16
Aug
07

Bisnis yang Sip untuk Mengintip Posisi

Meski berbasis satelit, teknologi global positioning system (GPS) tidak begitu saja jatuh dari langit. Sahibul kisah, GPS mulai muncul pada tahun 1960-an, saat Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat merasa perlu memiliki sistem navigasi yang akurat.

Lebih dari sekadar akurat, Pentagon — julukan lain Departemen Pertahanan AS — butuh teknologi yang bisa digunakan dalam segala cuaca. Sejak itu, beragam ujicoba mereka lakukan. Akhirnya, pada akhir tahun 1973, Pentagon menyetujui pelaksanaan ujicoba satelit Navstar yang menjadi generasi pertama dari satelit GPS.

Teknologi ini sangat membantu pelacakan suatu benda. Pendeknya, dengan menggunakan teknologi global navigation satellite systems (GNSS), lokasi sebuah benda di mana pun di muka bumi dapat diamati dengan tingkat ketelitian kurang dari 15 meter.

Gegap gempita industri GPS sebenarnya terjadi saat Perang Teluk tahun 1991. Saat itu, Pentagon memesan 10.000 unit GPS dan 3.000 unit perangkat GPS nonmiliter dari Trimble Navigation dan Magellan Systems. Keduanya adalah produsen GPS kakap asal Amrik.

Kemudian, Pemerintah AS meluncurkan American GPS tahun 1994. Masyarakat semakin bisa menikmati asyiknya teknologi tersebut.

Sesungguhnya, hitungan ini terbilang terlambat, mengingat negara adidaya itu berencana mengusung satelit ini pada akhir tahun 1980. Penyebabnya adalah bencana pesawat luar angkasa Challenger di tahun 1986.

Tidak kenal musim, sehari laku puluhan unit

GPS jamak digunakan untuk kelautan, penerbangan, navigasi darat, dan pelacakan kendaraan.

Di darat, GPS berguna untuk mengetahui arah jalan, lokasi suatu tempat, survei di perkebunan, pertambangan, penghitungan lahan, dan di tengah hutan.

Pengusung tetap GPS adalah surveyor, tour leader, hingga petualang.

Beberapa komunitas juga menggunakan GPS, di antaranya Bike to Work. “Selain tahu posisi, pegang GPS itu menambah percaya diri, soalnya jadi tahu manamana,” kata Roy Tendy, teknisi Alatsurvey.com — penjual GPS.

Merek GPS pertama yang masuk ke Indonesia adalah Garmin. Merek ini langsung terpatri di benak masyarakat Indonesia. “Hingga saat ini, merek ini masih mendominasi,” kata Peter Kurniawan, pemilik Toko Karya Teknik di Mega Glodok Kuningan, Jakarta.

Dua merek yang belakangan masuk ke Indonesia, Magellan dan Thales, tak dapat menggoyang Garmin. Ini terbukti ketika KONTAN menyambangi beberapa toko penjual GPS di seantero Jakarta, beberapa distributor menjual lebih banyak Garmin ketimbang Magellan dan Thales.

“Tapi, itu kan soal selera,” timpal Peter. Katanya, si penjual tidak bisa memaksa konsumen memilih Garmin ketimbang Magellan dan Thales. “Peminat Magellan dan Thales tetap ada,” tambah Rudy Eko, pemilik Toko Gemi lang Communicat ion di kawasan Ciledug, Tangerang.

Rudy menghitung, 70% konsumen yang membungkus GPS adalah mereka yang membutuhkan untuk survei. “Sisanya untuk keperluan pribadi,” kata Rudy.

Hitungan yang beti alias beda tipis juga muncul dari Peter. Konsumen yang membeli untuk kebutuhan pribadi, seperti ditaruh di mobil, sebanyak 20%. Selebihnya, toko Peter menjual GPS ke mereka yang bakal melakukan survei.

Untuk kebutuhan survei yang beginian, Magellan dan Thales sebenarnya paling oke. Asal tahu saja, surveyor mengincar akurasi dua merek yang berinduk di Amerika.

“Akurasinya bisa mencapai 1 meter untuk Thales dan 3 meter untuk Magellan,” ujar Peter.

Itu sebabnya, dibanding dengan Garmin, harga Magellan dan Thales juga jauh lebih mahal. Sebagai gambaran saja, harga Thales bisa mencapai belasan juta rupiah. Sedangkan Garmin yang asli produk Taiwan kurang dari Rp 10 juta.

Bukan berarti Garmin tak akurat, lo. Akurasi Garmin antara 5 meter-15 meter. Apalagi, “Untuk varian dan model yang begitu banyak, Garmin jagoannya,” cetus Tri Harianto, teknisi Gemilang Communication.

Distributor GPS ini tak mengenal musim paceklik. Sepanjang tahun ada saja yang membutuhkan GPS untuk keperluan pribadi, kantor, maupun proyek pemerintah. Hitungan KONTAN, mereka bahkan bisa menjual hingga puluhan unit setiap hari.

Kendati kini banyak ponsel yang tertanam teknologi GPS sebagai pesaing tangguhnya, tapi para penjual bisa memastikan bahwa surveyor tetap setia kepada mereka untuk mencari titik koordinat. “Dengan ponsel GPS jadi bagus, orang semakin tahu GPS,” celetuk Peter.


0 Responses to “Bisnis yang Sip untuk Mengintip Posisi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: