18
Mar
07

Helm Mahal Buat Bos BUMN

Memang enak jadi pejabat,apalagi di Badan UsahaMilik Negara (BUMN).Sudah gaji gede, eh masih terlindungipula oleh asuransi.Perlindungan itu merupakanaturan dari Menteri Negara BUMNpada tahun 2002 yang mewajibkanadanya asuransi jabatan. Jadi,BUMN-BUMN wajib melindungipara pejabatnya, entah itu paradireksi dan komisaris dengan asuransi.

Premi asuransinya lumayangede, maksimal bisa mencapai25% dari gaji atau honorarium direksi,komisaris dan sekretariskomisaris BUMN per tahun. Namun,premi tersebut hanya berlakuselama yang bersangkutanmenduduki jabatan direksi, komisarisdan sekretaris komisaris.

Begini perhitungannya. Umpamasaja, gaji seorang direkturutama di sebuah BUMN sebesarRp 1,2 miliar setahun. Maka,BUMN yang bersangkutan kudumembayarkan premi asuransi senilai25% dari gaji tersebut atausekitar Rp 300 juta per tahun. Namun,itu tentu baru ilustrasi. realisasinya,“Angka premi asuransipejabat itu bervariasi,” jelas HerrisSimanjuntak, Direktur UtamaAsuransi Jiwasraya.

Jenis perlindungannya jugaberagam. Yang paling utama adalahmemberikan perlindungankalau si pejabat kehilangan jabatansebelum waktunya habis. Inibisa karena sang petinggi meninggaldunia. Bisa juga kalau MennegBUMN melengserkan sebelummasa kerja yang seharusnya ia jalankanhabis. Ada juga asuransipurna jabatan, yang fungsinya sebagaikompensasi pada akhirmasa kerja. Khusus untuk asuransiini, memiliki jangka waktu pertanggunganantara setahun sampailima tahun.

Dan yang lagi ngetren saat iniadalah asuransi jabatan yang disebutdengan Director and OfficerLiability (D&O) Insurance. Inimerupakan produk yang melindungipejabat dari berbagai gugatanyang mungkin bisa muncul selamaia menjabat. Perusahaanpublik sekarang banyak menggunakanasuransi yang terakhir ini.

Premi asuransi D&O bisa dibayarkansetiap tahun. Ingat kan kasusPerusahaan Gas Negara yang direksinyakena denda Rp 5 miliardan harus bayar pakai duit pribadi.Kalau mereka ikut asuransisemacam ini, tentu tak harus pusingmemikirkan dari mana merekaharus bayar denda.Premi asuransi D&O ini bisatunggal alias sekali tempo pembayaranbisa juga tidak. “Tergantungperiodenya, kalau lima tahunumumnya dibayarkan sekaligus,”cetus Herris.

Di Indonesia, ada tiga perusahaanasuransi gede yang menggarappasar ini. Ketiganya adalah BringinLife, Asuransi Jiwasraya danAsuransi Jiwa Bersama (AJB)Bumiputera 1912. Sayang, dariketiga pemain ini, Bringin Lifeenggan bicara kepada KONTAN.

Kapan saja bisa lengserkarena ada jaminan

Pemain nomor wahid yangmenggarap direksi dan pejabatBUMN ini adalah asuransi Bumiputera.Perusahaan asuransi kumpulanini sudah nyebur di bisnisasuransi buat para petinggi ini sejaktahun 1993.

Sampai sekarang, sebanyak 43BUMN yang menjadi pemegangpolis asuransi pejabat keluaranBumiputera. “Kapanpun si pejabatlengser, dia mendapat sejumlahuang untuk melanjutkan hidupnya,”tambah Maryoso Sumaryono,Direktur AJB Bumiputera.

Maryoso benar, sebab biasanyaperusahaan asuransi akan membiakkanduit nasabah ke berbagaikeranjang investasi. Imbal hasilnyaantar 6% sampai 8% setahun.Cakep ya?

Sementara itu, 92 BUMN laintersebar di beberapa perusahaanasuransi. “Malah, pemda, DPR,BUMD konon juga mulai memintajatah asuransi jabatan ini,” bisiksumber KONTAN.

Direksi dan komisaris PT KeretaApi Indonesia, memilih asuransijabatan dari Jiwasraya. Kemudiandireksi dan komisaris PerumPercetakan Uang RI (Peruri) merangkulBringin Life. Sementaraitu, direksi PT Telkom Tbk dan PTBank Danamon, Tbk lebih sukamenggenggam asuransi D&O dariJasindo.

Selain pejabat dan perusahaanasuransi, agen asuransi juga ketibandurian runtuh dari komisi.Tapi, “Perolehan dari premi ituenggak besar kok. Hitungan saya,paling enggak sampai 1%,” ceritaMaryoso.

Itu yang di atas kertas. Seorangagen asuransi yang biasa bergelutdengan asuransi pejabat malahmembisiki KONTAN. Menurutdia, besarnya komisi bisa mencapai15% hingga 20%.

Gede kan? Tapi, para agen jangansenang dulu. Dalam persainganyang ketat begni, tak mungkinmereka mengantongi semuakomisi itu sendirian. Sudah pastiada sebagian yang juga merekakorting untuk atah klien.

Hitungannya begini. Taruh kata,seorang komisaris mesti membayarpremi Rp 1 miliar dengan komisi15%. Karena pembayarannyatunggal atau sekali tempo, makakomisinya sebesar Rp 150 juta.Sebagian komisi itu tentu bisakembali ke perusahaan klien sebagaidiskon khusus.

Diskon khusus macam beginiyang bisa menimbulkan persoalan.Tengok saja hasil temuan BadanPemeriksa Keuangan (BPK)tahun lalu yang menemukan penyimpanganpada asuransi pejabatPT Perkebunan NusantaraVIII (PTPN-VIII). Penyimpanganitu berupa kelebihan pembayaranpremi asuransi purna jabatan sebesarRp 329,57 juta.

Kalau sudah begini, mata parapengawas keuangan pemerintahmemang harus awas.


0 Responses to “Helm Mahal Buat Bos BUMN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: