10
Feb
07

China Mulai Menyiapkan Gurita

Satu generasi silam orang Amerika Serikat (AS) menyambut kemunculan mobil-mobil jepang di negeri mereka dengan marah. Di Detroit, kota terbesar di Negara Bagian Michigan yang menjadi barometer otomotif AS, banyak areal parkir menolak mobil-mobil jepang. Stiker-stiker bertuliskan “Toyota, Datsun, Pearl Harbor” menempel di banyak bumper mobil, mengingatkan rakyat AS bahwa negeri asal mobil-mobil itu pernah membantai kerabat mereka pada Perang Dunia II.

Lepas dari sentimen rasial dan nasionalisme, penolakan mobil made in Jepang oleh rakyat AS tak lepas dari motif ekonomi. Para dealer menjual mobil Jepang dengan harga lebih murah ketimbang mobil bikinan AS. Tak pelak, publik AS pun yakin bahwa setiap muncul lowongan kerja bidang otomotif di Jepang, maka satu pekerja di AS akan terkena PHK. Keyakinan itu memunculkan gelombang proteksi antimobil jepang di banyak wilayah AS selama beberapa dekade.

Pelan-pelan anggapan itu berubah. Apalagi setelah beberapa produsen mobil jepang juga membangun pabrik di Amerika. Pertengahan tahun lalu, penjualan Toyota di Amerika bahkan sudah menduduki posisi tiga besar dengan menguasai pangsa pasar 14,6%. Toyota menyalip produsen mobil Amerika yang jauh lebih tua DaimlerChrysler (13,7%) dan cuma selisih sedikit sekali dengan Ford di posisi kedua yang menguasai porsi 17,4%.

Setelah 30 tahun lewat, kini China agaknya mulai berani menjajal peruntungannya. Mobil china pun mulai masuk AS. Lantas, kira-kira apa sambutan rakyat AS terhadap mobil-mobil itu nanti? Ternyata nasib mereka lebih beruntung. Orang Amerika relatif menyambut mereka dengan lebih terbuka.

Paling tidak gelagat itu sudah tampak dari pameran mobil North American International Auto Show yang ke seratus, di Detroit, Michigan, yang tengah berlangsung. Tersembunyi di bagian basement arena pameran, Hunan Changfeng Motor Co Ltd, salah satu produsen mobil asal China, memamerkan dua SUV mereka. Alih-alih menolak mobil china, para pejabat Michigan menyambut kemunculan satu-satunya produsen mobil china yang berpartisipasi dalam pameran itu dengan senyuman hangat. “Kami ingin para pembuat mobil dari China menanamkan investasi di sini,” kata Gubernur Michigan, Jennifer Granholm. “Kami ingin memastikan ikut mendapat keuntungan dari perdagangan bebas global, bukan hanya menjadi korbannya.”

Mulai menggandeng mitra asing

Pertumbuhan industri mobil di China memang luar biasa. Sepanjang sebelas bulan 2006, China memproduksi 6,56 juta unit mobil. Dari produksi sebanyak itu, sekitar 6,45 juta unit berhasil mereka jual. Itu berarti produksi dan penjualan mobil buatan China meningkat hingga 27,9% dan 24,5%. Dengan kapasitas produksi segede itu dan permintaan pasar lokal yang makin mentok, mobil-mobil dari China mulai berburu garasi di negeri lain.

Sejauh ini industri otomotif di China memang mengandalkan pasar lokal mereka. Setiap kali muncul pengumuman tentang kerjasama antara produsen mobil dari China dengan perusahaan dari negara lain, hampir selalu bisa ditebak kerja bareng itu masih terbatas di bidang teknologi dan permodalan.

Tapi itu dulu. Sejak dua tahun lalu muncul kecenderungan kerjasama yang baru. Beberapa perjanjian kerjasama mulai menyentuh bidang pemasaran di pasar internasional. Setelah sukses menjual lebih dari 200.000 unit mobil, dari sedan Accord dan SUV Odyssey, di pasar China, sejak April 2005 Honda menggandeng partner lokal membangun pabrik di Guangzhou guna memproduksi 50.000 unit Honda Fit yang akan mereka ekspor ke Eropa.

Pada tahun yang sama, pabrik mobil China’s Cherry Automobile meneken kerjasama dengan pengusaha penjualan mobil terkenal asal AS, Malcolm Bricklin. Mereka sepakat untuk mulai menjajakan 250.000 unit mobil buatan Cherry ke pasar AS pada 2007. Baru-baru ini pabrik mobil itu juga meneken kerjasama dengan DaimlerChrysler; Cherry menjadi produsen dan DaimlerChrysler menjadi penjaja di Eropa, AS, dan Kanada.

Kalah 10 tahun dibanding Korea Selatan dan telat 30 tahun ketimbang Jepang tak membuat produsen mobil dari China minder. Industri mobil di China seolah menemukan takdirnya sendiri ketika ingin meramaikan pasar dunia. Di saat pasar global mulai mengkristal seperti sekarang, pabrik-pabrik mobil jepang dengan mudah mendapatkan dukungan teknologi, modal, dan kerjasama pemasaran dari perusahaan-perusahaan kelas dunia yang lain.

Masih terganjal harga, disain, dan keamanan

Namun, bukan berarti mobil china sudah mengantongi kunci pembuka pintu pasar AS dan Eropa. Predikat serbamurah yang melekat pada produk dari China tak serta-merta menempel pada mobil mereka. China memang gudangnya tenaga kerja berupah rendah, tapi harga komponen kendaraan di sana sangat mahal. Bernd Leissner, Presiden Volkswagen Group China, mencatat bahwa ongkos tenaga kerja di China memang cuma 6% dari total ongkos produksi, namun biaya pembelian material di sana mencapai 85%-nya.

Walaupun banyak menggandeng partner dari Eropa dan AS, sejauh ini China masih menjadi net importer komponen, terutama mesin dan transmisi. Padahal, untuk mendapatkan komponen itu produsen mobil di Jepang perlu membayar bea masuk impor sebesar 20% dan biaya pengiriman. Akibatnya, meski upah buruh di China hanya US$ 2 per jam dan di Jepang sampai US$ 22 per jam, Honda mengaku bahwa ongkos produksi Honda Fit di China sama dengan di Jepang. Ongkos produksi Honda Accord di China malah lebih tinggi di Jepang atau AS. Mungkin itu sebabnya kendati ada 1.025 eksportir mobil di China saat ini, lebih dari 600 di antaranya mengekspor mobil kurang dari sepuluh unit per tahun.

Para pengusaha China sendiri memang tak terlalu kebelet untuk segera membanjiri pasar dunia dengan mobil bikinan mereka. Li Jianxin, petinggi Hunan Changfeng Motor yang memajang dua SUV di Detroit pekan ini, berujar enteng bahwa produk mereka baru akan masuk pasar AS dua sampai tiga tahun lagi. Rupanya dia sadar bahwa harga murah bukan satu-satunya faktor bagi mobil China agar bisa mencuil pasar otomotif di Eropa dan AS. Industri mobil China juga butuh waktu untuk bisa memenuhi tuntutan konsumen AS dan Eropa dalam soal desain dan keamanan.

Tapi para analis industri otomotif yakin China tak akan menghabiskan waktu lama untuk memecahkan persoalan ini. Mereka yakin banyaknya pabrik mobil China yang bergandengan tangan dengan mitra Jepang dan Korea yang berpengalaman memproduksi barang bagus dengan harga murah akan membuat persoalan pasokan komponen ini segera teratasi. Saat itu terjadi nanti, desain berselera serta standar keamanan tinggi sesuai tuntutan konsumen mobil AS dan Eropa juga lambat laun akan bisa mereka penuhi.

Ngerem Dulu, Tancap Gas Belakangan

Pemerintah China memandang otomotif sebagai komoditas yang likuid. Konsumen makin gampang membeli dan menjual mobil, termasuk bergonta-ganti merek. Itu sebabnya mereka tak gegabah mendorong industri otomotif China berkiprah di pasar dunia.

Mulai Maret nanti, pemerintah mengharuskan eksportir mobil china harus memiliki lisensi khusus. Untuk mendapatkan lisensi baru tersebut, pengusaha harus memenuhi kualifikasi produksi dan manajemen tertentu. Mereka juga harus menyediakan layanan purnajual dan membuka kantor layanan penjualan dan servis di negara-negara tujuan ekspor. Jika berbagai persyaratan itu tak terpenuhi, izin ekspor akan dicabut atau tak akan keluar bagi eksportir baru.

Niat Pemerintah China untuk mendorong industri otomotif mengejar ketertinggalan memang besar. Menteri Perdagangan China telah memasang target bahwa pada tahun 2016 ekspor mobil dari China harus mencapai nilai sebesar US$ 120 miliar. Itu berarti China harus mendongkrak porsi penjualan mobil china di pasar global dari 0,7% saat ini menjadi 10% pada 2016.

(sumber: No. 19, Tahun XI, 12 Februari 2007, ditulis oleh hasbi maulana)  


3 Responses to “China Mulai Menyiapkan Gurita”


  1. February 16, 2007 at 10:48 am

    Kenapa yah motor china yang tahun 2001-2002 marak sekarang redup. aPakah kalah bersaing, padahal ada segmen tertentu yang selalu menanti.

  2. March 4, 2007 at 12:52 pm

    menurut saya sih, motor china redup karena persaingan alamiah, semisalnya motor itu berkualitas bagus mungkin menjadi berkibar, tidak seperti sekarang , banyak konsumen yang kecewa

  3. March 6, 2007 at 8:13 am

    kebanyakan melanggar IPR pak dosen, makanya jadi seret


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2007
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: