14
Dec
07

Proteksinya tak perlu lama-lama

Saat bencana alam, beberapa jenis asuransi bisa memberi  ganti rugi. Misalnya, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, hingga kerusuhan sosial.

Premi asuransi ini dibayar di muka untuk masa pertanggungan setahun. Di tengah masa pertanggungan, pemegang polis atau si tertanggung berhak membatalkan polis asuransi tersebut. “Semua jenis asuransi umum mempraktekkan klausul tersebut,” kata Julian Noor, Direktur Asuransi Bumida.

Misalnya, Anda membeli polis dan menutupnya kurang dari setahun, maka berlaku ketentuan penghitungan premi jangka pendek. Kalau sudah begini, perusahaan asuransi wajib mengembalikan premi (refund premi) yang sudah dibayarkan oleh tertanggung atau pemegang polis.

Berapa besaran yang dikembalikan? Misalnya saja skema milik Sinar Mas. Perlindungan untuk satu bulan hingga dua bulan, premi yang dibayarkan 30%. Maka, premi yang dikembalikan oleh penanggung sebesar 70% dari premi tahunan.

Masih di bawah 5%
Pembatalan asuransi di tengah jalan begini tak bisa sembarangan. Ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Di antaranya, ada pengajuan tertulis dari tertanggung   dan  tidak terjadi klaim.

Selain itu, masa pertanggungan setidaknya masih berjalan 3 bulan-12 bulan. “Kalau masa pertanggungan kurang sebulan lagi, ya tidak bisa,” kata Julian.

Menurut sumber KONTAN yang namanya enggan muncul di media ini, tak semua nasabah tahu tentang celah pembatalan pertanggungan ini. Kebanyakan nasabah masih mengikuti pakem yang ada, yaitu setahun penuh berada dalam masa pertanggungan.

Kalau tertanggung cerdik memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, “Bisa-bisa tertanggung membatalkan asuransi setelah musim banjir habis, padahal belum ada setahun,” katanya.

Bagi perusahaan asuransi yang memiliki skema refund premi ini, tak banyak nasabah yang sengaja membatalkan asuransinya di tengah jalan. Kalau dihitung, kurang dari 5% saja.

Namun, tak semua perusahaan asuransi memberlakukan skema ini. Asuransi Tugu Pratama Indonesia, misalnya. “Setahu saya, tidak ada tuh kasus seperti itu di tempat saya,” kata Syahrir Hamzah, Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia.

Kalau perusahaan asuransi membatalkan perjanjian, itu lantaran beberapa hal. Contohnya, risikonya kurang menarik.
Alasan lain, karena terjadi manipulasi data yang dilakukan si tertanggung dan diketahui oleh penanggung pada masa pertanggungan. Kondisi ini sangat memungkinkan bagi perusahaan asuransi untuk membatalkan perjanjian.

Tapi, tak banyak perusahaan asuransi yang main batal seenaknya. Maklum, ini menyangkut reputasi perusahaan. Cuma, kalau tertanggung yang membatalkan asuransi di tengah jalan, tak ada hubungannya dengan reputasi si pemegang polis. 
Ini sah-sah saja. 


0 Responses to “Proteksinya tak perlu lama-lama”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: