04
May
06

musim jatuh cinta telah tiba

broken.jpg

pagi ini saya memetik rona merah dari pipi saya. saya rasa, saya sedang jatuh cinta.

indahnya jatuh cinta. saya sudah hampir lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. rasanya hati ini sudah terlalu beku untuk bisa lumer dengan sebuah senyuman dan tatapan yang sinis. tetapi kali ini tidak. saya justru menantangnya, dan membuncahkan rasa penasaran yang sangat. bila tidak jatuh cinta, setidaknya saya sudah mulai mengedipkan mata untuk laki-laki.

dulu, saya sangat mencintai seorang lelaki pemilik suara yang datar namun bersahaja. sungut amarahnya tak pernah keluar. hanya senyum dan pertanyaan yang membuat saya selalu merasa bersalah bila saya melakukan secuil kesalahan. tetapi, ia hilang ditelan bumi. suaranya padam. baunya menghilang. bayangannya tak pernah lewat lagi dalam hidup saya. dan surabaya selalu membuat saya tersenyum kecil, bila mengingatnya.

saya juga pernah jatuh cinta pada lelaki dalam kerumunan tape recorder dan notes kecil. ia seperti kumbang yang tengah menyesap madu. suaranya yang rendah mengajak saya untuk menyambangi TIM dan mengunyah sebuah film. tangan hagatnya pun menyeka saya dalam gelap dan dingin yang mampir di kulit. BEJ dan segigit dailybread. utan kayu dan rinau hujan di sore hari. janji jumpa di sebuah press conference. sapa hangat lewat selarik pesan pendek. setelah itu, dia hilang digigit malam.

rona merah jambu juga datang di sore hari dengan bunga mawar putihnya. senja sudah menjemput di sabtu yang sepi di pojok jakarta. tawanya hilang seirama penyakit yang menggerogotinya. matanya yang menggaris lenyap sejurus dengan tanah yang menimbunnya. harum bunga itu telah dicuri oleh subuh yang menyeret saya ke bandung. maaf, saya tak bisa menemanimu menutup mata, sayang.

kini sapuan rona merah jambu hinggap di pipi saya. bukan blush on. bukan lipstik yang dioleskan di pipi seperti badut. ini adalah rona merah jambu akibat buncahan rindu dan tabungan kasih. iya, hari ini, saat ini. tak serorangpun yang tahu kecuali pemilik suara nakal yang menyanyikan sebaris lagu pendek, "I know your secretttt …" padanya, bisik-bisik sudah menular dari mulut saya ke telinganya.

kini sapuan rona merah jambu hinggap di pipi saya. saat senja sudah menjemput pada pukul 5 sore. saat malam sudah bersolek di pinggir jakarta. saat binar mata sudah mulai menghunjam dari pemilik mata oriental. saat keberanian tak lagi menyeruak beringas. saat pertemuan itu hanya hadir sekejap. saat tawa dan senyum itu hanya terpicing sedikit.

pinggir pantai kuta, kolong meja, selasar pinggir kantor dan senja pukul lima sore dari starbucks plasa senayan, adalah tempat yang paling indah untuk mengamati musim jatuh cinta dari sudut yang lain. tempat-tempat inilah yang membuat saya menemukan tapak kaki yang tertinggal. betapa hidup dan cinta itu saling bertali-temali dengan erat. perjalanan saya dengan dia, dia, dia, dia, dia, dia … dan dia setidaknya memberikan pelajaran dengan caranya sendiri. masa lalu saya mengajarkan tentang musim jatuh cinta yang berbeda dan tak pernah sama di sepanjang hidup saya.

setiap kali musim jatuh cinta itu datang, serangkaian adegan bergerak dalam ingatan. kecupan tengah hari. senja pukul empat sore. janji temu. foto di sudut meja. selarik pesan "kangen yaaa??". rinai hujan di sore hari. jemputan kangen. makan malam. huhm, mencintai, adalah pelajaran yang diberikan oleh musim ini. 


2 Responses to “musim jatuh cinta telah tiba”


  1. 1 veronika lestari
    May 18, 2006 at 12:03 pm

    musim jatuh cinta adalah musim yang indah, femi. kamu jatuh cinta dengan siapa sih? siapa lelaki bermata oriental itu? wawh … boleh juga kayaknya.

  2. September 15, 2006 at 4:14 am

    ngga bisa bilang apa2 lagi selain melongo meneteskan air liur (*halah, bahasa menjilatnya tercium sudah ya?). non, tulisannya sangat menggugah, harum, dan mengundang selera merenda kebersamaan di sore hari. suer . . . ah, tapi to de poin aja yah. kalo berkenan, bantu bantu kami di http://www.myspace.com/inthro (media amatir, dokumentasi gratisan, ajang narsis atau apapun lah).

    salam semangat,
    musim durian busuk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2006
M T W T F S S
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: