18
Jun
07

Sandsation: Mengusung Taj Mahal ke Berlin

Tak harus ke India untuk melihat Taj Mahal. Bangunan legendaris dari India ini dinikmati di pelataran stasiun kereta pusat Haupbanhof di Berlin, Jerman, di festival pasir Sandsation.

Hanya saja, Taj Mahal yang dibangun oleh Sudarsan Pattnaik ini mudah lumer. Soalnya, dibikin dari pasir dan air yang awalnya dibangun dengan papan sebagai penyangganya.

Nah, saat proses setengah jadi, papan dicopot dan tersulap menjadi Taj Mahal yang kokoh. “Sebagai perekatnya, untuk finishing nanti di bagian atas dilapisi dengan lem agar tidak meleleh,” katanya.

Sudarsan hanya satu dari 16 pematung dunia yang membikin Taj Mahal di Berlin. Selebihnya, ada yang datang dari Rusia, Belanda, Denmark, Perancis, bahkan dari Jerman sendiri. Para pematung ini membikin beragam bentuk dengan beragam ukuran.

Benoit Dutherage, pematung dari Perancis misalnya. Ia membikin patung bertema ‘Stairway to heaven’. Gundukan pasir setinggi sekitar 3 meter ini membentuk tangga dengan sebuah pintu gerbang dan patung malaikat di pucuknya. Di pintu depan gerbang, terdapat lelaki bertubuh besar yang menghampar.

Pematung lainnya, Tenna Hansen, memilih membentuk pasir dan air menjadi sepasang laki-laki dan perempuan yang saling berpelukan. “Temanya tentang cinta, saya rasa berpelukan menjadi sebuah simbol dari cinta,” terangnya.

Pematung-pematung lainnya ada yang menyulap pasir dan air menyadi bentuk bangunan futuristik, kumpulan belasan kepala manusia, bahkan tikus yang sedang mengerati keju.

Sebagian besar dari pematung ini menggarap patung-patung ini sendirian. Ada juga yang berdua, bahkan dalam kelompok besar dengan jumlah 10 pematung sekaligus.

Patung yang digarap rame-rame ini membentuk istana megah nan menjulang setinggi 10 meter. Setidaknya, 300 ton pasir dikerahkan untuk menggarap istana ini. Dari semua patung, hanya patung istana ini yang terlihat paling menonjol saking tingginya.

Para pematung ini bekerja mulai dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 18.00, bahkan ada yang sampai pukul 22.00. “Kami mulai tanggal 16 Juni lalu, dan Hari Jumat ini harus selesai. Kalau nggak selesai ya seadanya saja,” kata Leena Tempich, pematung dari Jerman.

Rencananya, hasil rekaan para pematung di Sandsation ini akan dipamerkan hingga 29 Juli nanti. Menurut peserta dari Rusia, para pematung ini tidak membayar sepeserpun untuk mengikuti festival ini. Malah, mereka dibayar lantaran mengundang pengunjung. “Besaran bayarannya, rahasia!” katanya. 

Mereka yang datang untuk melihat dari dekat dan menikmati keajaiban pasir dan air ini, bakal dikenai kutipan sebesar 6 Euro per orang. Tapi kalau melihat dari kejauhan saja sih gratis!


0 Responses to “Sandsation: Mengusung Taj Mahal ke Berlin”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2007
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: