08
Jan
08

Boleh Parkir di BI, tapi Rajin Bekerja, ya

Kalau bank konvensional punya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), bank syariah punya Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI). Tujuan keduanya serupa dan sebangun: menyalurkan kelebihan dana yang ada di bank ke Bank Indonesia (BI).
Namun, di bank konvensional ada kecenderungan, SBI menjadi tempat untuk mencari makan. Jadi, ketimbang menyalurkan kredit, lebih baik bin aman menernakkan duit ke bank sentral. Sudah begitu, dia dapat bunga yang lumayan tinggi pula, kini sekitar 8% per tahun. Beres, kan?

Inilah yang membuat bank syariah merasa diperlakukan tidak adil. Maklum, bagi hasil SWBI hanya berkisar pada angka 3%-4% setahun. Wajar, dengan akad wadiah alias titipan, bank syariah memang hanya menerima imbal hasil yang imut-imut.

Nah, mulai Januari 2008 ini rencananya BI bakal memberlakukan SBI Syariah (SBIS) untuk menggantikan SWBI. Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Makruf Amien menjelaskan bahwa SBIS nanti akan menjadi salah satu pengendali monoter syariah yang memberikan bagi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan SWBI.

Dengan begitu, bagi hasil yang diterima perbankan syariah tidak jauh berbeda dengan suku bunga SBI. “Akadnya ju’alah alias sayembara,” ujar sumber KONTAN di BI. Maksudnya, bank yang memberikan kontribusi tinggi ke BI bakal mendapatkan imbal hasil lebih tinggi. Menurutnya, bagi hasil SBI Syariah bakal tidak jauh berbeda dengan bunga SBI.

Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengatakan, saat ini BI sedang menyelesaikan peraturan Bank Indonesia (PBI) yang akan mengatur seluk-beluk SBI Syariah. “Terutama mengenai aturan financing to deposit ratio (FDR) di bank syariah,” kata Muliaman.

FDR merupakan rasio antara pembiayaan dengan pihak ketiga. Kalau di bank konvensional namanya rasio antara kredit dengan dana pihak ketiga alias loan to deposit ratio (LDR).

Bisa meningkatkan pangsa pasar

Jadi nantinya, tidak semua perbankan syariah bisa menempatkan dananya di SBI Syariah. Makruf mengungkapkan FDR bank syariah itu minimal harus sudah 80%, baru bisa mengendonkan duit pada SBI Syariah. “Tujuannya agar perbankan syariah tetap mengucurkan pembiayaan dan tidak menumpuk duit masyarakat di SBI Syariah,” ujar Makruf.

Bagaimana kalau ada bank syariah yang FDR-nya belum sampai angka minimal tersebut? “Kami tidak akan menjual SBI Syariah pada mereka,” tutur Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Ramzi A. Zuhdi.

Hendarin Sukarmadji, Direktur Unit Usaha Syariah Bank Danamon, menyambut positif rencana pembuatan instrumen moneter baru tersebut. “Karena perbankan bakal memiliki alternatif instrumen bagi hasil yang lebih besar,” katanya.

Ujung-ujungnya, bagi hasil ke nasabah juga membesar. Hingga, bakal banyak nasabah yang menyimpan dana ke bank syariah.

Ia membenarkan, bagi hasil yang diberikan SWBI saat ini terbilang kecil, sekitar 3% sampai 4% setahun. Munculnya instrumen dengan bagi hasil yang lebih tinggi akan lebih memikat perbankan syariah untuk menempatkan sebagian dananya di SBI Syariah. Dampaknya, imbuh Hendarin, dengan kenaikan bagi hasil dari instrumen moneter itu market share atau pangsa pasar aset perbankan syariah akan terus membesar. “Dengan begitu, target Bank Indonesia yang ingin market share syariah sebesar 5% tahun depan mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.

Bank-bank syariah menjamin, mereka tidak akan menumpukkan dananya di SBI Syariah. Jaminan agar bank syariah tidak ingkar janji datang dari Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Ahmad Riawan Amin. Menurut Wawan — panggilan gaul Riawan — bank syariah secara alami menempatkan SBI Syariah hanya sebagai tempat transit dan bukan sebagai tujuan akhir. “Bukan seperti bank konvensional yang menumpuknya sebagai tujuan akhir. Tapi, kalau dana baik-baik ditumpuk itu kan lebih baik daripada dana tidak baik yang menumpuk,” kata Wawan, yang juga Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia.

Semoga saja tujuan akhir, yakni meningkatkan pangsa pasar, bisa tercapai. Dan, yang terpenting, jangan sampai bank syariah malah keasyikan menanam duit mereka pada SBI Syariah.

Kalau cuma begitu, apa bedanya dengan bank-bank konvensional? Ya, kan?


0 Responses to “Boleh Parkir di BI, tapi Rajin Bekerja, ya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: