26
Jan
08

Visit Indonesia 2008

Seakan tak mau kalah dengan negeri jiran, Indonesia menggelar program Visit Indonesia Year tahun 2008 ini. Biarpun kita kerap melihat turis asing mondar-mandir di tanah air, tapi sudah cukup lama Indonesia tidak menggelar program serupa. Hajatan Tahun Wisata Indonesia terakhir dilakukan pada 1991.

Pemerintah memang cukup antusias menjalankan program ini. Meski sedikit melenceng dari target yang sebanyak 6 juta, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2007 tercatat sejumlah 5,5 juta orang. Untuk tahun 2008, pemerintah menargetkan jumlah turis asing sebanyak 7 juta orang. Cukup muluk.

Lain pemerintah, lain pula pelaku wisata. Ben Sukma, Ketua Umum Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita), dalam satu kesempatan menyatakan idealnya target wisman tahun 2008 sebanyak 6 juta orang. “Kenapa saya ngomong angka itu, tahun lalu untuk mendapatkan angka 5,5 juta orang saja susah,” tutur Ben, seperti dikutip dari Venue Magazine.

Memang, perhelatan ini terkesan mendadak. Meski begitu pemerintah melalui Depbudpar sudah menganggarkan dana sebesar Rp 54 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk biaya promosi.

Guna menunjang perhelatan ini, beberapa pemda memang sudah menyiapkan potensi daerah mereka masing-masing, bahkan menggelar hajatan serupa. Seperti Pemerintah Daerah Provinsi Sumatra Selatan, yang mengandalkan Palembang sebagai tujuan wisatanya dengan program Visit Musi 2008 yang diluncurkan 5 Januari 2008.

Tak hanya Sumatra Selatan, Jawa Barat konon juga menggadang Visit West Java. Hanya, gaungnya memang kalah gereget ketimbang Visit Musi 2008.

Ada yang optimis

Siap tidak siap, perhelatan untuk para turis asing sudah dimulai. Koordinasi diperlukan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Sumatra Barat boleh jadi bergelora menyambut perhelatan ini. Menurut Asnawi Bahar, Ketua Asita Sumatra Barat, provinsi ini sudah menggadangkan 10 kabupaten kota yang bakal menjadi daerah wisata unggulan.

Pihaknya sendiri menargetkan tak kurang dari 200.000 wisman untuk tahun 2008. “Cukup optimistis, mengingat tahun 2007 jumlah wisman hanya 120.000 orang,” tandas Asnawi.

Salah satu tempat yang diandalkan Sumatra Barat menggaet wisman adalah Kepulauan Mentawai yang telah lama dikenal sebagai surganya penggemar surfing. “Surfer kelas dunia banyak, lo, yang datang ke Mentawai,” ujar Asnawi berpromosi. Tak perlu heran, Australia menjadi salah satu wisman incaran, selain turis dari Malaysia dan Singapura.

Tak beda jauh adalah Bali. Pulau ini masih menjadi andalan untuk mengeruk devisa. Selain sudah ngetop, Bali dipilih jadi pulau terbaik di dunia oleh salah satu majalah pariwisata internasional.

Bali sendiri, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Gede Nurjaya, seperti dikutip detik.com, menargetkan jumlah wisman sebanyak 1,9 juta orang hingga 2 juta orang. Tidak terlalu besar memang kenaikannya, hanya sekitar 22% ketimbang pencapaian tahun 2007. “Angka 2 juta sudah ideal, apalagi Bali biasanya menyumbang 30% hingga 40% dari total wisman di Indonesia,” ujar Djinaldi Gosana, Direktur Eksekutif Asosiasi Hotel Bali.

Tidak semua daerah yakin mampu meningkatkan jumlah wisman mereka. Pemerintah Kota Batam untuk tahun 2008 hanya menargetkan 1,2 juta wisman. Target ini sebenarnya sama dengan target tahun 2007. Hanya, pencapaian wisman sepanjang tahun 2007 cuma 1,1 juta orang.

Setali tiga uang adalah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Melihat pencapaian tahun 2007 sebanyak 360.000 wisman melenceng dari target awal sebesar 500.000 wisman, Jawa Barat hanya menargetkan wisman sebanyak 375.000 orang.Menurut Herman Rukmanadi, Ketua Asita Jawa Barat, target ini termasuk ideal, “Menurut saya mending target rendah tapi hasil lebih tinggi,” tuturnya kalem.

Penerimaan sektor ini di APBD Jawa Barat tahun 2008, melalui Disbudpar, memang hanya Rp 7,5 miliar, jauh menurun dibanding dengan anggaran tahun 2007 yang besarnya Rp 12,5 miliar. Namun Jawa Barat optimistis dapat mencapai target 2008.

Masalah Infrastruktur

Sayang, masalah klasik kembali menerpa pariwisata Indonesia. “Persoalannya adalah pembenahan obyek wisata dan infrastruktur. Anda lihat sendiri bagaimana kondisi obyek wisata kita?” tutur Herman.

Asnawi mengamini Herman. Dia menyorot kesiapan pemerintah pusat untuk menyongsong perhelatan Visit Indonesia 2008. “Persiapan kita hanya satu bulan sebelumnya, bandingkan dengan Malaysia yang promosinya sudah jauh-jauh hari sebelumnya,” tandas Asnawi.

Faktor akses internasional langsung ke tempat wisata juga disorot Asnawi. “Dulu pernah ada akses langsung dari Amsterdam ke sini, sekarang sudah enggak ada lagi,” tambahnya. Kemudian Melawai yang diminati peselancar internasional ternyata tidak mempunyai bandara yang mampu menampung pesawat besar.

Kalau begini terus, bagaimana mau bersaing dengan negara tetangga? Masa lagi-lagi hanya mengandalkan Bali?

+++++
Ayo, dong, Datang ke Tanah Lot

Setelah vakum cukup lama, tahun ini Indonesia meluncurkan program Visit Indonesia 2008. Meski begitu, tak bisa dipungkiri Bali masih menjadi daya jual yang menarik bagi program tersebut. Lihat saja baliho Visit Indonesia 2008 di Bunderan HI yang memasang panorama menarik dari Tanah Lot.

Tidak semua daerah optimistis mampu menaikkan jumlah wisata-wan mancanegara (wisman) ke tempat mereka. Namun, Pemerintah Daerah Provinsi Bali tetap optimistis mampu menaikkan jumlah wisman di tempat mereka.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Gede Nurjaya, seperti dikutip detik.com, bilang Pemerintah Daerah Provinsi Bali optimistis mampu menaikkan jumlah wisman mereka menjadi sekitar 1,9 juta orang hingga 2 juga orang. Sementara, target pesimistis mereka sebanyak 1,8 juta orang. Jumlah tersebut sudah hampir mencapai 30% dari target pemerintah di tahun 2008 sebanyak 7 juta wisman.

Nurjaya tidak asal ngomong. Dasar mereka adalah target wisman tahun 2007 yang 1,6 juta orang, ternyata kelebihan jadi 1,65 juta orang. Dari jumlah itu, wisatawan Jepang menduduki posisi tertinggi sebanyak 21%, disusul wisatawan Australia sebanyak 18%, baru kemudian Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan China. Sementara, jumlah turis asal Eropa dan Amerika Serikat menyusul dibawahnya.

Bertambahnya jumlah penerbangan dari Timur Tengah di bulan Maret 2008 termasuk faktor yang mendukung pariwisata Bali.

Meski begitu, Nurjaya mengakui penyebaran kunjungan wisatawan ke Bali masih belum merata. “Paling banyak dikunjungi adalah Nusa Dua, Sanur, dan Kuta,” cetus Nurjaya.

Pihaknya sendiri sedang berusaha agar kunjungan wisatawan juga menyebar ke Gianyar, Buleleng, Karangasem, dan Jembrana.

Hmm…, Bali memang masih jadi surga bagi para turis asing.


0 Responses to “Visit Indonesia 2008”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: