10
Feb
08

Si Tukang Angkut Barang Emang Kagak Ade Matinye!

Setelah sempat loyo akibat dampak kenaikan BBM tahun 2005, tahun 2007 menjadi tahun yang menggembirakan bagi industri otomotif. Penjualan mobil tahun 2007 mencapai 432.000 unit, alias berhasil melampaui target penjualan yang dipatok 400.000 unit. Bagi pelaku pasar otomotif, berita ini cukup menggembirakan. Maklum, penjualan mobil tahun 2006 hanya 318.000 unit.

Nah, dari berbagai jenis kendaraan yang ada, penjualan mobil pikap (pick up) juga pantas dilirik. Hingga November 2007, berdasarkan data yang dilansir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan pikap memberi kontribusi sebesar 16% dari total penjualan mobil Indonesia.

Dari angka tersebut, Suzuki Carry MT PU menggenggam pasar terbesar, yakni 18.131 unit. Di belakangnya ada Mitsubishi L-300 PU (9.535 unit), dibuntuti Mitsubishi Colt T-120 SS mini PU yang mencatat penjualan 8.660 unit.

Dibanding dengan mobil penumpang, kontribusi penjualan pikap terhadap total penjualan mobil Indonesia memang masih jauh. Tapi, banyak yang meyakini angka ini bakal terus tumbuh secara signifikan.

“Indikasinya dari pergerakan sektor makro yang stabil. Dan, menjelang Pemilu 2009 biasanya butuh lebih banyak lagi kendaraan komersial seperti pikap,” tandas Amelia Tjandra, GM Divisi Marketing Domestik PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Andalkan produk anyar

Optimisme ADM dibuktikan saat meluncurkan produk teranyar, akhir tahun 2007 lalu. Yakni, Daihatsu Grand Max.Dari bodinya, Grand Max mengalami perombakan pakem pikap. Lagi pula, Daihatsu Grand Max memang dibuat dalam dua versi. Yaitu, mobil penumpang dan niaga. Grand Max menjadi andalan baru Daihatsu di kategori kendaraan niaga menggantikan Zebra, yang dihentikan produksinya.

Baru sebulan diluncurkan, Grand Max mendapat respons bagus dari pasar. “Saat ini saja yang inden Grand Max sudah mencapai 2.000 unit, padahal produksi kami baru mencapai 800 unit per bulan,” beber Amelia.

Jika Daihatsu lebih mengandalkan produk baru, lain halnya dengan Mitsubishi. Untuk tahun 2008 ini, ternyata produsen berlambang tiga berlian tersebut masih tetap mengandalkan merek-merek lama mereka.

Tengok saja, Mitsubishi masih mengandalkan L-300 PU. “Ini bakal menjadi andalan kami di kelas pikap 4 x 2, apalagi produk ini telah dilengkapi dengan teknologi Euro 2 sejak tahun 2007 lalu,” tutur Intan Vidiasari, Kepala Hubungan Masyarakat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, ATPM Mitsubishi Indonesia.

Untuk kelas yang lebih tinggi, yakni pikap 4 x 4, Mitsubishi mengandalkan Strata Triton. Tahun 2007 lalu, Triton berhasil memimpin pasar pikap kelas 4 x 4 dengan porsi 53,1%.

Tak mau kalah dengan pesaing-pesaingnya, sang penguasa pasar pikap Suzuki berencana bakal lebih gencar lagi menggelontorkan produk pikap jagoannya, yaitu Suzuki Carry. “Kami masih tetap mengandalkan Suzuki Carry,” kata Priyo Kurnianto, Kepala Humas PT Indomobil Niaga Internasional, pemegang brand Suzuki di Indonesia.

Suzuki Carry dilepas dalam dua versi. Yakni, mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc (1.5) dan kapasitas mesin 1.000 cc (1.0).

Dalam sebulan, Suzuki memproduksi Carry 1.5 sebanyak 1.500 unit hingga 2.000 unit. Untuk versi 1.0, jumlah produksinya mencapai 750 unit hingga 1.000 unit per bulan. Biar menjagokan merek lama, toh Suzuki optimistis masih bisa merebut hati konsumen. Buktinya, dia mematok target pertumbuhan pasar pikap sebesar 15% hingga 20% untuk tahun 2008.

Nah, saat ini tahun 2008 sudah berjalan sebulan. Meski ada sedikit gangguan kondisi ekonomi, produsen meyakini masih banyak peluang yang bisa diraih oleh mobil pengangkut barang ini.

Jongkie D. Sugiarto, Co-Chairman I Gaikindo, misalnya, masih yakin akan prospek pikap. “Pengguna pikap memang terbatas, lebih ke pengangkutan barang, namun saya melihat pertumbuhannya akan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Jongkie meyakini angka 15% hingga 20% sebagai pertumbuhan pasar pikap yang ideal.

Pendapat Jongkie didukung oleh Intan. Ia merujuk kepada faktor ekonomi makro yang terus membaik. “Dampaknya berlanjut kepada ekspansi kredit perbankan, leasing aktif memberikan kredit, sektor perkebunan dan pertambangan memberikan kontribusi yang positif pula,” tambah Intan. Tidak hanya itu, perdagangan dan industri pun terus tumbuh, dilihat dari tingkat konsumsi yang terus naik.

Persaingan jadi ketat

Memang, masih banyak pasar yang bisa digali lebih dalam. Tapi, produsen pun sadar, persaingan pikap di tahun 2008 bakal semakin sengit. “Persaingan cukup ketat, apalagi banyak produsen otomotif yang mengeluarkan jenis kendaraan niaga baru dengan fitur yang juga baru,” tambah Intan.

Saat ini, persaingan pikap lebih terkonsentrasi kepada tiga produsen besar, yaitu Suzuki dengan Carry-nya, lalu Mitsubishi dengan L-300, plus diramaikan Daihatsu dengan Grand Max yang menggantikan Zebra.

Tidak berlebihan rasanya jika produsen cukup optimistis. Secara keseluruhan, industri otomotif sedang kembali menuju puncak. Gaikindo sendiri untuk tahun 2008 menargetkan penjualan mobil tumbuh 20% menjadi sekitar 500.000 unit.

Pasar cukup optimistis. Asalkan tidak ada peristiwa besar yang terjadi sepanjang 2008, diyakini target bisa tercapai. Meski masih belum terlalu besar, pasar kendaraan niaga masih menjanjikan.

+++++
Mobil Angkutan pun Harus Inden

Animo masyakarat Indonesia untuk membeli kendaraan ternyata tak sebatas pada kendaraan pribadi atau kendaraan penumpang saja. Kendaraan niaga kini mengalami hal yang sama.

Anda tentu masih ingat bagaimana konsumen harus rela menunggu lama hanya untuk mendapatkan mobil baru idaman mereka, sebut saja Honda Jazz, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Grand Livina, dan lainnya.

Kali ini, konsumen kendaraan niaga pun harus mengalami hal yang sama. Adalah Daihatsu Grand Max yang menjadi pemicunya. Astra Daihatsu Motor memang mengeluarkan dua varian Grand Max, yakni mobil penumpang dan mobil niaga. Ternyata, untuk membawa pulang Grand Max, konsumen harus mau mengantre sampai dua bulan.

Produk Grand Max ini memang relatif anyar, karena ADM baru meluncurkannya pada Desember 2007 kemarin sebagai pengganti Daihatsu Zebra. Untuk jenis mobil pikap, Daihatsu mengeluarkan dua versi Grand Max, yakni kelas 1.300 cc dan kelas 1.500 cc.

Daihatsu Grand Max mempunyai kapasitas angkut hingga 1 ton. Tapi, melihat karakter orang Indonesia yang sering tidak mengikuti spesifikasi yang dipatok, pihak ADM sudah menyesuaikan kapasitas ADM hingga mampu mengangkut beban maksimal 2 ton.

Amelia Tjandra, GM Divisi Marketing Domestik PT ADM, melihat besarnya permintaan pasar untuk Daihatsu Grand Max ternyata tidak sebanding dengan produksi mereka. “Saat ini yang inden sudah mencapai 2.000 unit, padahal produksi kami baru mencapai 800 unit per bulan,” ucap Amelia.

Rencananya, bulan April 2008 nanti ADM menaikkan produksi Grand Max jadi 1.650 unit per bulan. Dengan penambahan produksi itu, Amelia yakin pihaknya dapat menggenggam 40% pasar.

Cuma, sampai April 2008, tentu konsumen tetap harus inden.


0 Responses to “Si Tukang Angkut Barang Emang Kagak Ade Matinye!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: