12
Mar
07

Tabur Premi Tebar Janji

Pemilu tahun 2004 silam, partai politik (parpol) menyeser dana dari beberapa meja demi menggalang duit. Dari calon anggota legislatif (caleg) dan para pengusaha.

Cuma itu? Ternyata tidak. Untuk Pemilu 2009 mendatang ada satu kasir lagi yang bisa menjadi andalan. yakni, asuransi. saat ini, parpol sudah mulai melirik dan membanding-bandingkan produk kecelakaan diri yang paling menguntungkan.

Asuransi biasanya memberikan santunan dan biaya perawatan terhadap peserta yang mengalami kecelakaan, cacat tetap, hingga meninggal dunia. “Tren parpol ini belum pernah terjadi pada Pemilu 2004 lalu,” ujar Eddy Berutu, Direktur Eksekutif asosiasi asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Beberapa partai kini mulai “mengkader” perusahaan asuransi. sebut saja, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai amanat Nasional (PAN), Partai kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai keadilan sejahtera (PKS).

Golkar, contohnya. Partai berwarna kuning ini sudah meneken kontrak dengan asuransi Bringin Jiwa sejahtera alias BrIngin Life. Perusahaan asuransi inilah yang membikin kartu tanda anggota (KTA) semua konstituen Golkar. “kTa ini dilengkapi dengan asuransi kecelakaan diri dan ATM,” kata rully Chairul azwar, Wakil sekjen Golkar.

Sayang, BRIngin Life memilih bungkam untuk hal ini. Tapi, sumber KONTAN membisikkan angka 4 juta orang yang mengantongi KTA Golkar. sejumlah itu pula Golkar untuk membeli produk asuransi dari BrIngin Life.

Besarnya premi adalah rp 5.000 per orang per tahun. Jika ada 4 juta orang dengan nilai premi Rp 15.000 untuk proteksi selama tiga tahun, artinya ada sekitar Rp 60 miliar yang diinvestasikan lewat jalur asuransi. “anggota sendiri yang mendanai, bukan partai,” tegas Rully.

Anggap saja hasil asuransi itu 5% setahun, maka pada tahun 2009, duit yang terkumpul di asuransi itu sudah bertambah gendut menjadi rp 66 miliar. Jumlah yang lumayan, kan?

Menargetkan kenaikan premi hingga 35%

Selain BRIinginLife, ada pemain asuransi lain yang menggarap pasar parpol. sebut saja AJB Bumiputera, Jiwasraya, asuransi sinarmas, dan Indolife.

Bumiputera, misalnya, hingga awal tahun ini sudah mengumpulkan premi Rp 1,5 triliun. “Target kami, premi ini bisa naik sekitar 35% dari angka itu,” jelas sampulawa, kepala Divisi asuransi kumpulan AJB Bumiputera.

Salah satu potensi kenaikan premi adalah dari parpol. Wajar. Paling tidak ada tiga partai yang memilih payung Bumiputera. Ketiganya adalah Partai Demokrat, PAN, dan PKS.

Para pengurus dan simpatisan partai itu membeli premi seharga Rp 25.000-Rp 50.000 per tahun, Pertanggungan untuk yang meninggal dunia Rp 5 juta, dan kecelakaan hingga Rp 10 juta. “Jangka waktu rata-rata adalah sampai dengan 2009 atau 5 tahun,” kata sampulawa.

Sementara, PKB belum secara resmi menunjuk Bumiputera untuk mendaftarkan 13 juta orang kadernya. Tapi, ada wilayah yang sudah mengantongi polis Bumiputera. “Tidak ada masalah, karena sistem yang dipakai PKB adalah otonomi daerah,” kata Baharudin Nashori, Bendahara umum PKB. Dus, daerah punya kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Termasuk membeli polis Bumiputera. “kami sedang mengevaluasi untung ruginya menggunakan asuransi kepada seluruh anggota,” kata Baharudin.

Maklum, ia merasa banyak perusahaan asuransi yang tidak mematuhi perjanjian awal. “saat ini banyak perusahaan asuransi yang mendekati PKB untuk membahas hal ini,” ujar Baharudin.

Bagi industri asuransi, simpatisan dan calon anggota legislatif (caleg) terbilang pasar yang lumayan lezat. hitungannya bukan lagi ratusan ribu, tapi jutaan orang, lo. “Itu kan juga pasar kami,” cetus agusdin, General Manager Pemasaran asuransi Takaful keluarga.

Hingga kini, Takaful memang belum melobi satu pun partai. Hanya, “kalau ada peluang, kenapa enggak?” ucapnya.

Hitungan agusdin ini cocok dengan Eddy. Ia mengakui, ruang pertumbuhan asuransi masih sangat terbuka. “Jumlah pemegang polis individual baru sebesar 5,5 juta nasabah atau hanya 3% dari jumlah penduduk,” celetuk Eddy.

Menarik juga melihat langkah perusahaan asuransi merangkul duit parpol.

+++++
Bagi-Bagi Komisi

Kalau parpol berharap tambahan dana, para agen asuransi tentu berharap tambahan penghasilan alias komisi. Mari kita hitung. Ambil contoh Golkar. Dengan premi senilai Rp 60 miliar, agen asuransi berhak menggaet komisi 15%-20% dari nilai premi. Artinya, dia meraup Rp 12 miliar sebagai uang lelah. “Eh, kami masih harus memberi komisi balik pada partai, lo,” celetuk seorang agen asuransi.

Komisi balik adalah bagian komisi agen yang mereka berikan pembeli polis. Besarnya beragam. “Tetapi, kalau dari Rp 12 miliar komisi agen Rp 1 miliar-Rp 2 miliar, itu sudah bagus,” terang si agen yang namanya enggan muncul di mingguan ini.

Angka itu muncul kalau antara si agen dengan partai sudah terjalin relasi yang begitu baik. Kalau tidak, ya paling agen cuma membawa pulang duit Rp 500 juta. Sisanya kembali ke partai, dong? Sayang, BRIngin Life ogah berkomentar mengenai hal ini.


0 Responses to “Tabur Premi Tebar Janji”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: