19
Jan
08

Kejutan Awal Tahun Jelang Pemilihan Gubernur BI

Kalau tak meleset dari jadwal, Jumat 18 Januari 2008, Bank Indonesia (BI) akan menggelar acara banker’s dinner. Ini adalah acara rutin pertemuan bankir dengan bank sentral di setiap awal tahun.

Dalam pertemuan itu, BI seperti biasa akan memaparkan rencana kerjanya sepanjang tahun. Hanya, acara yang selalu didahului dengan acara makan malam kali ini akan istimewa. Tentu saja yang istimewa bukan menu yang terhampar di meja. BI kabarnya akan memberi surprise tentang rencana dan kebijakannya di tahun 2008 ini.

Untuk menjaga agar surprise itu benar-benar jadi kejutan, jauh-jauh hari, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah sudah meminta seluruh anak buahnya tutup mulut tentang isi pidatonya di hadapan lebih dari 300 bankir yang akan hadir. “Saya tak bisa memberitahukan apa pun soal itu. Nanti tak jadi surprise,” ujar Halim Alamsyah, Direktur Penelitian dan Peraturan Perbankan BI.

Wimboh Santoso, Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan BI, setali tiga uang, ogah membeberkannya. “Pokoknya, akan disampaikan Pak Burhan sendiri,” ujar Wimboh singkat.

BI akan tebar insentif

Mereka boleh jadi enggan bicara. Maklum, pada pertemuan tahunan perbankan 2007 lalu, Burhanuddin berang lantaran isi pidatonya sudah bocor. Saking kesalnya, dia sempat tak mau membacakan pidatonya.

Apalagi, bagi Burhan, tahun 2008 ini adalah tahun spesial. Pasalnya, tahun ini adalah masa terakhir Burhan duduk sebagai Gubernur BI. Peluang Burhan kembali duduk di kursinya memang masih menganga. Namun, hadangan berat juga menunggu (lihat boks: Bursa Calon Gubernur BI Mulai Marak).

Jadi, “Jangan heran kalau nanti Burhan akan memanfaatkan pertemuan ini sebagai kampanye agar terpilih lagi,” bisik sumber KONTAN di BI.

Lantas, kejutan apa yang akan disampaikan Burhan? Menurut informasi yang dikumpulkan KONTAN, Burhan akan menyampaikan beberapa hal. Pertama, dia akan menonjolkan bagusnya kinerja bank sentral dalam menjaga kestabilan moneter dan industri perbankan selama tahun 2007.

Kedua, soal pengendalian moneter, Burhan akan memakai beleid giro wajib minimum atawa GWM sebagai alat untuk masuk dan keluar pasar. BI akan segera mengeluarkan aturan soal GWM bila sewaktu terjadi perubahan likuiditas di pasar keuangan.

Bila permintaan kredit sepanjang tahun 2008 kencang, BI siap menghapus aturan GWM tambah-an yang selama ini kait-mengait dengan tingkat kucuran kredit perbankan atau loan to deposit ratio (LDR). Makin deras kucuran kredit, makin mini setoran GWM yang terkunci di brankas BI.

Sebaliknya, bila likuiditas berlimpah ruah, BI siap mengeluarkan aturan perhitungan GWM tambahan berdasarkan jumlah simpanan jangka panjang di brankas perbankan.

Ketiga, agar instrumennya di pasar uang makin lengkap, BI akan menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) enam bulan, sembilan bulan, dan setahun.

Keempat, BI juga akan menebar insentif bagi bank yang bersedia menggelontorkan kredit ke sektor pertanian. Kelima, BI akan kembali mendorong industri perbankan syariah agar bisnisnya menggelembung besar.

Kalau hanya itu, sih, rasanya ini mirip kampanye yang kerap digadang-gadang BI. Tapi sumber KONTAN menyakinkan, masih ada kejutan lain di acara itu. “Tunggu saja,” ujarnya.

+++++
Bursa Calon Gubernur BI Mulai Marak

Masa jabatan Burhanuddin Abdullah sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) tak lama lagi akan habis. Tepatnya tanggal 17 Mei 2008. Sesuai Undang-Undang Nomor 3/2004 tentang Bank Indonesia, presiden berhak mengajukan sebanyak-banyaknya tiga nama ke parlemen untuk mengisi jabatan Gubernur BI. Pengajuan nama itu paling lambat tiga bulan sebelum masa jabatan Gubernur BI berakhir.

Itu artinya, pada bulan Februari nanti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus sudah menyerahkan tiga nama calon Gubernur BI. Lalu, siapa yang akan dicalonkan SBY untuk menggantikan Burhanuddin? Tentu SBY yang tahu jawaban pastinya.

Namun, sumber KONTAN yang dekat dengan SBY memberi gambaran. Presiden kini tengah menimbang untuk mencalonkan Burhanuddin kembali menduduki kursinya. Pilihan ini adalah pilihan terbaik bagi SBY saat ini. Apalagi, dua menteri kesayangan SBY, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perekonomian Boediono, juga setuju dengan pilihan ini.

Ada banyak alasan masuknya Burhanuddin ke dalam bursa calon. Selain mampu berhubungan mesra dengan pemerintah, di tangan Burhan, panggilan akrab Burhanuddin, kebijakan moneter, inflasi, dan kebijakan industri perbankan tertangani dengan baik.

Namun, tekanan dari parlemen terhadap Burhan bakal berat. “Banyak partai yang kecewa pada Burhan. Banyak komitmen dan janjinya yang palsu. Hanya manis saat kampanye, tapi tanpa realisasi,” ujar si sumber. Alhasil, proses uji kepatutan dan kelayakan atawa fit and proper test Burhan oleh parlemen bakal berlangsung alot.

Makanya, SBY kini mencari calon lain yang pantas untuk masuk daftar. Nama lain yang masuk pertimbangan adalah Aulia Pohan. Benar, dia adalah besan SBY. Pilihan ini memang bak pisau bermata dua bagi Presiden SBY.

Di satu sisi, Aulia bukanlah orang baru di bank sentral. Jadi, mantan Deputi Gubernur BI ini juga masih punya banyak pengikut di bank sentral. Hanya, memasukkan nama sang besan ke dalam daftar calon Gubernur BI bisa menjadi bumerang bagi SBY. Tuduhan KKN akan menggema kencang.

Namun, jika ternyata nama Aulia masuk dan bersaing dengan Burhan, “Saya pastikan DPR akan memilih Aulia,” ujar sumber KONTAN di DPR.

Sayang, Aulia tak bersedia menjawab telepon atau pesan pendek KONTAN. Jawaban justru datang dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. “Belum ada pencalonan Gubernur BI dari presiden,” ujar Sudi.

Selain nama itu, nama Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom juga masuk bursa. Cuma, kabarnya presiden hingga kini belum sreg lantaran Miranda sangat lekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Drajad Wibowo, anggota DPR Komisi XI dari Partai Amanat Nasional, menuturkan bila Miranda masuk bursa pencalonan Gubernur BI akan membawa masalah baru, yakni menyalahi UU BI.

Dalam UU disebutkan, pemilihan Dewan Gubernur BI hanya bisa dilakukan dua kali dalam setahun. “Padahal, tahun ini Hartadi Sarwono juga habis masa jabatannya,” ujar Drajat. Jika Miranda meninggalkan kursinya, akan ada tiga kali pemilihan Deputi Gubernur BI. “Pemilihan gubernur, anggota dewan gubernur, serta deputi senior sekaligus dalam setahun. Itu menyalahi undang-undang,” kata Drajat.

Nama lain yang muncul ialah Ketua BPK Anwar Nasution. Namun, SBY punya satu calon yang bisa menjadi kuda hitam dalam pemilihan gubernur bank sentral. adalah Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo si kuda hitam itu.


0 Responses to “Kejutan Awal Tahun Jelang Pemilihan Gubernur BI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: