14
May
06

antiklimaks truman capote

icb.jpg in cold blood-truman.jpg truman3.jpg

 truman2.jpg trumans grave.jpg 

”Pernah denger Truman Capote?”

”Udah liat film Capote?”

”Capote … gimana menurut lo?”

Beberapa waktu lalu, nama Truman Capote sempat mampir di telinga saya. Ya, hanya mampir saja. selebihnya tidak. Saat menyambangi pusat pertokoan, saya melihat film dengan judul ’Capote’ dan lelaki berframe-kacamata tebal dan dasi kupu-kupu yang mencekik kemeja putih dan jas hitamnya. Saya melihat, tapi tak membungkusnya.

Kemudian seorang teman lain menyebut-nyebut nama Truman Capote (kembali). Ingatan saya seperti membuka folder usang. Kemudian dia bercerita secuil kisah hidup Truman Capote sebagai wartawan majalah new yorker. Waktu mampir ke glodok, saya sempat bertanya apakah ada film ’Capote’, pada sebuah lapak yang menjual DVD. Dia bilang, habis.

Hingga seorang teman mengingatkan lagi soal Truman Capote, saat kami berbincang di ruang makan. Dua matanya yang menggaris mengabarkan pada saya agar saya memburu Truman Capote lagi. Iya iya, saya pernah dengar, tapi belum berhasil menemukan film itu! Sabar sedikit ya sampai saya ke Glodok dan menjumput film itu untuk disetel di komputer saya.

Hingga hari itu datang. Hari besar. Yang ada di kepala saya adalah Truman Capote dan In Cold Blood-nya. Dulu, dulu sekali, saya pernah mendengar secuil kisah karya Capote ini. dan hari itu … saya mendapatkannya! Bukan, bukan novel nya, tetapi film yang sempat memenangi Boston Society Of Film Critics Award untuk kategori best actor dan Golden Globes Award untuk besr actor, Plus Academy Awards Winner untuk kategori best actor pula.

Hmmh!

Capote … capote … capote …

Film yang disutradarai oleh Bennett Miller ini sangat ringkas dan padat. Lorong penceritaan tak membelok ke kanan dan ke kiri. Sangat terjaga dan to the point pada kasus pembunuhan sebuah keluarga di kawasan pertanian di Kansas. Si sutradara mampu membangun emosi secara perlahan dan sontak membawa penonton untuk masuk menjadi si Capote.

Empat tahun yang sangat berarti dan dilalui oleh seorang Capote sangat ditonjolkan dalam film ini. Tak bercerita soal orientasi seksual Capote yang gay. Tak mengumbar kisah Capote yang menginspirasi kehidupan para penonton lantaran proses hidupnya yang cukup sentimentil. Tak membeberkan alkohol yang membunuhnya perlahan. Pula, tak merewind ingatan soal si kecil Capote dan impiannya yang emosional. Sepele: menuturkan ambisinya untuk menjadi tenar dan memiliki tambang uang dari sebuah perkara besar di Kansas.

Iya, film ini potret hidup seorang penulis tenar saat menggenapi sebuah karya agungnya yang berjudul In Cold Blood. Dalam potret hidup seorang Capote, jiwanya tergerogoti oleh ambisi untuk menyelesaikan novelnya sesempurna mungkin. Ia berhasil memberi ending dalam novel panjangnya, tetapi ia gagal menyelamatkan Perry Smith, tokoh utama dalam novelnya, dari hukuman tiang gantung. Hmmm, ia gagal menyelamatkan Perry, atau tak berniat menyelamatkan Perry?

Film yang dibintangi Philip Seymour Hoffman ini berawal dari peristiwa pembunuhan sadis satu keluarga di Halcomb, Kansas. Peristiwa yang tak sederhana ini mengundang Capote untuk datang dan mengulik kisah pembunuhan itu. Ia dibantu oleh Harper Lee, teman baiknya sekaligus penulis novel terkenal yang sudah difilmkan, To Kill a Mockingbird. Keduanya berkereta ke Kansas untuk mengumpulkan serpihan fakta dan data soal pembunuhan yang dipicu oleh isu adanya uang sebesar US$ 10 ribu di rumah tersebut.

Dengan gaya bicaranya yang persuasif, Capote mengeksploitasi siapa saja yang akan membawanya pada ketenaran dari sebuah karya besar yang bakal ditelorkannya. Dari pejabat kepolisan yang berhasil disogoknya, Ricardo yang diberinya majalah ’sampah’, dan Perry Smith yang tak tahu bahwa Capote tengah ’bekerja’. Bius dari gaya bicara Capote membuat mereka sulit mengelak dari pertanyaan dan pernyataan Capote.

Film ini tampak menelanjangi Capote yang memanfaatkan Perry untuk menjadi sumber inspirasi. Capote membutuhkan Perry untuk mengorek keterangan sebanyak mungkin darinya, terutama saat kejadian pembunuhan itu terjadi. Sebaliknya, Perry mengharapkan Capote untuk menolongnya mengajukan banding atas putusan pengadilan.

Tak tahan dengan putusan naik banding yang berkepanjangan, makna pertemanan Capote pada Perry terbongkar. Perry mengetahui bahwa Capote sudah memulai membuat buku mengenai dirinya dan pembunuhan di Kansas, sementara Capote selalu mengelak bila ditanya soal buku yang tengah digarapnya. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, Capote tak ingin menghentikan buku yang tengah digarapnya. Ia sangat terobsesi karena tidak ada jalan mundur atas apa yang telah dilakukannya ini.

Miller sang sutradara sangat pandai memainkan emosi penonton dalam film ini. Ia tak pernah memberi kesempatan pada penonton untuk menilai secara obyektif soal Perry, soal keluarga di Halcomb, dan Capote. In cold blood, indeed. Finally, "More tears are shed over answered prayers than unanswered ones."

(ps: sesaat setelah menonton film ini, saya membongkar kardus di gudang yang saya bubuhi dengan label ‘red left’. Kardus ini berisi dokumen penting soal pembunuhan massal tanggal 3 maret 1966 di wonosobo. saya ingat betul, saya sangat ingin membuat novel mengenai peristiwa dahsyat yang mampu menaik-turunkan emosi saya enam tahun silam. Hmmm, keinginan itu tak pernah sejalan dengan waktu yang terus tercuri untuk sekolah dan bekerja. Tak buruk bila memulainya sekarang. Jika bukan novel, setidaknya gumam kecil dari perempuan yang punya perhatian besar terhadap peristiwa itu. terima kasih buat kamu … iya, kamu … jangan lihat kanan kiri … iya, betul, kamu sayang … yang sudah menjadi kompor meleduk buat sebuah film yang berjudul Capote)


3 Responses to “antiklimaks truman capote”


  1. 1 noni
    May 18, 2006 at 12:02 pm

    suka dengan capote? baca buku2 capote? coba deh bedah…

  2. 2 wina
    May 24, 2006 at 12:00 am

    femi😉
    capote adalah pribadi yang eksentrik. tapi aku nggak berharap kamu seperti dia ya. bagaimana project buku nya? udah beresan? asal jangan sampe kaya capote aja.

  3. January 11, 2008 at 11:58 pm

    Thanks for information.
    many interesting things
    Celpjefscylc


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2006
M T W T F S S
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: