22
Aug
07

Modalnya Recehan, Semoga Hasilnya Gepokan

Kendati bursa anjlok, namun pamor reksadana tidaklah surut. Total dana kelolaan reksadana tetap meningkat. Meski sempat turun dikit, kini dana kelolaan reksadana sudah sebesar Rp 72-an triliun.

Memang, stereknya dana kelolaan itu lantaran bunga tabungan dan deposito bank terus loyo. Paling banter bunga tabungan kini 7%, sedangkan tabungan 4%-an. Itu pun masih kena potong pajak sebesar 20%, makin loyo kan? Maka, banyak nasabah yang memilih kabur dari bank dan pindah ke instrumen lain, salah satunya ya reksadana.

Bagai rebutan pacar, perbankan pun tak tinggal diam. Mereka ingin merebut kembali duit-duit yang sempat hengkang tersebut. Kelesuan masyarakat ini justru menjadi cambuk bagi perbankan untuk membanjiri mereka dengan produk-produk anyar.

Bank Permata dan Bank UOB Buana misalnya cukup jeli melihat sebuah peluang. Belum lama ini, kedua bank ini menggelontori nasabah mereka dengan produk baru yang mengawinkan reksadana dengan tabungan maupun deposito.

“Deposito sih pasti aman karena dijamin, tapi return atau tingkat pengembaliannya lebih kecil ketimbang reksadana,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Permata Sandy T. Muliana.

Itu sebabnya belum lama ini Bank Permata membikin produk Spend & Save. Mereka mengklaim, ini merupakan produk pertama di Indonesia yang memadukan tabungan dan reksadana.

Adapun UOB Buana memunculkan produk Twin Invest. “Produk ini merupakan campuran antara reksadana Schroders dan deposito berjangka UOB,” kata Direktur UOB Buana Pardi Kendy. Komposisi keduanya merata, yaitu 50%-50%.

Modalnya mini berharap hasil maksi

Bisa jadi, selama ini Anda sangat ingin menjajal instrumen reksadana ini. Hanya, brankas Anda setipis kertas faks, untuk memodali reksadana yang bisa bernilai puluhan juta bahkan ratusan juta.

Nah, kali ini Anda bisa mencoba. Tak harus ratusan juta, hanya dengan Rp 500.000 per bulan selama setahun, Anda sudah bisa membeli produk Spend & Save. Kalau Anda rada tajir, bungkuslah Twin Invest dengan duit Rp 50 juta saja. Dengan modal yang segini kecilnya, siapa yang tega menolak? “Kalau Anda sudah kenal dengan reksadana, Anda pasti bisa bermain dengan lincah di kedua produk ini,” kata Mike Rini, CEO Mike Rini & Associates Financial Consulting-sebuah perusahaan perencana keuangan.

Bank Permata dan bank UOB Buana adalah dua dari dua puluh tujuh bank yang terdaftar sebagai agen resmi efek reksadana. Dus, Anda tidak perlu meragukan lagi produk pilihan yang mereka jual.

Kendati begitu, mari kita cermati Spend & Save yang baru dirilis awal Agustus ini. Niatnya, produk ini dibikin untuk memberikan pilihan pada nasabah. Lebih dari itu, “Kami ingin memberikan produk reksadana yang kami bundel dengan tabungan,” kata Sandy.

Setiap bulan, Anda sebagai nasabah hanya menyetorkan Rp 500.000. Duit ini wajib Anda endapkan selama setahun. Dus, selama 12 bulan berturut-turut, Bank Permata otomatis akan mendebet rekening Anda.

Skema itu terlihat biasa? Eh, tunggu dulu. Istimewanya, bila Anda membeli produk Spend & Save ini, Anda akan mendapatkan reward setiap kali belanja menggunakan kartu debet Bank Permata. Nilainya 2% dari jumlah belanja Anda.

Reward itu akan masuk dalam tabungan dan terakumulasi dalam investasi Anda. Kalau dana Anda mengendap begitu saja, reward untuk Anda sebesar 0,5%. Gurih, ya!

“Inilah uniknya Spend & Save. Nasabah bisa mulai memiliki reksadana dengan dana yang terjangkau,” jelas Sandy. Produk Bank Permata ini bekerjasama dengan Fortis Investments yang memiliki dana kelolaan sekitar Rp 9 triliun per Juni lalu. Oh, ya, produk Fortis itu adalah Fortis Equitra-reksadana campuran.

Berapa return-nya? Berdasarkan pengalaman finansial yang ada, jenis reksadana ini memberi imbal balik sebesar 50%. “Jangan lupa, nilai aktiva bersih bersih selalu bersandar pada nilai historikal, itu bukan angka jaminan,” tambah Sandy. Artinya risiko duit Anda berkurang tetap ada.

Sekarang mari kita lirik produk Twin Invest milik Bank UOB Buana sedikit berbeda. Produk ini memungkinkan nasabah menempatkan dana yang bersamaan pada deposito berjangka UOB Buana dan produk reksadana Schroders.

Alasan Bank UOB Buana menciptakan produk ini bukan hanya menggaet nasabah sebanyak mungkin, tapi juga mengedukasi pasar mengenai reksadana. “Itu sebabnya, modalnya hanya Rp 50 juta agar terjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelas Pardi.

Produk reksadana yang ditawarkan yaitu Schroders Dana Mantap Plus II, Schroders Dana Prestasi Plus dan Schroders Dana terpadu II. Anda yang sudah duluan meletakkan investasi Anda di Bank UOB Buana, tentu saja tetap boleh mencicipi legitnya reksadana Twin Invest ini.

Untuk tingkat pengembalian, produk ini cukup nendang. Schroders Dana Mantap Plus II, contohnya. Reksadana plus deposito jenis ini bakal mendapat imbal antara 10%-13% setahun. Adapun Schroders Dana Prestasi Plus dan Schroders Dana terpadu II masing-masing antara 14,25%-18% setahun. Sekali lagi ingat, itu adalah kinerja masa lalu dan belum tentu terulang.

Produk reksadana keluaran Bank UOB Buana ini barangkali mengingatkan Anda pada instrumen investasi sejenis. Standard Chartered Bank memang pernah membuatnya empat tahun silam.

Tahun 2003, Twin Invest pernah diperkenalkan sebagai perkawinan deposito plus produk investasi. Saat itu, tingkat pegembalian masih bikin ngiler, yaitu mencapai 15%.

Nah, bedanya dengan Twin Invest milik Bank UOB Buana, yaitu di bagian minimum penempatan dana. Saat itu, Standard Chartered Bank mensyaratkan Rp 500 juta. Gede kan? Sedangkan milik Bank UOB Buana saat ini hanya sepersepuluhnya saja. “Keunggulannya, Twin Invest kami nilai investasi memberikan imbal yang cukup tinggi,” jelas Pardi mencoba berpromosi.

Dengan modal yang sama, Anda juga bisa memilih reksadana yang dijual Bank Danamon. Bank ini menggandeng PT MeesPierson Finas Investment Management sebagai manajer investasi.

Produk yang tengah dikembangkan Bank Danamon adalah Prima Reksa Pendapatan Tetap. Investasi disebar di berbagai instrumen pendapatan tetap, termasuk obligasi milik pemerintah dan korporasi, serta instrumen pasar uang.

Menguras tabungan untuk reksadana

Anda sudah mendapatkan gambaran beberapa produk hasil kolaborasi tabungan dan reksadana. Sebagai investor, Anda juga tak perlu khawatir dengan dana Anda. Soalnya, dana itu dikelola oleh manajer investasi yang melaporkan aktiva bersih setiap hari.

Sang manajer investasi tentu tidak menelantarkan aset-aset Anda. Mereka mengelola dan menyimpannya di brankas bank kustodian yang tidak berafiliasi dengan manajer investasi.

“Para nasabah menjadi lebih banyak pilihan dalam mengalokasikan portofolionya,” kata Mike. Menurutnya, aksi bank dengan produk-produk seperti ini merupakan solusi investasi saat suku bunga bunga deposito melorot. Padahal, kebutuhan para nasabah bank akan investasi dengan tingkat pengembalian yang lumayan begitu besar. “Saat keduanya digabung, nasabah mendapat keuntungan lebih tinggi,” imbuh Mike. Ia mereko mendasikan produk ini.

Nah, bagaimana dengan nasabah yang sudah terlanjur memiliki dana di deposito? Apakah ini saat yang tepat untuk memindahkan ke instrumen investasi seperti Twin Invest maupun Spend & Save?

Ligwina Hananto, CEO Quantum Magna Financial-sebuah perusahaan konsultan keuangan -menyarankan saat ini adalah masa yang tepat untuk memindahkan isi deposito Anda. “Segera. Biasanya kami merekomendasikan untuk beli sedikit-sedikit tapi enggak berhenti,” katanya.

Menurutnya, kalau nasabah sudah terbiasa mendapat imbal 10% tapi kemudian hanya mendapat 5%, “Ya ngapain! Hanya, kita harus tetap ingat risikonya jika dipindahkan ke reksadana,” imbuhnya.

Saran lain datang dari Mike. “Karena setengah alokasi aset di reksadana, ada risiko penurunan nilai,” katanya. Itu sebabnya, imbuhnya, untuk mengubah deposito ke kedua produk ini, pasti risikonya meningkat. “Tapi, risikonya tidak sebesar kalau dana tersebut dimasukkan ke reksadana seluruhnya, karena itu 50%-50%,” katanya.

Pardi mengaku, di banknya ada juga nasabah yang tergiur dengan Twin Invest. Si nasabah kemudian mencabut depositonya dan memboyongnya ke Twin Invest. “Sesungguhnya baik deposito maupun reksadana punya nilai plusnya sendiri-sendiri kok,” jelas Pardi panjang lebar.

Asal tahu saja, kalau dana pindahan deposito membanjiri reksadana, sebetulnya pengalihan dari dana simpanan di bank yang dijamin 100% oleh pemerintah. Dana tersebut mengalir ke alternatif investasi yang mengandung risikonya sendiri. “Ini yang yang harus menjadi perhitungan pasar,” tambah Pardi.

Sandy juga tidak menyangkal dengan respon positif yang muncul usai peluncuran produk ini. “Setiap peluncuran produk baru, perpindahan pasti ada,” katanya. Tapi kembali lagi, tambahnya, Spend & Save, ini adalah produk pilihan. Nasabah sendiri yang menentukan di mana mereka akan membiakkan isi brankas mereka.

Boleh saja Anda menduga bahwa produk ini dibikin bank untuk menggaet nasabah anyar. Pendeknya, produk ini hanyalah akal-akalan perbankan untuk menambah jumlah pemilik rekening. Benarkah? Tunggu dulu. Sandy mengacungkan jarinya tanda tidak setuju.

“Kami me-maintain nasabah yang sudah ada. Semakin banyak pilihan produk, tentu mereka akan lebih senang,” katanya. Lagipula, setiap nasabah memiliki karakter yang berbeda-beda.

Dus, dengan adanya Spend & Save maupun Twin Invest ini nasabah bisa memilih produk sesuai profil mereka sendiri. “Mereka yang enggak berani mengambil risiko, ya tabungan. Kalo mau sedikit ambil risiko, ya ambil produk baru ini,” imbuhnya.

Nah, dari dua produk bikinan Bank Permata dan Bank UOB Buana, mana yang lebih bagus? Mike punya jawaban panjang bin lebar. “Tidak ada yang bisa dibilang bagus atau tidak bagus, yang penting Anda menentukan dulu kebutuhan Anda. Sesudah itu, baru Anda memilih kendaraan investasinya.”

Nah, kalau begitu, selamat merencanakan, dan selamat memilih kendaraan investasi Anda. Tapi ingatlah, yang namanya investasi tetap berisiko.

+++++
Jangan Lupa, Perhatikan Ongkosnya, ya

Memang, tidak ada larangan bagi bank untuk menggenjot penjualan reksadana. Maka Bank UOB Buana aktif menjual Twin Invest. Adapun Bank Permata giat melego produk Spend & Save. Ssst…, dari penjualan ini, diam-diam kedua bank tersebut juga mengincar pendapat di luar bunga atau fee based income.

“Saya kira fee based income juga menjadi salah satu target kami,” kata Direktur Treasury UOB Buana Pardi Kendy. Meski kecil, ia menghitung Twin Invest bisa menyumbang fee based income tak lebih dari 10%.

Asal tahu saja, semester pertama tahun ini, Bank UOB Buana mengantongi laba bersih senilai Rp 241,044 miliar. Salah satu penyokong laba bersih itu adalah fee based income yang nilainya mencapai Rp 72,66 miliar.

Gigihnya bank menggendutkan brankas dari fee based income ini juga tampak dari usaha Bank Permata. Angka fee based income yang muncul di laporan semester pertama tahun ini menunjukkan kenaikan sebesar 226% dibandingkan tahun lalu. Jumlahnya menjadi Rp 775,067 miliar.

“Tren perbankan tentu akan fokus ke fee base income. Perkembangan dari waktu ke waktu semakin membaik,” kata Sekretaris Perusahaan Bank permata Sandy T Muliana. Lebih dari mengincar fee based income, baik Bank UOB Buana maupun PermataBank mengaku tetap fokus memberi pilihan produk bagi nasabah-nasabah mereka.

Lihat, betapa sumbangan para nasabah untuk bank-bank tersebut sangat gurih. Bisa jadi, kalau Anda menjadi pemodal di salah satu instrumen investasi yang mereka miliki, Anda juga berpartisipasi menyumbang fee based income tersebut.

Mari kita lihat satu per satu fee atau ongkos yang mesti Anda bayar. Baik bila membeli reksadana Twist Invest maupun produk Spend & Save.

Untuk Spend & Save, ongkospembeliannya (subscription fee) sebesar 1%. Dus, hanya Rp 5.000. Biaya bulanan juga ada, yaitu sebesar Rp 3.500 untuk tabungan, dan Rp 10.000 bila reksadana belum terkumpul hingga Rp 1 juta. “Kalau reksadana sudah diatas Rp 1 juta, biaya bulanan Rp 5.000 per bulan,” kata Sandy.

Sedangkan untuk subscription fee Twin Invest, mereka mengutip 2%. Kutipan tersebut sama mungilnya dengan investasi yang dibenamkan di produk tersebut.

“Yang pasti, Anda tidak perlu menghitung untung-rugi, tetapi kelebihan dan kekurangannya,” jelas Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Safir Senduk & Rekan.


1 Response to “Modalnya Recehan, Semoga Hasilnya Gepokan”


  1. February 4, 2015 at 1:49 pm

    I’m not sure where you are getting your info, but great topic.
    I needs to spend some time learning more or understanding more.
    Thanks for magnificent information I was looking for this information for my mission.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: