18
Dec
07

Banjir syariah dari timur dan barat

Ibarat lomba balap mobil Formula 1, tahun depan adalah putaran terakhir bagi perbankan syariah untuk menggaet pangsa pasar yang lebih besar. Maklum, Bank Indonesia (BI) sudah wanti-wanti agar pangsa pasar bank berlandaskan hukum Islam itu bisa menggapai pangsa pasar sebesar 5% dibandingkan dengan bank konvensional. 

Bank sentral pun dengan cepat menurunkan izin kalau ada bank konvensional yang ingin membuka unit usaha syariah. Selain itu, BI juga sedang mengilik-ngilik bank asing yang memiliki cabang di Indonesia agar nyebur ke pasar perbankan syariah Indonesia. Maklum, minat bank-bank bule itu masuk ke bisnis syariah semakin gede.

Tahun depan, Standard Chartered Bank dan ABN Amro Bank bakal meramaikan bisnis perbankan syariah. Kedua bank bule tersebut segera menyusul HSBC Amanah yang sudah lebih dulu menancapkan islamic banking-nya di Indonesia.
Direktur Perbankan Syariah BI, Ramzi A. Zuhdi, menjelaskan BI baru saja memberikan izin kepada investor dari Malaysia, yakni Asia Finance, untuk mendirikan kantor perwakilan di Indonesia. Ceritanya, selama satu tahun Asia Finance akan melihat prospek bisnis syariah di Indonesia. Bila mereka menilainya potensial, pada 2009 Asia Finance akan mendirikan bank syariah baru di Indonesia. “Mereka baru menjajaki pasar, misalnya untuk mengira-ngira customer based-nya di segmen mana,” kata Ramzi.

Minat besar investor asing ini sejalan dengan indikator keuangan utama yang juga bersinar. Laju pertumbuhan aset per Oktober 2007 mencapai 30,8% dibanding dengan Oktober 2006. Dana pihak ketiga (DPK) naik 37,3% dan pembiayaan naik 30,1%. Sedangkan perbandingan antara pembiayaan dengan DPK alias finacing to deposit ratio (FDR) sebesar 102,35% per Oktober 2007, dan total aset Rp 33 triliun.

BI meminta bank-bank asing untuk menangani pembiayaan di bidang migas maupun infrastruktur. Soalnya, proyek Pemerintah Indonesia lumayan banyak.

“Modal mereka tidak habis-habis. HSBC kan bisa menarik dana di Timur Tengah. Citibank juga ada syariahnya di Timur Tengah,” kata Deputi Gubernur BI Siti Chalimah Fadjrijah.

Investor butuh kepastian peraturan
“Melihat potensi pasar di Indonesia besar, bank-bank asing ini sepertinya memang akan merealisasikan rencana mereka untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Wahyu Dwi Agung, Presiden Direktur MC Consulting, sebuah perusahaan konsultan syariah. 

Dengan hadirnya bank asing di peta bisnis perbankan syariah itu, industri perbankan di Indonesia bakal bergerak sekaligus mendorong kompetisi yang sehat di tanah air. Tapi, “Nanti kuenya jadi rebutan,” imbuhnya.
Saat ini, aset bank syariah baru 1,7% dari total aset perbankan konvensional, atau Rp 30 triliun. Hingga akhir tahun 2007, BI menargetkan pangsa pasar perbankan syariah sebesar 2,84% dengan aset Rp 47,94 triliun.

Bila bank asing membawa investor ke sini, jelas akan mempercepat tumbuhnya aset. “Kami mendorong sekali agar mereka membiayai korporasi, karena satu nasabah saja kan bisa mencapai triliunan rupiah,” ujar Siti.
Bukannya BI ragu dengan kemampuan bank lokal, lo. Hanya, jika mengandalkan bank lokal, permodalan yang terbatas masih menjadi kendala.

Makanya, dengan kontribusi dari unit syariah bank-bank asing tersebut, tahun 2008 BI berani memasang target akselerasi aset perbankan syariah menjadi 5% dari total industri perbankan konvensional. “Saya rasa itu masih bisa dikejar, meskipun cukup berat. Jika strategi bagus, dengan menangkap consumer yang potensial, itu tidak sulit,” kata Siti.
Oh, ya, BI juga sudah memberi izin kepada Al Barakah, investor asal Arab Saudi, untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. Bila prospek usaha bank syariah potensial berkembang, Al Barakah akan mendirikan bank syariah baru di sini.

Selain Al Barakah, Qatar Islamic Bank juga dikabarkan berminat. Nama-nama investor lain yang sempat berseliweran dan dikabarkan akan menggemukkan pasar perbankan syariah dari Timur Tengah adalah Sedco dan Kuwait Finance House.
Bulan September lalu, Bank DBS Singapura sempat pula berkasak-kusuk ingin membuka cabang bank syariahnya di Indonesia. Bank terbesar Singapura itu malah ingin langsung memiliki bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia dan menggarap pasar korporasi.

Konon, DBS telah mengkaji dua pilihan, yakni mengakuisisi bank yang sudah ada atau mendirikan bank baru. Untuk akuisisi mereka mengincar bank konvensional yang modalnya antara Rp 1 triliun sampai Rp 3 triliun. Asal tahu saja, saat ini bank asing yang menguasai perbankan syariah sudah hampir sebanding dengan investor domestik.

Baik Siti maupun Ramzi tak mengelak atas beberapa kendala perbankan syariah yang masih mengganjal saat ini. Di antaranya: instrumen pasar keuangan syariah di Indonesia masih sangat minim dan obligasi syariah atau sukuk belum juga diterbitkan hingga kini. BI menargetkan sukuk sudah bisa keluar tahun depan.

Kendala lain, ada pajak ganda dalam transaksi perbankan syariah. Pajak penjualan dipungut dua kali pada skema pembiayaan murabahah (jual beli). “Investor kan butuh kepastian soal hal ini,” kata Wahyu.

Keberadaan bank syariah asing tidak akan mematikan bank syariah lokal; meski nanti bakal kedodoran, “Tapi kedodorannya positif, kok, kita akan lebih terpacu!” ujar Wahyu.

Namun, yang terpenting, bukan sekadar minat belaka, ya. Bank-bank asing itu –terutama yang dari Timur Tengah– benar-benar bakal berinvestasi di sini. 


1 Response to “Banjir syariah dari timur dan barat”


  1. 1 aroengbinang
    January 6, 2008 at 3:52 am

    sampai saat ini masih belum pernah mencoba layanan bank2 syariah yang sepertinya menjamur itu.
    mungkin ini saatnya untuk mulai mencoba.
    smoga saja perbankan kita semakin sehat. salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: