaman mengulik dan mencari tahu soal kedai atau resto itu yang menjadi menarik. bertanya, dan bertanya adalah hal yang cukup menyenangkan. kenapa dia bikin sate ambal, kok bukan sate blora? kenapa dia  buka di kawasan yang nggak strategis, padahal umumnya sebuah bisnis dijalankan di tempat yang strategis? kenapa modalnya banyak banget, padahal bikin yang sederhana aja kan bisa? kenapa tempat jorok begini yang datang justru pengendara mobil mewah? kenapa …?

saya makan kambing. saya juga makan sapi. lebih-lebih, saya makan babi. saya makan segala sayuran. tetapi bila disuruh memilih, saya lebih suka sayuran yang diolah segar seperti sop. saya sangat suka telur ceplok setengah matang. kuningnya yang meleleh selalu membuat air liur saya menetes. saya lebih suka makan bandeng presto atau ikan yang durinya besar-besar. soalnya, kalau durinya kecil dan tipis lagi banyak, saya agak repot. saya suka ampela ketimbang ati. saya suka martabak telor. saya minum beer. saya sudah berhenti minum jackd. saya masih terus minum wine. saya senang dengan es teler dan es buah.

karena, intinya adalah makan.

saya pernah makan berpiring pispot. saya tak jijik. kuncinya,hanya membayangkan bahwa itu piring biasa saja. tak soal mau makan di mangkok atau piring biasa. mau makan berlambarkan daun pisang atau daun jati. asalkan, bersih. eh, tetapi jangan sekali-kali sodori saya jengkol, petai, pare dan swike. karena, keempat makanan itu tak ada dalam sejarah makan memakan dalam hidup saya.

anda sudah makan? saya belum.


1 Response to “minus jengkol, petai, pare dan swike”


  1. 1 rini
    May 18, 2006 at 12:14 pm

    bu, masa sih ga suka pete? hahah … atau, jangan2 kamu malu mengungkapinnya disini yaaaaks …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




April 2006
M T W T F S S
    May »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: