24
Jan
08

Semakin Berkilau, Malah Bikin Makin Susah

Sepanjang tahun 2007, harga emas dunia terus-menerus mendaki. Kenaikan harga emas ini tentu saja juga membuat harga emas di dalam negeri melonjak. Dari pengamatan KONTAN ke beberapa sentra penjualan emas di Jakarta, harga logam mulia ini sudah naik signifikan. “Harga emas 24 karat sekarang mencapai Rp 275.500 per gram,” ujar Jeffry Thumewa, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI). Sementara itu, harga emas 22 karat sudah mencapai Rp 250.000 per gram.

Kalau dibandingkan dengan harga akhir tahun lalu, logam mulia ini sudah mengalami kenaikan harga sekitar 14,5%, yaitu dari sekitar Rp 240.000 per gram untuk emas 24 karat. Bahkan, jika dibandingkan dengan harga di bulan Januari tahun 2007, harga emas sudah naik sekitar 53%. Harga emas 24 karat waktu itu hanya sekitar Rp 180.000 per gram.

Namun, kenaikan harga emas ini tidak lantas membuat para pedagang emas menjadi senang. Mereka malah merasa kenaikan harga emas ini bikin repot dan sulit menjual dagangan.

Maklumlah, banyak orang yang memilih untuk tidak membeli emas dulu. Dus, sejak kenaikan harga emas terjadi, penjualan emas pun lantas menjadi sepi. Padahal, “Kenaikan harga emas ini sudah terus-menerus selama tiga tahun,” keluh Hendra Wijaya, pengelola Q Jewelry, toko perhiasan yang berlokasi di Cikini.

Otomatis, pemasukan pedagang emas juga berkurang. Menurut Rafli, pengelola Toko Grand Selecta Gold And Jewelry, angka penjualan terus menurun sejak memasuki bulan Januari 2008. “Waktu harga emas Rp 240.000-Rp 250.000 masih mending, tapi sekarang sepi,” katanya.

Penurunan penjualan yang dialami para pedagang memang cukup drastis, bahkan sampai separuhnya. “Penjualan kami anjlok lebih dari 50% setiap hari,” sebut Budi, pemilik Toko Mas Samudra di Kebayoran Lama kepada wartawan KONTAN Adi Wikanto.

Sudah begitu, hampir tidak ada orang yang menjual emasnya. Biasanya momen kenaikan harga emas dimanfaatkan oleh orang untuk menjual emasnya dengan harga yang lebih tinggi.

Tapi, saat ini orang lebih pilih menunggu seberapa tinggi lagi harga emas akan naik. “Kemarin waktu harga masih Rp 250.000 itu banyak yang jual. Sekarang nanggung. Jual sekarang, kalau besok naik jadi rugi,” tutur Rafli.

Potong keuntungan

Yang jelas, saat ini pedagang harus putar otak untuk membuat pendapatan tetap masuk. Mereka menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi lesunya bisnis.Beberapa pedagang emas merelakan keuntungan mereka berkurang. Lainnya pilih memperkecil selisih harga jual emas dengan harga beli emas. “Untung sedikit enggak apa-apa, yang penting bisa bertahan,” beber Rafli.

Ada pedagang yang malah memperlebar selisih harga jual dan beli supaya tidak menanggung kerugian. Kalau dalam kondisi normal, selisih jual beli maksimal Rp 15.000 per gram. Namun saat harga emas naik tinggi, selisih antara harga jual dan beli dinaikkan sampai Rp 25.000 per gram.

Tengok saja yang dilakukan Felice, pemilik toko emas Cahaya Terang di Pasar Mampang, Jakarta Selatan. Ia menetapkan harga beli 15% lebih rendah daripada harga jual. Untuk perhiasan emas putih, selisih harganya bahkan lebih lebar, mencapai 20%. “Kami tak mau rugi, karena itu kami kenakan potongan harga agak tinggi,” ujar Felice.

Hal serupa dilakukan Nurhadi, pedagang emas Pasar Kebayoran Lama. Kalau ada yang berniat menjual emas di tokonya, Nurhadi akan berusaha menawar harga agar tidak terlalu tinggi. “Sebisa mungkin kita menawar harga yang pas kepada konsumen yang mau menjual,” ungkapnya.

Cai Iwan, pemilik Toko Mas Harapan di Pasar Kampung Makassar, memiliki strategi lain. Ia tidak mau membeli emas baru, tapi memutar emas yang sudah dimiliki atau yang dijual kembali oleh pembelinya. Selain itu, Cai juga berusaha mengambil untung dari ongkos pembuatan. “Kalau berjualan di pasar kecil, kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga,” kata Cai.

Selain itu, ada toko yang menjual emas yang kandungannya hanya 18 karat atau sekitar 75%. Harga emas 18 karat ini memang lebih rendah dibanding dengan yang kandungan emasnya 24 karat, yaitu sekitar Rp 180.000-Rp 190.000 per gram.

+++++
Mendaki dan Masih Terus Naik lagi

Sepanjang tahun 2007, harga emas dunia terus mengalami kenaikan. Tak usah heran, banyak orang sudah menggadang-gadang, kapan harga emas akan mencetak rekor tertinggi yang baru. Akhirnya, penantian itu terjawab pada hari Senin (14/1) lalu. Pada awal minggu itu, harga emas dunia melonjak sampai mencapai harga US$ 914 per troy ounce (1 troy ounce setara dengan 31,103 gram). Rekor tertinggi harga emas sebelumnya adalah US$ 850 per troy ounce, yang dicapai pada tahun 1980.

Nah, jangan dikira, kenaikan harga emas ini menjadi berkah besar bagi para pedagang. Belakangan, toko pedagang emas relatif sepi. Tidak ada orang yang beli, karena takut harga emas kemahal-an. Sebaliknya, sedikit orang yang menjual emasnya, lantaran takut merugi jika harga emas naik lagi.

Tampaknya para pedagang emas masih harus gigit jari untuk waktu yang lama lagi. Sekadar informasi, London Bullion Market Association (LBMA) –salah satu pasar emas terbesar di dunia– memperkirakan harga emas tahun 2008 bakal mencetak rekor baru lagi. Tidak tanggung-tanggung, harga emas dunia diperkirakan bisa mencapai US$ 1.250 per troy ounce. Artinya, dibandingkan dengan posisi harga saat ini, emas masih memiliki potensi kenaikan harga sebesar 36,8% sampai akhir tahun 2008.

Kalau itu terjadi, harga emas di pasar ritel bakal berada di atas Rp 350.000 per gram. Bagaimana jika terjadi sebaliknya? Jika Anda ingin beli emas, jangan keburu berharap banyak. “Kalau sudah setinggi sekarang, harga emas susah turun,” cetus Jeffry Thumewa, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia.


0 Responses to “Semakin Berkilau, Malah Bikin Makin Susah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: