28
Nov
07

Kala gengsi dan fee bersua

Meski lembar demi lembar tanggalan tahun 2007  hampir habis, semangat bank mengiming-imingi nasabahnya tak juga surut. Kali ini, para bankir memasang umpan kartu kredit platinum dan titanium.

Paling gres adalah Bank Bukopin yang akhir pekan lalu meluncurkan kartu kredit platinum. Tak sembarang orang bisa memiliki kartu keluaran Bukopin ini. Soalnya, limit kredit kartu plastik ini minimal Rp 50 juta. “Kami menawarkan bunga sebesar 2,75% dan annual fee sebesar Rp 500.000,” ujar Direktur Konsumen Bank Bukopin, Lamira Septini Parwedi

Sementara itu, pertengahan bulan ini Bank Niaga berkongsi dengan MasterCard meluncurkan MasterCard World.  Bank Niaga mewajibkan iuran tahunan Rp 600.000. Hitungan Presiden Direktur Bank Niaga Hashemi Albakri, perkembangan kartu kredit begitu melejit. “Baru 9 bulan, perkembangan kredit 45%,” katanya. Berdasar patokan ini, Niaga memasang target dapat meluncurkan 1 juta kartu kredit dan menjadi top five di tahun 2011.

EVP Head of Card & Preferred Circle Bank Niaga Lynna A. Muliawan mengamini Hashemi. Ia bilang, target perolehan dilakukan selama 5 tahun karena Bank Niaga sangat hati-hati dalam kualitas kartu kredit.

“Kalau berkembangnya konsisten 45%, 1 juta bukan hal yang sulit dicapai dalam 5 tahun,” ujarnya. Sekadar catatan, saat ini ada sekitar 330.000 pemilik kartu kredit  Bank Niaga. Sampai akhir tahun ini Niaga menargetkan jumlah itu bakal menggelembung menjadi 370.000. Munculnya kartu  bagi nasabah premium ini diprediksi bakal memicu pertumbuhan nasabah kartu kredit.

Di saat yang hampir bersamaan dengan peluncuran kartu kredit Visa Platinum,  Direktur Perbankan Konsumsi Bank Mandiri Omar S. Anwar mengkalkulasi rendahnya pasar kartu kredit di Indonesia. Dibandingkan dengan negara Asia lain, penetrasi kartu kredit di Indonesia hanya 9 juta orang dengan jumlah kartu mencapai 12 juta kartu.

“Ada 40 juta orang Indonesia yang layak memiliki kartu kredit,” kata dia. Tahu begini, Omar   membidik pertumbuhan pemegang kartu kredit 20%-30%. Saat ini Bank Mandiri memiliki 1,03 juta nasabah kartu kredit. Sebanyak 10%-15% adalah pemegang kartu platinum dan titanium.

September lalu, Bank Panin merilis kartu kredit Panin Platinum Visa. Selama tahun pertama penerbitannya, bank ini menargetkan 20.000 pemegang kartu. ”Pangsa pasar kartu kredit platinum masih besar. Pemegang kartunya masih 100.000,” ujar Presiden Direktur Bank Panin Chandra Gunawan.

Bank yang sudah cukup bangkotan bermain di kartu kredit kelas premium adalah Standard Chartered Bank (Stanchart). Bank asal Inggris ini memiliki Business Card Platinum dan SCB Visa Black Platinum.

Stanchart memang bakal fokus ke segmen premium pada tahun ini. Bank ini memiliki sekitar 250.000 pemegang kartu  dan lebih dari separonya adalah pemegang kartu gold dan platinum. “Setiap tahun kami berkembang rata-rata 40%. Namun, kami akan fokus ke segmen premium,” ujar Manajer Bisnis Kartu Kredit Stanchart Yongkie Cendana.
Meski nasabah kartu kredit premium ini berkantong tebal, bukan berarti mereka tak butuh iming-iming, lo. Anda tentu  masih ingat saat Stanchart menggandeng SPBU Shell untuk memberi potongan 15% bagi nasabah pemegang kartu kredit platinum.

Stanchart mengakui, berbagai langkah itu mereka ayunkan lantaran persaingan di kartu gold dan platinum memang semakin ketat. “Saat ini kompetitor mulai memfokuskan strateginya dari mass market product ke premium segment product,” ungkap Yongkie.

Iming-iming lain datang dari Bank UOB Buana untuk para pemegang kartu kredit Visa Platinum UOB Buana. Bank ini  menggandeng Merpati Nusantara Airlines untuk program Buy 1 Get 3. Para pemegang kartu kredit platinum UOB Buana dapat menikmati dua tiket penerbangan gratis Merpati untuk setiap pembelian satu tiket dengan rute sama.

Dengan promosi ini, Direktur Pelaksana Bank UOB Buana Francis Hsu berharap, nasabahnya bakal menggelembung. Saat ini pemegang kartu kredit UOB Buana mencapai 60.000 orang. Targetnya bakal menggemuk jadi 500.000 orang pada tahun 2009.

Rambu-rambu utang
Bank menyediakan kartu kredit platinum ini demi menunjang gaya hidup nasabah supertajir. Wira-wiri ke luar negeri, menjamu relasi, dan menggesek di berbagai toko atau merchant di dunia; serta dapat mendukung gaya hidup tanpa batasan.

Nasabah yang berada di barisan ini bak seperti berjalan di atas karpet merah. Meski demikian, tetap ada beberapa hal yang harus Anda cermati sebelum mengisi aplikasi kartu kredit premium ini.

Pertama, penghasilan. Kartu kredit platinum ini mensyaratkan penghasilan Anda yang tak mungil. Soalnya, ini bertali-temali dengan plafon kredit dan kemampuan Anda membayar tagihan bulanan. Stanchart mewajibkan penghasilan minimal Rp 12 juta sebulan, atau Rp 144 juta setahun. Panin mematok penghasilan minimum Rp 240 juta setahun.
Kedua, plafon kredit. Karena ini buat nasabah tajir, selembar duit plastik itu nilainya mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. BCA dan Bukopin memasang limit minimum kartu kredit ini sebesar  Rp 50 juta. Bahkan, ada yang Rp 300 juta.

Ketiga, soal bunga. Ini adalah pokok penting bila Anda mencicil pembayaran kartu kredit. Bukopin mematok bunga 2,75% untuk ritel dan 3,75% untuk tarik tunai. Adapun Panin memasang bunga 2,88% sebulan.
Keempat, iuran tahunan. Tiap bank memberikan angka yang berbeda-beda. Iuran Stanchart Rp 700.000 per tahun dan Niaga Rp 600.000 per tahun. Lebih mungil lagi, Bukopin Rp 500.000 setahun dan Panin Rp 300.000 per tahun.

Tapi, jangan keburu ngebet mengembalikan formulir aplikasi. Sebaiknya Anda mengecek ketentuan dalam kartu kredit dan menimbang kembali perlu tidaknya kartu kredit platinum seperti ini.

Ada baiknya mengikuti nasihat para perencana keuangan dalam menggunakan atau tidak menggunakan kartu kredit premium. Plus bagaimana memilih kartu platinum yang cocok sesuai Anda.

l Eka Setya Wibawa, Perencana Keuangan ABC Consulting
Yang membedakan platinum, gold, atau silver adalah limit kredit. Fungsinya sama, yaitu kartu utang. Saat ini bank sedang mereposisi diri lantaran pemegang kartu gold sudah banyak dan tak lagi eksklusif. Nah, karena gengsi kartu gold sudah habis, maka mereka merilis platinum.

Awas! Bank akan memperbaharui gengsi ini. Pemicu bagi nasabah adalah limitnya yang gendut. Secara psikologis, jika limit besar, nasabah seperti memiliki kesempatan menggunakan uang di dalamnya. Padahal, itu utang.
Jika Anda memang membutuhkan kartu kredit platinum, ambil saja selama sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa, perhatikan suku bunga, dan charge yang sering ngumpet dalam setiap transaksi. Hitung juga, bagaimana bila Anda macet membayar kartu ini.

l Eko Endarto, dari Safir Senduk & Rekan
Kartu kredit platinum sama saja dengan kartu silver maupun gold, sama-sama utang. Lihat fungsinya. Jika sering bepergian ke luar negeri, kartu kredit platinum akan bisa memuluskan jalan Anda untuk duduk enak di airport lounge.
Selain itu, Anda juga tak cemas bila kehabisan duit karena ini merupakan brankas Anda. Apalagi mata uang asing sering menciutkan kurs rupiah. Tentu saja, meski disebut brankas, ini adalah utang yang harus Anda bayar.
Bagaimana kalau Anda hanya beredar di dalam negeri?  Kartu kredit silver maupun gold sudah cukup. Milikilah kartu kredit sesuai kebutuhan.

Hanya, tidak sedikit nasabah yang memburu gengsi. Demi menaikkan gengsi, nasabah ikut memburu kartu kredit kelas atas. Situasi inilah yang dimanfaatkan bank untuk menggemukkan jumlah pemegang kartu kreditnya.

l S. Budisuharto, Ketua Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia
Asal tahu saja, bank susah menaikkan iuran tahunan silver maupun gold. Mereka juga mengurangi keuntungan dari nasabah gold. Keuntungan maksimal saat ini dari kartu platinum. Saat ini, kartu kredit bekerjasama dengan banyak restoran untuk  memberi diskon khusus. Untuk apa? Agar penggunaannya tetap tinggi. Dengan begitu, bank tetap bisa memberi manfaat lain pada pemegang kartu kredit lain, seperti platinum.

Kalau kalkulasi Anda masih terbilang aman untuk mengambil kartu platinum, Anda bisa mengambil sesuai rekening bank yang Anda miliki. Memilih kartu kredit dari lain bank membikin pembayaran tidak praktis.  


2 Responses to “Kala gengsi dan fee bersua”


  1. January 3, 2013 at 3:39 am

    Heya! I know this is somewhat off-topic but I had
    to ask. Does building a well-established blog such as yours require a lot of work?
    I’m completely new to operating a blog but I do write in my diary every day. I’d like to start a blog so
    I will be able to share my personal experience and feelings online.
    Please let me know if you have any kind of suggestions or tips for new aspiring blog owners.
    Appreciate it!

  2. January 5, 2013 at 5:46 am

    Howdy are using WordPress for your site platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and create my own.
    Do you need any html coding expertise to make your own blog?
    Any help would be greatly appreciated!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: