06
Oct
06

Kun fayakun! Abra kadabra! Sim salabim!

Sebuah pesan pendek mampir di telepon seluler milik jurnalis KONTAN. Isinya begini:  Saya mau kirim produk sulap yang belum ada di dunia. Murni kreasi saya. Prospek bisnis sangat cerah. Cuma, belum dibisniskan secara besar-besaran. Pesan yang terselip nada promosi itu datang dari Heri Budijanto, produsen perkakas sulap sekaligus pencipta dua trik sulap. Salah satu trik ciptaannya yang sudah dipatenkan adalah Magic T-shirt. Sedangkan yang lainnya adalah trik yang seperti dimaksudkan dalam pesan pendeknya itu, yaitu Magic Bottle.  

Magic T-shirt yang dipatenkan Heri bulan Maret lalu adalah soal tebak-tebakan angka. Contohnya, bila Anda memikirkan salah satu angka antara 1-100, maka dengan mudah si pemilik kaos ini akan mengetahui angka berapa yang Anda simpan. Kaos yang dijual antara Rp 90-120 ribu ini ternyata mengundang respon yang mengejutkan. Salah satunya datang dari seorang istri pejabat yang barusaja memamerkan kebolehannya di depan beberapa pejabat dari Jepang dengan kaos buatan Heri. Nah, sebagai buah tangan, si istri pejabat itu pun memesan ulang kaos ajaib pada Heri.  

Lain lagi trik Magic Bottle. Disini, Heri mampu menjebloskan batu, bingkai foto, korek api, sebungkus rokok, bahkan semangka, ke dalam sebuah botol. Jika ada yang berminat, Heri membanderolnya Rp 500 ribu-1,5 juta. Temuan Heri ini datang saat situasi ekonomi membelitnya, tahun 1986 silam. Sebagai mahasiswa dan anak kos-kosan, Heri muda harus berpikir keras untuk melipatkan uangnya yang tinggal Rp 2000. Ia pun membeli botol bekas dan mencoba memasukkan barang-barang bervolume itu ke dalam sebuah botol. Merasa berhasil dengan ’tipuan’ yang ia buat, ia pun menjual resep sulap itu seharga Rp 500 di pasar malam. ”Tapi hari ini, sudah ada yang melego hingga Rp 15 juta, tidak lagi saya lepaskan!” ujar Heri.  

Bukannya Heri sombong. Rahasia sulap ini adalah kebanggaan para pesulap. Jika rahasia terbongkar dan tak lagi membuat orang penasaran, tentu namanya bukan sulap. Nah, bila Anda tertarik pada ilmu sulap menyulap, gampang saja. Bukan hanya Heri saja yang membikin aneka perkakas sulap. Sejumlah magic-shop hadir di beberapa kota di Indonesia, misalnya saja di Kuta Bali, Jakarta, Jogja dan Makasar. Selain itu, jejaring di dunia maya juga menyediakan warung perkakas sulap ini. Diantaranya, hendramagic.com, davidsmagic.com, warungsulap.com, dan sulap.com.  

Lucunya, umumnya para pesulap ini berangkat dari kegemarannya mengotak-atik perkakas sulap. Nyaris tak ada yang menempuh jalur formal untuk bisa bermain sulap. Monsta Akur adalah contohnya. Lantaran didorong oleh temannya yang memaksanya agar bisa menyulap, ia pun mau tak mau belajar sulap. ”Lama-lama, ini menjadi bisnis yang menjanjikan!” ungkap Akur. Dalam seminggu, tiga hingga empat kali McDonald menyewanya untuk beratraksi di acara ulang tahun anak-anak.  

Menggali pasar yang sempit 

Kendati sulap sangat asyik dimainkan, tetapi tak semua orang berniat membelanjakan uangnya untuk membeli perkakas sulap. Maklum, tak ada harga recehan di alat tipu-menipu ini. Harga paling murah perkakas sulap ada di kisaran puluhan ribu. Paling mahal, jutaan rupiah. Maka, dalam kondisi ekonomi yang carut-marut begini, hanya orang yang benar-benar naksir pada sulap saja yang bersedia membuang uangnya untuk membeli alat-alat ini.  

Toh, bisnis ini tetap stabil saja kendati dimotori oleh rasa penasaran orang-orang akan rahasia sulap. Misalnya saja etalase kecil yang dibangun Julian di Mall Discovery Bali, mampu mengundang Rp 2 juta dalam 2 jam saja. Atau, gerai hasil kongsian Heri dengan seorang pesulap di Mall Panakkukang Makasar. Dalam tiga bulan, kios perkakas sulap yang dibangun dengan menghabiskan ongkos hingga Rp 10 juta ini sudah balik modal. ”Bisnis alat sulap lebih laku bila menjemput bola,” ujar Heri. Tak heran, Akur bertahan sejak 2003 dengan Levioza Magic Shop di Toko Buku Gramedia, Jogja. 

Keuntungan membuka kios sulap adalah pengunjung bisa mempelajari ilmu sulap ini langsung dari si penjual. Soalnya, buku manual kadang tak cukup mampu menjelaskan aneka trik sulap. Selain itu, penjual pun bisa memajang beragam dagangan mereka yang tak biasa di etalase toko. ”Ada sekitar 200 item di Levioza, dan kami melakukan atraksi sulap disini,” tambah Akur.  

Berbeda dengan Hendra Gunawan. Kendati baru akan membangun toko alat sulap tahun depan, Hendra tak berkecil hati dengan toko maya yang dibangunnya. Situs yang dibangun dengan Rp 110 ribu ini mampu melahap tak kurang dari 15 jenis perkakas sulap setiap bulan. Bahkan, alat sulap bernama Elevator yang mampu membuat tubuh melayang di udara, amblas di pasaran sebanyak 5 unit sebulan. Konon, Hendra sendiri yang membuat perkakas ini. Tentu saja, setelah diadaptasi dari produk sejenis dari luar. ”Keuntungan punya toko maya ialah saya tak punya ready stock!” tandas Hendra. 

Punya atau tidak punya toko, sesungguhnya bukan persoalan yang gawat. Soalnya, menjalankan bisnis alat sulap di dunia maya dan dunia nyata, semua pesulap sama-sama memperbesar pasar yang masih sempit. ”Tetapi, memang yang paling menguntungkan adalah memproduksi alat sendiri, dan membuka toko alat sulap!” ujar Heri.  

Lagipula, untuk stok barang, setiap pesulap ini tak khawatir. Soalnya, setiap pesulap adalah produsen alat sulap. Bila Hendra memproduksi Elevator dan mengklaim mampu mengalahkan Balduci Levitation, King Rising, Zero Gravity, dan I- Levitation, lain lagi yang diproduksi Heri. Ia membuat Magic Book, Magic T-shirt, Magic Ring, Size Surprized, dan Three Card Monte. Magic Book-nya saja sudah terjual 9000 buah.  

Layaknya rantai yang tak pernah putus, diantara sesama pesulap juga saling membeli barang-barang yang mereka produksi. Hendra mengambil beberapa barang yang diproduksi Heri. Heri juga membeli beberapa unit alat sulap dari Akur. Namun, bila ada konsumen yang berniat membeli barang dari Heri dan ternyata tak ada stok lagi, hukum bisnis pun berlaku. Heri nempil atau meminjam barang tersebut dari Akur dengan harga yang sama. ”Saya juga begitu, kalau kehabisan, tinggal telepon pesulap lain yang masih punya stok, sekaligus memintanya untuk mengirimkan ke konsumen,” imbuh Hendra.  

Menurut hitungan diatas kertas, bisnis ini cukup menguntungkan. Misalnya begini. Sebuah produk dibuat oleh Heri dengan ongkos produksi sebesar Rp 20 ribu. Akur membeli dari Heri, dan menjualnya kembali dengan harga Rp 35 ribu. sesuai kesepakatan sesama pesulap, harga untuk end-user atau konsumen antara Rp 90-120 ribu. maka, Akur berhak menjual kepada pesulap lainnya diatas Rp 35 ribu. ”Ada hitungan bisnisnya, tetapi tetap saja pesulap tak boleh merusak pasar dengan menjual barang untuk konssumen dibawah harga yang sudah disepakati pesulap,” jelas Heri.  

Barang andalan Hendra adalah Elevator. Tetapi di situs hendramagic.com ia juga menjual haunted key atau kunci yang mampu bergerak sendiri seiring bayangan tangan seharga Rp 100 ribu dan straight jacket atau trik melepaskan diri dari baju ketat yang terikat seharga Rp 1 juta. Beberapa alat sulap diangkut Hendra dari Jogja hingga Amerika. ”Setiap bulan, saya belanja satu kali, tergantung stok,” ujar Hendra. Menurutnya, jika harus ada barang yang diusung dari luar negeri, setiap pesulap belanja sendiri-sendiri. ”Nggak ada yang importir khusus!” imbuhnya.  

Situs lain, yaitu warungsulap.com menjual Flipper Coin yang dibanderol Rp 175 ribu. Trik ini mengajarkan dua buah koin dilemparkan ke udara akan berubah menjadi satu koin saja. Sedangkan davidsmagic.com yang mengklaim dirinya sebagai situs sulap pertama di Indonesia, juga menjual perkakas sulap impor. Contohnya I Levitation seharga Rp 400 ribu yang memungkinkan tubuh melayang setinggi kira-kira 10 cm dari atas permukaan tanah.  

Bila konsumen bisa langsung membawa pulang alat sulap yang dibeli dari pusat perbelanjaan, lain pula cara belanja di toko maya. Konsumen memesan melalui SMS dengan menuliskan nama, alamat lengkap dengan kode pos, dan barang yang dipesan. Ongkos kirimnya bervariasi, antara gratis untuk pembelian diatas Rp 300 ribu hingga Rp 20 ribu. Setelah mentransfer sejumlah uang, maka paling lama 1- 3 hari barang akan sampai di tangan konsumen.  

Bukan sulap bukan sihir! Berminat menggandakan rupiah Anda? Disini tempatnya! 

 


8 Responses to “Kun fayakun! Abra kadabra! Sim salabim!”


  1. 2 Faiz
    March 6, 2008 at 9:30 am

    Rahasia atau tidak itu hanya masalah waktu. Kalo skrg belum terbuka bagaimana teknik melakukan sebuah sulap, mungkin besok, lusa, dan seterusnya. Ikuti ulasan rahasia-rahasia sulap terbaru di MisteriSulap.com, baik sulap pro maupun yang amatir.

  2. 3 Hery
    July 29, 2008 at 4:22 pm

    Utk masukan aja.. Klo mantra “sim salabim” atau “abrakadabra” itu fiksi.. tapi klo Kun Fayakun itu sangat sakral dan gak bisa disamain dgn “Mantra” tadi.. sebaiknya ke depan lebih hati-hati

  3. 4 zonaboy
    April 9, 2009 at 10:22 am

    semua tu tipu,saya blom pecaya.cba anda2 kasi tau mantra nya baru saya percaya kl udah coba

  4. June 20, 2009 at 10:15 pm

    oKfLT6 vqoamtcsvhbq, [url=http://ubduwzmwviyr.com/]ubduwzmwviyr[/url], [link=http://aszkvrnjwwev.com/]aszkvrnjwwev[/link], http://rlvosxjqkcrx.com/

  5. November 10, 2010 at 2:59 pm

    Making a blanket has by no means been so easy. These no-sew fleece blankets may be made in a short amount of time and necessitate very minimal skills. Measuring, slicing and tying could be just the extent of the talents necessary for this project. Polar fleece is a dense pile fabric that is very soft and yes it offers a good deal of warmth, making it perfect for blanket use. Fortunately polar fleece comes in many colors and a large variety of designs, making it versatile for men, lady and children. Cozy no-sew fleece blankets are ideal for snuggling under whereas watching tv or perusing a book. Maintain an extra no-sew fleece blanket in the motor car for street trips or outside events. Just follow the directions under and you will probably be prepared for the people chilly days to come.

  6. July 19, 2013 at 7:25 am

    Each 2 year well-known consultants in the United States receive more than $8
    billion for their services. Much of this money pays for unclear statistics and badly prepared resource fo review services, government rules & procedure evaluation.

    Our business model concept is focused in safeguarding and improving
    practice. We and our partners undertake a range of areas of activity, including P5F – our own unique system
    of review. We, have greatly experienced and talented managers offer a wide variety of special session services to meet people many needs.

    We provides you with the research and economic frameworks to grow your share of the European market penetration.
    We offer deep support that can help you achieve your business goals through
    consulting on strategic terms, product development, marketing programs and channels for
    distribution.

    A common objective for a statistical research project is to discover causality,
    and in particular to draw a conclusion on the effect
    of changes in the values of predictors or independent variables on
    dependent variables or reactions. There are 2 major types of causal statistical studies: experimental study and observational study.
    In 2 types of studies, the effect of differences of an independent variable (or variables) on the behavior of the dependent variable are
    observed.

  7. November 18, 2013 at 6:18 pm

    I like it when individuals get together and share thoughts.

    Great site, keep it up!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


October 2006
M T W T F S S
« Jun   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: