07
Feb
08

Rokok mild, idola produsen dan konsumen tahun 2008

Tidak salah kalau istilah uang rokok menjadi kode abadi pengurus jasa. Sampai kapan pun, bisnis ramuan tembakau ini memang tidak akan mati.

Setidaknya, optimisme itulah yang menguar dari para produsen rokok dalam negeri. Ismanu Soemiran, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), mengatakan bahwa produksi nasional tahun 2008 ini diperkirakan sebanyak 230 miliar batang rokok. Sekitar 93% dari pasokan tersebut adalah rokok kretek, dan sisanya rokok putih. Angka produksi nasional itu, sejatinya, tidak terlalu fantastis. Tahun 2007 lalu, realisasi produksi rokok nasional mencapai 224 miliar batang.

Menurut Ismanu, produksi sebanyak 230 miliar batang belumlah menyentuh angka kapasitas produksi rokok nasional. “Itu baru sekitar 40%-nya saja,” ujarnya.

Kejayaan produksi, ujar Ismanu, pernah mereka rasakan pada tahun 2000. “Waktu itu, produksi nasionalnya mencapai 235 miliar batang,” kenangnya.

Seperti kita tahu, di pasar beredar empat jenis rokok, yakni sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin reguler (SKM), lantas SKM mild, serta rokok putih.

Nah, sumber-sumber industry rokok yang dihubungi KONTAN mengatakan bahwa tahun 2008 ini segmen rokok mild akan mengalami perkembangan yang signifi – kan. “Tahun 2008 ini, segmen mild akan mengalami pertumbuhan antara 20% sampai 30%,” kata Muhammad Warsianto, Penasihat Senior Nojorono Tobacco, produsen Classmild. Hal senada juga diungkapkan oleh Herman Surjadi, pemilik pabrik Cakra Guna Cipta, produsen rokok Cakra.

“Tahun ini, rokok fi lter mild akan lebih diminati,” katanya. Warsianto mengatakan bahwa perkembangan pasar rokok mild terjadi lantaran ada penambahan penggemar rokok jenis ini, baik yang muda maupun tua. “Mereka sudah mulai sadar untuk merokok dengan kandungan tar dan nikotin yang lebih rendah,” ujarnya.

Hanya, Warsianto mengaku bahwa tahun lalu pun penjualan rokok Classmild mengalami kenaikan sampai 50%. “Tidak salah, kalau kami membesarkan produksi mild,” katanya.

Varian baru

Hal tersebut sesuai dengan riset BNI Securities yang menyampaikan tren naiknya perokok pemula pada anak dan wanita. Golongan perokok ini diperkirakan menyerbu jenis rokok kretek mild.

Sampai saat ini, pasar rokok mild masih dikuasai oleh HM Sampoerna, dengan produk A Mild mereka. Elvira Lianita, Manajer Komunikasi HM Sampoerna, mengatakan bahwa tahun lalu, antara bulan Januari sampai September 2007, Sampoerna mencatat pangsa pasar rokok terbesar, mencapai 28,1%.

Dari angka tersebut, penjualan A Mild dan U Mild ternyata member sumbangan besar. “Kontribusi penjualan terbesar kami disumbangkan oleh Dji Sam Soe, Sampoerna Hijau, A Mild, U Mild, dan Marlboro,” kata Elvira yang enggan menyebutkan detil angkanya. Hanya, produsen menolak anggapan bahwa mereka melebarkan sayap pada pasar berusia muda.

“Sampoerna selalu mengarahkan kegiatan promosinya bagi perokok dewasa,” kilah Elvira. Hal serupa disampaikan Warsianto.

“Kami mengimbau anak di bawah 18 tahun tidak merokok. Ini kan regulasi internasional,” katanya. Biar bagaimana pun, pertumbuhan pasar ini tidak boleh disiasiakan.

Jangan heran jika pagi-pagi para produsen rokok sudah menyiapkan andalan mereka untuk meraup pasar tersebut.

Djarum, misalnya. Sejak akhir 2007 lalu, mereka sudah mengumumkan kelahiran Djarum Black Slimz yang baru beredar bulan depan.

Begitu juga dengan Cakra. Herman bilang, pabriknya berniat mengisi kekosongan pasar rokok mild golongan tiga, yang ditinggalkan Bentoel. “Kami akan bikin sedikit dulu, misalnya sebulan antara 5 juta sampai 10 juta batang,” ujar Herman. Rokok baru itu, kata dia, akan dijual dengan harga Rp 5.000 per bungkus. Maklum, “Itulah pasar yang ditinggalkan oleh Bentoel,” alasannya.

Bentoel sendiri, sampai kini, masih mengandalkan Starmild dan Bentoel Mild untuk pasar rokok rendah tar dan nikotin. Kata Nicolaas B. Tirtadinata, CEO Bentoel International Investama, pihaknya mengalami penambahan penguasaan pasar tahun lalu. “Dari 4% menjadi 7%,” katanya beberapa waktu lalu.

Warsianto bilang bahwa semua produsen akan mengandalkan rokok mild mereka. “Kami tidak akan saling memakan, karena pasarnya memang membesar,” tutur dia . Mantap, tapi gawat!


0 Responses to “Rokok mild, idola produsen dan konsumen tahun 2008”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: