13
Jun
06

saya perempuan, dan kamu laki-laki

mw4.jpeg  mw2.jpeg  mw1.jpeg

 
waktu saya kecil, saya sempat bertanya sama ayah saya, kenapa ayah memakai celana, dan ibu mengenakan daster. mengapa tidak sebaliknya. saya juga bertanya soal pertumbuhan payudara saya. mengapa di usia akil balik, dada saya membesar, dan teman laki-laki saya tidak. bisa jadi, pertanyaan-pertanyaan saya itu tak ada jawabannya. bila toh ada, penjelasannya sangat panjang. menyangkut konstruksi sosial. menyangkut pemahaman gender. menyangkut kartini dan tidak kartini. menyangkut soal feminin dan maskulin yang perdepatannya tak kunjung reda.

penjelasan ayah saya memang sangat sederhana. yaitu, bahwa memang begitu adanya. begitu hukumnya. satu hal yang mengena di hati saya adalah, ayah tidak pernah melarang saya bermain mobil-mobilan. bahkan mainan pertama yang saya punya adalah mobil-mobilan polisi berwarna merah.

tetapi konsep budaya berbicara lain. terlihat laki-laki lebih sempurna ketimbang perempuan. dalam garis radisinya, perempuan adalah pelengkap laki-laki. budaya yang diusung adalah patriarki. kalau Juliet Mitchell menggambarkan patriarki dalam suatu term psikoanalisis yaitu “the law of the father” yang masuk dalam kebudayaan lewat bahasa atau proses simbolik lainnya. lain lagi menurut Heidi Hartmann , alah seorang feminis sosialis. menurutnya, patriarki adalah relasi hirarkis antara laki-laki dan perempuan dimana laki-laki lebih dominan dan perempuan menempati posisi subordinat. baginya, patriarki adalah suatu relasi hirarkis dan semacam forum solidaritas antar laki-laki yang mempunyai landasan material serta memungkinkan mereka untuk mengontrol perempuan. pemahaman lain datang dari menurut Nancy Chodorow. perbedaan fisik secara sistematis antara laki-laki dan perempuan mendukung laki-laki untuk menolak feminitas dan untuk secara emosional berjarak dari perempuan dan memisahkan laki-laki dan perempuan. Konsekuensi sosialnya adalah laki-laki mendominasi perempuan.

saya jadi ingat dongeng dalam kitab suci yang dulu pernah saya pelajari saat saya belajar sekolah minggu. tuhan memang menciptakan adam duluan ketimbang hawa. hawa diciptakan dari tulang rusuk adam. dalam prjalanan kisah mereka, adam lebih superior karena hawa adalah penyebab kenapa mereka berdua dikeluarkan dari surga.

bukan hanya lingkungan religius saja yang membuat laki-laki lebih superpower ketimbang perempuan. aristoteles juga beranggapan bahwa laki-laki lebih tinggi kedudukannya dari perempuan. menurutnya, secara natural, laki-laki itu superior, dan perempuan itu inferior. hukum yang mengikutinya kemudian ialah yang superior mengatur yang inferior, dan yang inferior harus rela untuk diatur. ada superior dan inferior. pengatur dan yang diatur. jiwa dan tubuh. akal dan nafsu. manusia dan binatang. dengan kata lain, perempuan adalah laki-laki yang impoten. perempuan adalah makhluk yang terdingin dan terlemah di alam.

tradisi patriarki justru sengaja dikonstruksikan, dilembagakan dan disosialisasikan lewat institusi-institusi yang terlibat sehari-hari dalam kehidupan seperti keluarga, sekolah, masyarakat, agama, tempat kerja sampai kebijakan negara. soal ini, Sylvia Walby pernah membuat sebuah teori yang menarik tentang patriarki. Menurutnya, patriarki itu bisa dibedakan menjadi dua: patriarki privat dan patriarki publik. Inti dari teorinya adalah telah terjadi ekspansi wujud patriarki, dari ruang-ruang pribadi dan privat seperti keluarga dan agama ke wilayah yang lebih luas yaitu negara. eksspansi ini menyebabkan patriarki terus menerus berhasil mencengkeram dan mendominasi kehidupan laki-laki dan perempuan.

coba amati teori walby. patriarki privat bermuara pada wilayah rumah tangga, wilayah yang erat dominasinya oleh kaum laki-laki. sejurus dengan hal ini, patriarki publik menempati wilayah-wilayah publik seperti lapangan pekerjaan dan negara. 

bila menggunakan teori walby, rumah adalah tempat dimana sosialisasi awal konstruksi patriarki itu terjadi. orang tua saya, bahkan mungkin orang tua kamu, melakukan “gender” pertama-tama pada saat memberi nama kepada anak-anaknya. Anak laki-laki lazimnya diberi nama: Joko, Andi, Iwan, Budi, dan seterusnya. dan anak perempuan diberi nama: Sita, Wati, Ani, Yuli, Rina, dan lain sebagainya. anak laki-laki belajar untuk menjadi “maskulin”, dan anak perempuan belajar untuk menjadi “feminin” dari hadiah-hadiah yang diberikan oleh ayah-ibu dan teman-teman dekat pada saat ulang tahun. coba tengok, mobil-mobilan untuk anak-anak laki-laki, dan boneka untuk anak perempuan. tak ada anak perempuan yang boleh memanjant pohon atau atap untuk membetulkan plafon yang bocor. yang ada adalah anak perempuan bermain pasaran dan membantu belanja di pasar.

bila tak segaris dengan garis konstruksi sosial yang telah menetapkan bagaimana seharusnya anak laki-laki dan anak perempuan itu bertingkah laku, maka si orang tua dianggap melampaui pakem yang ada.

di sekolah, pelembagaan seperti ini juga tak disadari terjadi. patriarkis. guru sering membikin contoh kalimat, seperti Wati menggoreng krupuk di dapur, Budi bermain layang-laang di halaman rumah. inilah contoh kalimat yang meletakkan dan memberikan peran bagi aki-laki dan perempuan sesuai nilai-nilai kepantasan tertentu yang berlaku di masyarakat. segala sesuatu ada ukurannya. apa yang lazim dan wajar yang dikerjakan oleh anak laki-laki, dan apa yang pantas dilakukan oleh anak perempuan.

seorang teman yang sudah beristri mengkerut bila diajak untuk dugem bareng, untuk jalan-jalan bareng. si teman laki-laki ini rupanya nggak cukup agresif sehingga dilecehkan dengan sebutan 'ikatan suami takut istri'. lhah …

 


1 Response to “saya perempuan, dan kamu laki-laki”


  1. February 3, 2014 at 11:31 am

    Ya…semua yang diceritakan wajar saja, jika ada yang menyimpang berarti ada keganjilan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2006
M T W T F S S
« May   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: