26
Mar
07

Nikmat Saat Menggesek, Sengsara Kala Rogoh Kocek

Coba, bank mana yang tidak agresif menerbitkan kartu kredit? Sehabis keluar dari kasir di pusat perbelanjaan, pasti ada serombongan tenaga pemasaran dari sejumlah bank yang mendendangkan rayuan sambil menyorongkan aplikasi kartu kredit. Tak hanya itu. Iming-iming yang mereka tawarkan juga beragam. Mulai dari pemutar musik, kemudahan upgrade kartu, bebas iuran tahunan, dan masih banyak lagi. Kalau iman enggak tahan, pasti, deh, semuanya bakal kita sabet begitu saja.

Tawaran kartu kredit boleh saja berdatangan. Tapi, Anda sendirilah sang benteng yang harus bertahan dari serbuan rayuan tersebut. “Rekomendasi dari saya, sebaiknya seseorang memegang kartu kredit tidak lebih dari dua,” kata Yosi Yunasha, CEO Save Consulting. Lebih dari itu, imbuhnya, selama nasabah tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, keuangan bisa menyalakan lampu kuning.

Asal tahu saja, meski perbankan dan lembaga keuangan lain bernafsu memburu nasabah baru, tahun lalu pemakaian alat pembayaran gesek itu cenderung stagnan. Transaksi kartu kredit hanya tumbuh 3,33%, sementara jumlah pemegang kartu naik 26,35%.

Kalau mengintip data yang Bank Indonesia (BI), total transaksi pemakaian kartu kredit sepanjang 2006 mencapai Rp 57,4 triliun. Hanya beti alias beda tipis dengan transaksi tahun 2005 yang sekitar Rp 55,5 triliun. Tapi, bandingkan, dalam sebulan, rata-rata transaksi tunai hanya Rp 255 miliar hingga Rp 300 miliar. Padahal, total nilai pembelanjaan berkisar Rp 4 triliun-Rp 5 triliun sebulan.

Menurut Mohamad Helmi, Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), pertumbuhan rata-rata pemegang kartu kredit di Indonesia sekitar 20% hingga 30% per tahun. Tapi, bank-bank sendiri malah menargetkan kenaikan lebih dari itu.

Hanya, kenaikan tersebut mungkin patut dikoreksi. Soalnya ada kabar angin kalau pembayaran minimal kartu kredit bakal naik dari 10% menjadi 12%. “Naik dari 5% ke 10% saja nasabah sudah bleeding, apalagi bila harus naik lagi menjadi 12%. Semakin banyak nasabah yang berutang,” celetuk Ligwina Poerwo Hananto, CEO Quantum Magna Financial.

Namanya juga pebisnis, tentu saja sang penerbit kartu kredit atau bank tak akan pernah kehabisan akal untuk menjual dagangannya. Beberapa langkah mereka siapkan demi meraup nasabah sebanyak-banyaknya.

GE Money, misalnya, belum lama ini mereposisi kartu goldnya menjadi kartu kredit untuk keluarga. Namanya Family Credit Card. Lewat ganti baju ini GE menginginkan adanya berbagai solusi keuangan keluarga seperti pendidikan dan kesehatan (KONTAN, Minggu I Maret 2007).

Co-branding dongkrak pemegang kartu

Chief Executive Officer (CEO) GE Money Harry Sasongko menargetkan, sebanyak 50.000 keluarga di Indonesia bakal memiliki Family Credit Card ini. Menurutnya, potensi itu ada. Soalnya, para pemegang kartu sudah mengadopsi kenaikan pembayaran minimal sebesar 10%.

“Tahun ini kita harapkan bisnis kartu kredit lebih bergairah. Terlebih dengan banyaknya fitur yang ditawarkan,” jelas Harry. GE yang memiliki lebih dari 1 juta nasabah itu menargetkan dapat mencetak pertumbuhan sebesar 20% alias menambah 300.000 pemegang kartu baru pada tahun ini. Salah satu caranya, ya, lewat Family Credit Card.

Bank Central Asia (BCA) juga tak mau kalah. Belum lama ini bank milik Kelompok Djarum tersebut mengeluarkan kartu cobranding. Dengan 1,3 juta pemegang kartu kredit, BCA merangkul distributor otomotif terbesar di Tanah Air, Astra International, mengeluarkan AstraWorld BCA Card.

Selain memberikan insentif berupa potongan harga hingga 2,5% di bengkel Astra, kartu kredit ini juga sekaligus menjadi tanda keanggotaan bagi anggota Astra- World. “Ini yang pertama kali bagi BCA melakukan co-branding,” tegas Mira Wibowo, Kepala Pemasaran Kartu Kredit BCA.

Kartu AstraWorld BCA bakal menggantikan kartu keanggotaan AstraWorld. Genjotan BCA ini berpeluang menambah jumlah pemegang kartu kreditnya melalui 300.000 anggota AstraWorld yang tercatat hingga akhir 2006. Selain mendapat diskon di bengkelbengkel Astra, uang plastik ini juga bisa digunakan untuk mendapatkan konsultasi perencanaan pembelian kendaraan, konsultasi teknis perawatan mobil, hingga fasilitas emergency roadside assistance (ERA).

Gesitnya BCA menangkap bola lantaran mereka menargetkan kenaikan volume transaksi kartu kredit sebesar 35%. Tahun lalu, BCA membukukan total volume transaksi kartu kredit hingga Rp 21 triliun.

Sementara, bank asing seperti Standard Chartered Bank (Stanchart) ogah menyerah. Total pemegang kartu kredit bank asal Inggris ini hingga akhir tahun lalu mencapai 200.000. Setiap tahun penggunaan kartu kredit di atas 30% dari plafon.

Stanchart mengaku memfokuskan diri kepada nasabah premium, platinum, serta gold. Makanya kuantitas pemegang kartu bukan merupakan hal utama bagi perkembangan bisnis kartu kredit bank ini. “Kami hanya menargetkan 100.000 kartu premium tahun ini,” ujar Lani Darmawan, General Manager Kartu Kredit dan PersonalLoan Standchart Indonesia.

Rico Usthavia Frans, Country Marketing Director Citibank Indonesia, membeberkan kinerja kartu kredit Citibank. Menurutnya, saat ini Citibank memiliki 1,5 juta kartu kredit yang beredar. “Sekarang ini pangsa pasar penggunaan kartu kredit (sales share) kami di sekitar 35%,” tukas Rico. Baik nilai transaksi maupun jumlah kartu kredit Citibank, mengalami kenaikan yang lumayan. “Karena posisi produk kartu kredit Citibank mendukung lifestyle nasabah,” kata Rico.

Citibank saat ini mengimingimingi nasabah anyar melalui Cash Back Card yang memungkinkan nasabah menikmati pengembalian tunai. “Ini tidak dimiliki oleh penerbit lain di Indonesia,” klaim Rico.

Itu sebabnya, Citibank bakal ngotot untuk mencaplok nasabah baru tahun ini. Setidaknya tumbuh sebesar 20%.

Bagai dua sisi pedang, jadi hati-hatilah

Sah dan manusiawi kalau Anda ngiler pada fasilitas dan beragam kemudahan yang bank tawarkan. Tetapi, seperti yang Yosi dan Ligwina bilang, Anda mesti menghitung pengeluaran Anda dengancermat. “Kartu kredit ini seperti dua sisi pedang. Akan mengun- tungkan bila pemakaian benar. Jika tidak, maka akan menjadi bumerang terjerat utang,” kata Yosi. Ligwina malah sibuk berpromosi agar nasabah ini kembali pada pembayaran ala djadoel alias zaman baheula. “Kayak nyokap bokap kita zaman dulu, kalaumampu, baru beli. Kalau enggak bisa bayar, ya jangan utang,” tandasnya.

Pertimbangannya banyak. Coba tengok bunga kartu kredit yang tak kunjung turun. Tingginya pasti bikin kedua bola mata Anda keluar. GE misalnya memejeng bunga 3,5% untuk perbelanjaan dan 4% untuk penarikan tunai.

Adapun BCA mematok bunganya sebesar 3,25%. Sebagai perbandingan saja, kartu kredit Bank Lippo mengutip bunga bunga tarik tunai dan belanja sebesar 2,99% per bulan, Bank BNI 2,55%. Sementara itu, Citibank mengeluarkan bunga antara 3,25% sampai 3,5% per bulan. “Tergantung darijenis kartunya,” jelas Rico.

Stanchart memiliki skema suku bunga yang bervariasi untuk setiap produk. Patokannya sesuai segmen dan adanya penawaran suku bunga khusus untuk nasabah yang memiliki catatan pembayaran baik. “Dengan demikian, nasabah yang baik, aktif, serta loyal akan mendapatkan keuntungan tambahan,” kata Lani. Dengan begitu, Stanchart mematok suku bunga dalam rentang 1,6%-3,4%.

“Bunga bank untuk kartu kredit itu berbeda tipis,” kata Ligwina. Jadi, menurutnya, asal Anda mengelola dengan baik dan benar serta melunasinya di akhir bulan, bunga bukan lagi sebuah masalah.

Yosi juga menjelaskan, biasanya lembaga keuangan dan bank yang memberi bunga rendah lantaran merchant- nya tidak begitu banyak. “Tapi, kalau kartu itu hanya digunakan untuk rutin belanjasaja, enggak ada salahnya memilih bank yang memberi bunga rendah,” katanya.

Kalaupun Anda terpaksa harus punya kartu kredit, sebaiknya simak beberapa tip berikut :

Cari informasi dulu

Anda harus mencari informasi sebanyak mungkin mengenai kartu kredit yang akan dipilih. Mulai dari layanan hingga fasilitas. Pada kartu kredit tertentu terdapat fasilitas asuransi, sehingga ketika si pemegang kartu meninggal dunia, asuransilah yang akan melunasi semua tagihan kartu kredit yang tersisa.

Pilihlah kartu kredit sesuai kebutuhan. Bagi Anda yang tidak pernah berbelanja ke luar negeri bisa memilih kartu kredit bank lokal yang bunganya lebih rendah. Untuk bank lokal, pilihlah bank yang jaringan kartu kreditnya luas dan bisa dipergunakan di tempattempat Anda biasa berbelanja.

Iuran tahunan dan syaratAda beberapa macam kartu kredit. Umumnya disebut dengan silver (klasik), gold, dan platinum. Beda ketiganya dari segi iuran dan fasilitas. Jelas kartu platinum lebih mahal ketimbang klasik. Jangan lupa Anda pelototi pula berbagai persyaratannya.

Biaya bunga

Selama ini konsumen hanya tahu enaknya memakai kartu kredit. Sebaliknya, hanya sedikit pemegang kartu yang memahami bahwa bunga kartu kredit bisa mencekik leher. Yang pertama harus dipahami, bila Anda tidak membayar lunas semua tagihan terakhir kartu kredit setiap bulan, Anda harus membayar bunga. Dan, jangan main- main, bunga atas tagihan ini luar biasa besar. Bank umumnya mengatakan hanya 3% atau 4%. Murah? Sama sekali tidak. Itu adalah bunga per bulan. Kalau disetahunkan, ya kalikan saja dengan 12. Jadi, kalau ada bank yang mengenakan bunga 4%, artinya setahun sudah 48%.

Ada dua macam perhitungan bunga. Pertama, atas dasar tanggal tagihan tercetak. Kedua, atas dasar tanggal transaksi atau tanggal posting, yaitu tanggal ketika merchant (mitra dagang yang ditunjuk penerbit kartu, issuer) mengirim tagihan ke issuer.

Biasanya ada selisih waktu sekitar dua hari antara tanggal posting dan tanggal transaksi. Biasanya penerbit kartu menggunakan tanggal posting atau tanggal transaksi sebagai dasar perhitungan bunga.

Awas! Yang terkena bunga bukan sisa tagihan yang belum Anda bayar atau total tagihan dikurangi tagihan terbayar, lo. Bunga itu dihitung dari jumlah semua transaksi, mulai dari tanggal transaksi atau tanggal posting hingga tanggal tagihan tercetak bulan berikutnya.

Adapun untuk pemakaian kredit yang melewati batas, variasi denda yang dikenakan bank-bank tersebut sangat luas. Maka sebaiknya, pilihlah kartu kredit yang memberikan bunga rendah, tapi memiliki layanan dan fasilitas paling komplet.

Layanan konsumen

Hampir setiap penerbit kartu kredit mempunyai layanan otorisasi 24 jam lewat telepon. Pelayanan ini juga menyediakan petugas pelayanan pelanggan alias customer service offi cer (CSO). Jangan ragu tanyakan berbagai hal ke CSO ini.

Fasilitas dan tip lain

Adanya kemudahan pembayaran, seperti lewat ATM, internet banking, atau mobile banking. Tapi, jangan lupa, kalau bank tempat Anda menabung berbeda dengankartu kredit Anda, maka bakal terkena biaya.

Umumnya bank penerbit kartu kredit memberikan batas bebas bunga sampai dengan 30 hari, bahkan ada yang 45 hari. Pastikan tagihan kartu kredit dibayar lunas sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan begitu Anda bisa berutang tanpa perlu membayar bunga.

Lakukan transaksi sehari setelah tanggal cetak. Sehingga, pembayaran transaksi tersebut baru dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo bulan berikutnya. Paling tidak masa pembayaran kartu kredit Anda menjadi lebih panjang.

Kalaupun terpaksa mencicil, gunakan hanya untuk keperluan yang meningkatkan taraf hidup. Jangan hanya untuk keperluan konsumtif, dong.

Beberapa penerbit kartu kredit menyelenggarakan program reward. Anda bisa menukarkan reward yang dikumpulkan ini dengan iuran tahunan, sehingga bisa memanfaatkan kartu kredit beserta fasilitasnya dengan cumacuma.

Tak perlu panik jika sudah telanjur masuk perangkap utang. Bila total tagihan sudah melebihi kemampuan membayar, hentikan segera penggunaan kartu kredit. Susun jadwal pembayaran sebatas angsuran yang masih mampu ditanggung. Dengan kata lain turunkan angsuran dan perpanjang masa pembayarannya.

Nah, kalau bank agresif menerbitkan kartu kredit, Anda juga harus teliti menentukan pilihan. Jangan sampai kartu kredit ini mencekik leher Anda. Jadi pergunakanlah kartu kredit sebijak mungkin, jangan sampai Anda tercekik bunga tinggi. .

+++++
Makan Gratis Hingga Terbang ke Kandang MU

Salah satu bank yang cukup agresif menawarkan kartu kredit adalah Bank Danamon. Tak tanggung- tanggung, bank ini mengeluarkan kartu co-branding bersama Manchester United, klub sepakbola ternama asal Inggris.

Iming-imingnya: berkunjung ke Red Museum, melihat Manchester United (MU) berlatih dan bertanding di Old Trafford. Kesempatan ini datang setiap bulan untuk dua orang. “Bagi pemegang MU Card, setiap pemegang kartu memiliki kesempatan yang sama,” tegas Mona Rangkuty, Kepala Pemasaran Produk Kartu dan Aliansi Bank Danamon. Menurut Mona, Danamon sudah menerbangkan 4 orang pemenang ke Old Trafford.

Agar dapat terbang ke markas MU, pemegang MU Card cukup melakukan transaksi minimum Rp 100.000. Nantinya, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah transaksi yang memenuhi ketentuan. Hingga saat ini, total pemegang kartu kredit Danamon sekitar 300.000. Sebanyak 75% pemegang kartu kredit Bank Danamon dan sisanya adalah pemegang kartu kredit produk co-branding, seperti pemegang kartu MU, Prudential, dan Infinite.

Kini Bank Danamon terus berupaya menggenjot pemegang kartunya. Belum lama ini, Bank Temasek tersebut mengadakan program makan gratis. Jadi, siapa pun yang melakukan aplikasi MU Card Danamon berhak mendapatkan makan gratis. Program tersebut berlaku mulai pertengahan Maret ini dan berakhir bulan Mei nanti.

Untuk bisa makan gratis, Anda cukup memberikan fotokopi KTP dan kartu kredit bank lain pada petugas Danamon Card Center di lokasi. Jika sudah mengisinya, Anda berhak makan di rekanan Danamon, yakni oodcourt di Electronic City dan Ayam Bakar Mahakam. “Makan gratis tanpa dipungut biaya sepersen pun meski plikasi nantinya ditolak,” kata Irawati Koswara Simm, Kepala Hubungan Masyarakat Bank Danamon.

Sebaliknya, bila diterima, si pengirim tetap dikenakan biaya tahunan berkisar Rp 150.000 hingga Rp 300.000, tergantung dari jenis kartu. Agar calon pemegang kartu dapat makan gratis, Danamon terlebih dulu mengirim e-mail sehari sebelumnya.

Anda berminat?


0 Responses to “Nikmat Saat Menggesek, Sengsara Kala Rogoh Kocek”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: