04
Jan
08

Ini Dia ATM Tidak Pakai Merek Bank

Dahulu tak banyak yang tahu “aktor intelektual” pada mesin ATM BCA adalah PT Rintis Sejahtera. Orang baru ngeh kalau ada PT Rintis Sejahtera setelah operator ATM tersebut rajin membangun jaringan ATM Prima. Kini, boleh dibilang jumlah mesin ATM Prima yang 5.000-an adalah yang terbanyak di negeri ini.

Namun kalau bicara jaringan ATM, mungkin Artajasa menjadi sang jawara. Dengan mengusung merek ATM Bersama, Artajasa merangkul lebih dari 60 bank. Dengan mencantolkan teknologi, kini ATM Bersama “memiliki” lebih dari 12.000 mesin ATM.

Nah, setelah begitu sukses menaklukkan banyak perbankan, seolah Artajasa bingung mau ekspansi apa lagi. Tapi, para petinggi operator ATM tersebut tidak hilang akal. Rencananya, ATM Bersama bakal membangun mesin ATM sendiri. Proyek percontohan mesin ATM Bersama ada di konter McDonald’s Sarinah, Jakarta Pusat, sejak tahun 2007. Namanya McMoney.

Ya, untuk menyiasati mahalnya mesin ATM yang seharga US$ 15.000 atau Rp 141 juta dengan kurs Rp 9.400 per US$ plus biaya pemeliharaan, ATM Bersama menggandeng banyak sponsor.

Balik modal lima tahun

Tentu saja, hitung-hitungan bisnis berlaku di sini. “Kami targetkan balik modal dari satu mesin ATM itu selama lima tahun,” papar Kepala Grup Pengembangan Perusahaan Artajasa, Aries Barkah. Menurutnya, bisnis nilai tambah seperti ATM ini memang membutuhkan waktu panjang.

Selain menggandeng sponsor utama di badan mesin ATM, Artajasa juga bakal bekerjasama dengan sejumlah sponsor. Caranya, para sponsor itu bisa beriklan pada layar televisi yang ada pada mesin ATM. Artajasa juga sedang menjajaki kerjasama dengan sejumlah operator seluler. “Mereka nantinya bisa jual voucher isi ulang atau kartu perdana di dekat mesin ATM kami,” kata Aries.

Untuk lokasi ATM, Artajasa menargetkan tidak akan berada di ATM center. Tujuannya, agar tidak saling kanibal dengan jaringan milik ATM Bersama lain.

Salah satunya, Artajasa juga gencar melobi pihak ITC yang bertebaran di seluruh Jakarta. Untuk ATM perdana tahun ini kemungkinan bakal nongkrong di ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan. “ITC itu kan pangsa pasarnya khas. Mungkin kami akan meletakkan ATM kami di lobi ITC,” kata Aries lagi.

Tahun ini Artajasa menargetkan bisa memiliki 2.000-an ATM. Itu untuk lokasi di luar cabang-cabang perbankan.

Adapun rencana ke depan, tentu saja sang mesin duit itu akan terus berkembang. Berapa banyak targetnya? “Kami akan mengejar si penguasa pasar,” tekad Aries. Dengan kata lain, Artajasa berniat mengejar jaringan ATM BCA dan juga ATM Bank Mandiri yang semakin bejibun.


2 Responses to “Ini Dia ATM Tidak Pakai Merek Bank”


  1. January 11, 2009 at 2:29 am

    hai bisa kirimi saya gimana memmbangun sebuah mesin atm disertai contoh jeroan mesin atm itu sendiri tol dong u tugas kuliah nih

  2. March 23, 2009 at 2:47 am

    mcmoney, kl kartu kita tertelan bisa menghubungi sapa donk? terus kl terdebet tapi uang gak keluar gimane lapor ke sapa?

    mending hindari produk atm yang gak jelas bendera banknya dehūüėÄ


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: