08
Feb
08

Tak Gentar pada Serbuan Dua Jaringan Besar

Bisnis ritel memang menggiurkan, apalagi jika bicara peluang bisnis di minimarket. Di era yang serbacepat dan efisien ini, keberadaan minimarket sangat membantu masyarakat yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari, tanpa perlu repot pergi jauh ke hipermarket ataupun pasar tradisional.

Bicara minimarket, siapa sih yang tak kenal dengan jaringan Alfamart dan Indomaret? Hampir di seluruh pelosok permukiman pastilah sudah disinggahi salah satu dari jaringan besar di bisnis minimarket tersebut.

Meski bisnis ini cukup menggiurkan, tak bisa dipungkiri terjadi persaingan yang sangat ketat diantara pemainnya. Bahkan, jika ada satu kawasan yang pasarnya sangat potensial, kita bisa menemukan Alfamart dan Indomaret yang saling berhadapan.

Lalu, bagaimana dengan pemain minimarket lain? Di beberapa kawasan, persaingan antara dua pemain besar ini tak jarang membuat minimarket independen menderita kerugian, bahkan sampai ada yang harus menutup tokonya gara-gara tak sanggup menanggung rugi.

Pernyataan ini bisa jadi benar. Arief Zulkarnaen, pemilik Jodi Minimarket di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, mengakui ketatnya persaingan minimarket, “Sekarang tinggal bagaimana minimarket menerapkan strategi dan inovasi yang menarik. Jika gagal, siap-siaplah menutup toko,” ucapnya.

Nama bukan jaminan

Nama besar bisa menggetarkan, namun ternyata hal ini tidak terjadi di seluruh kawasan. Di beberapa tempat yang terjadi sebaliknya, beberapa minimarket independen tetap berdiri dengan kokoh.

Arief sendiri mengalami hal tersebut. Dahulu di kawasan Jalan Jaksa hanya ada dua minimarket. Entah karena strategi yang salah atau apa, minimarket saingan Arief yang buka tahun 1999 terpaksa menutup tokonya di tahun 2005. Setahun kemudian, penyewa baru bangunan tersebut membuka minimarket baru dengan menggandeng Indomaret.

Awalnya, Arief sempat waswas pada kelangsungan toko yang telah didirikannya sejak tahun 2000 itu. Namun, kekhawatirannya tak terbukti, karena hingga tahun 2007 lalu, omzet bisnis Arief ternyata tak banyak berubah.

Pesaing Arief tampaknya menyadari hal tersebut, hingga akhirnya memutuskan untuk memperluas tempat usahanya di akhir tahun 2007. Dampaknya mulai terasa oleh Arief, omzetnya berkurang 20% hingga 30%.

Arief menyadari berkurangnya omzet lebih karena ketertinggalan strategi toko miliknya dari Indomaret. “Nah, dalam waktu dekat, saya juga akan menerapkan strategi baru guna meng-counter strategi mereka,” imbuhnya.

Untuk itu, Arief telah menggandeng salah satu rekannya yang kebetulan mempunyai banyak pengalaman di bidang ritel. “Sekarang ini zamannya kill or to be killed,” imbuhnya lugas.

Pengalaman yang nyaris sama dialami juga oleh Musyrifah, pemilik minimarket Ami Mart di bilangan Joglo, Jakarta Barat. Meski umur toko Musyrifah lebih muda dari Indomaret dan Alfamart yang letaknya hanya sekitar 500 meter dari lokasi tokonya, ternyata Ami Mart mampu bertahan selama hampir empat tahun ini. “Awalnya kan kami hanya mau berusaha saja, lagian rezeki orang berbeda-beda, sudah ada yang mengatur di Atas,” cetusnya, diplomatis.

Juni Hartono, salah satu mitra Seven Days, minimarket 24 jam, juga merasa optimistis pada perkembangan bisnis minimarket. “Masing-masing punya keunikan dan target sendiri,” bebernya.

Meski persaingan sangat ketat, toh omzet yang mereka dapatkan cukup lumayan. Kendati mengelak menyebutkan jumlahnya, Arief mengaku hasilnya masih berlebih untuk membayar sewa kontrak tempat sebesar Rp 2 juta per bulan plus gaji 7 orang karyawannya. Juni pun setali tiga uang, walau sempat kedodoran di dua bulan pertama. Memasuki bulan ketiga, omzet tokonya sudah lebih di atas Rp 3 juta-Rp 4 juta per hari pada hari biasa, dan Rp 5 juta-Rp 6 juta pada akhir pekan.

Ternyata, banyak faktor yang bisa membuat minimarket independen bertahan dari serbuan pemain ritel besar. Asalkan strategi yang diterapkan tepat, fulus pun bakal mengalir deras. Jadi, siapa takut?


5 Responses to “Tak Gentar pada Serbuan Dua Jaringan Besar”


  1. 1 listiaji
    May 24, 2008 at 1:29 pm

    Mau tanya donk, gimana bikin mini market independen di luar fanchise indo/alfa mart

  2. 2 sutikno
    June 19, 2008 at 9:52 am

    Pak Arief, anda luar biasa tangguh dalam menghadapi persaingan dengan indomaret ataupun alfamart, hendaknya kita semua meniru jiwa besar dari pak Arief ini, supaya tidak MANJA.

  3. 3 Bima
    August 26, 2008 at 10:24 am

    Saya sangat tertarik dengan konsep 7 days nya, bisa dibantu informasi mengenai dimana kantor pusat nya 7 days berikut No. telp nya, thanks

  4. 4 Grinaldi Burhan
    January 15, 2009 at 2:01 pm

    Pak..saya mau bikin minimarket yang spesifik pada jenis produk tertentu…Saya mau tanya untuk studi banding, perhitungan bisnis plannya kaya gimana?
    Terima Kasih.

  5. 5 Ridwan
    July 20, 2009 at 5:13 am

    Saya minta alamat kantor pusat sevendays mini market beserta no telpon yg bs dihubungi
    terima kasih
    Hormat saya, ridwan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: