09
Jan
08

Lancar Bicara lewat Cara Lebih Luwes

No. 14, Tahun XII, Minggu I Januari 2008
Bisnis

Ada yang berbeda pada sebuah ruangan di lantai tiga pusat perbelanjaan Ratu Plaza, Jakarta Selatan. Di antara gerai-gerai komputer dan boneka, ada ruangan lapang dan tertata modern. Begitu masuk, petugas resepsionis dan layanan langsung menyambut dengan senyum. Di bagian dalam, ruangan lobi terlihat bersih dan nyaman. Terlihat pula sederetan ruang kecil disekat kaca transparan.

Pertama kali masuk, barangkali Anda tak menyangka tempat itu adalah kursus. Wall Street Institute (WSI). Nama lembaga pendidikan bahasa Inggris itu memang belum genap setahun di Indonesia. “Tapi, lebih dari 30 tahun kami hadir di 350 pusat belajar di 27 negara,” ungkap William J.G. Daniel, Presiden Direktur PT Efficent English Services, pengelola WSI.

Peserta kursus ini memang didorong sebanyak mungkin menggunakan laboratorium bahasa. “Pertemuan dengan guru hanya sesekali,” tutur William.

Tak usah heran jika untuk siswa sebanyak 400 orang yang kebanyakan anak muda dan profesional, WSI cuma memiliki tujuh pengajar dari berbagai negara.

Konsep pembelajaran kursus ini memang tidak mengandalkan sang pengajar. “Kami membuat suasana sehingga siswa lebih berani berbicara dalam bahasa Inggris,” tambahnya.

Jaminan uang kembali

Untuk bisa belajar nyaman sekaligus lebih fasih berbahasa Inggris, Anda harus mengeluarkan dana tak sedikit. Tarif per level sekitar Rp 9 juta. WSI menjamin bakal mengembalikan duit itu jika belakangan Anda gagal.

Sebagian besar siswa WSI adalah anak muda dan profesional. “Kami menawarkan cara belajar yang fleksibel. Kapanpun siswa bisa datang, tanpa dibatasi waktu,” ungkap William. Pertemuan dengan pengajar di kelas tak lebih dari empat siswa.

Keberadaan laboratorium bahasa sendiri sebenarnya bukan hal baru. Sekolah menengah formal banyak yang sudah dilengkapi laboratorium seperti ini. Ada banyak cara menggunakan komputer untuk kursus. English First (EF), misalnya, membuat metode pembelajaran bahasa Inggris secara online. Jadi, peserta bisa belajar di mana saja, tidak harus datang ke tempat kursus. Hanya, metode ini merupakan bagian dari keseluruhan kursus. Konsep tersebut mereka terapkan sejak pertengahan 2007. Agar bisa mengakses isi situs, peserta kursus diminta membayar Rp 250.000 untuk tiga bulan.

Meski koneksi internet di Indonesia masih cenderung mahal dan belum bisa diakses oleh semua orang, toh pihak EF cukup optimistis. “Belum semua daerah bisa menikmati internet dengan bebas. Tapi, kami optimistis prospeknya akan baik ke depan,” kata Country Director English First Indonesia Arleta Darussalam, pada saat peluncuran program, seperti dikutip oleh Kompas.

Nah, jadi Anda mau memilih kursus bahasa Inggris yang mana?


0 Responses to “Lancar Bicara lewat Cara Lebih Luwes”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: