12
Feb
08

Balada Kehidupandi Hutan Menara Seluler

Anda tentu familier dengan base transceiver station (BTS), yakni perangkat transmisi untuk telekomunikasi seluler dan FWA??(fixed wireless access). Biasanya, BTS ini ditaruhdi pucuk menara, untuk mengatasi problem jarak dan meniadakan halangan.

Nah, coba tengok di sekitar Anda.Ada berapa menara BTS yang tampak? Jumlahmenara BTS memang bertambahbegitu pesat.Tahun 2005, misalnya, ada 20.000 menara BTS di Indonesia.Tahun 2007, tercatat sudahberdiri 45.000 menara BTS milik 11 operator telepon.Dari seluruhmenara BTS yang ada, sekitar 70%-nya ada di Jawa.Jadi, jangan heran jika di lahan kosong samping rumahAnda tiba-tiba berdiri menara besi.

Penambahan jumlahmenara yang luar biasa ini ternyata juga menimbulkan penolakan di mana-mana.Misalnya saja, protes warga Bandung atas pendirian menara BTS di Jalan A.H.Nasution, Bandung.Mereka mengaku ngeri dengan konstruksi menara yang rentan robohditiup angin.Pada November 2007, PemerintahKota Bandung membongkar menara yang jadi masalahitu.

Selain kondisi menara, tidak sedikit orang khawatir dengan frekuensi yang terpancar dari BTS.Kekhawatiran ini didasarkan pada asumsi sederhana.Saat kita melakukan atau menerima panggilan telepon seluler di dekat monitor komputer atau televisi, pasti akan timbul gangguan frekuensi tertentu.

Lantas, bagaimana kalau tinggal berdekatan dengan menara BTS yang harus melayani ribuan, bahkan jutaan panggilan sehari? Ngeri, kan?

Pagar ketat

Ternyata, berbahaya tidaknya frekuensi dari menara BTS juga masihsimpang siur.Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa radiasi menara telekomunikasi masihdalam batas tidak membahayakan manusia.

Tapi, efek radiasi gelombang elektromagnetik tetap menjadi tanda tanya besar.Pertanyaan mengenai keamanan BTS atau dampaknya, sudahsering mampir ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.”Sayang, kami juga tidak punya pengetahuan tentang BTS,” aku Husna Zahir, Ketua Harian YLKI.Mereka lantas menyerahkan pertanyaan tersebut kepada operator yang bersangkutan.”Dan, menurut mereka, BTS itu aman,” lanjutnya.

Gunung Hadi Widodo, pengamat seluler yang menjadi pejabat di IM3 milik Indosat, pernahmenyampaikan bukti bahwa radiasi BTS cukup aman.

Gunung bilang, pada jarak satu meter, atau yang disebut sebagai jalur pita pancar utama, menara BTS dengan frekuensi 1.800 MHz akan menghasilkan total daya radiasi sebesar 9,5 watt/m2.Sedang pada jarak 12 meter akan menghasilkan total radiasi sebesar 0,55 watt/m2.Lantas, untuk menara BTS yang mejeng setinggi 52 meter akan menghasilkan total radiasi sebesar 0,029 watt/m2 .

Besaran radiasi tersebut di bawahambang batas radiasi yang diperbolehkan WHO, yaitu masing-masing 4,5 watt/m2 untuk perangkat yang menggunakan frekuensi 900 MHz dan 9 watt/m2 untuk 1.800 MHz.

Selain itu, ketatnya aturan mengenai pembangunan menara bisa menjadi tolok ukur keamanan radiasi BTS.”Pancaran gelombang elektromagnetik yang besar memang berkolerasi dengan kesehatan manusia,” ujar Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Maka, regulator membuat pagar yang ketat bagi operator untuk membikin menara BTS mereka.Misalnya, ada standar dari International Telecommunication Union (ITU) dan Dirjen Postel.Dengan aturan tentang jarak ini, diharapkan pancaran gelombangnya tidak mengganggu makhluk hidup terutama manusia.

Bom waktu

Heru juga menepis anggapan bahwa hutan menara BTS bisa mempengaruhi kesehatan karena gelombang elektromagnetiknya.Menurutnya, daya pancar dan frekuensi setiap menara BTS itu berbeda.Lagi pula, zaman sekarang manusia tetap tidak bebas dari pancaran frekuensi serupa, meski tidak tinggal di dekat BTS.

Hal serupa diamini olehGuntur Siboro, Direktur Pemasaran Indosat.”Dunia ini sudahpolusi gelombang radio dari segala barang elektronik yang ada, satu-satunya cara, ya, mengelola pemakaiannya dengan baik,” kilahnya.

Namun, hutan menara di permukiman tetap menimbulkan masalahsendiri.”Dikhawatirkan, ada overlapping frekuensi untuk satu jaringan yang tidak perlu,” ujar M.Djumadi, Sekjen Indonesian Telecommunications User Group (IDTUG).

Menurut Djumadi, overlapping itu akan berakibat buruk kepada kesehatan manusia dalam jangka waktu lama.”Ini seperti bom waktu saja,” kata dia.

Jadi, biarpun radiasinya belum mencapai ambang batas berbahaya, masyarakat tetap harus kritis terhadap jumlahmenara BTS di permukiman mereka.

Hanya, pendapat Djumadi ini ditepis olehMerza Fachys, Sekjen Asosiasi Telekomunikasi SeluruhIndonesia (ATSI).Menurutnya, pemerintahtelahmengatur frekuensi masing-masing operator telekomunikasi, termasuk cakupan wilayahnya.”Enggak mungkin tumpang tindihfrekuensi itu membahayakan.Karena aturan frekuensi itu berlaku internasional,” ungkap dia.

Merza menunjuk sinyal GSM ada di frekuensi 800 MHz dan 1.900 MHz.Sedang frekuensi 2,1 GHz untuk sinyal 3 G.”Kalau enggak diatur seperti itu, nanti ponsel kita enggak bisa bunyi, dong,” selorohnya.

Memang, Merza tetap mengakui bahwa ATSI memahami keresahan yang terjadi di masyarakat seputar menara BTS.”Keresahan itu wajar, dan masyarakat berhak untuk resah,” ujarnya.”Siapa, sih, yang enggak ngeri kalau ada tower di belakang rumahnya?” lanjut Merza.

Namun, kata Merza, yang harus lebihdiperhatikan sebenarnya bukanlahmasalahradiasi, melainkan keamanan bangunan menara.Beberapa laporan menyebutkan, keamanan bangunan menara BTS ini masihkerap rentan.Jika tertiup angin ribut sedikit atau digoyang gempa yang tidak besar, menara bisa robohmenimpa bangunan sekitarnya.

Untuk itulah pemda memasang syarat bahwa operator harus memenuhi syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).Izin ini mencakup analisis dampak lingkungan yang harus dikaji secara mendalam.Proses seperti ini juga akan menghindarkan berdirinya menara ilegal.”Kalau sebuahmenara sudahada IMB-nya, masyarakat tidak perlu takut, baik dari segi radiasi maupun keamanan bangunan,” lanjut Merza.

Nah, jika tergolong orang yang resahpada kehadiran menara, Anda bisa menanyakan IMB menara itu pada pemda.


3 Responses to “Balada Kehidupandi Hutan Menara Seluler”


  1. October 9, 2010 at 11:11 pm

    dear news.
    warga cipadung RW01 dan RW 02 kecamatan cibiru kota bandung,menjadi resah akibat berdirinya tower yang bersebelahan dengan pompa bensin.
    keresahan warga berkaitan hal yang dikhawatirkan adalah tragedi ledakan dan kebakaran dahsyat saat petir menyambar tower atau menara selular dan petirnya bocor serta menyambar uap bensin di pom bensin tersebut.
    warga mendesak pemrintah membongkar menara selular tersebut. selain itu pemilik tower tsb tdk mengantongi izin.

  2. October 9, 2010 at 11:52 pm

    WARGA CIPADUNG TOLAK MENARA SELULAR

    Berkaitan dengan berdirinya menara selular (bts) yang berlokasi di jalan AH.Nasution tepatnya di RW-01 dan RW-02 Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru kota Bandung, Warga melalui ketua RW 01 dan RW 02 menyampaikan surat keberatan kepda walikota Bandung H.DADA ROSADA,Wakil Walikota AYI VIVANANDA,SH. KDTRC KB H.IR. YUNIARSO RIDWAN atas berdirinya tower ditempat mereka.
    menurut masyarakat setempat, tower yang telah berdiri tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).
    berdasarkan keterangan RT.RW,Lurah dan Camat bahwa kontraktor PT.Mitrayasa sarana informasi saat membangun tower tsb memperlihatkan surat imb yg diterbitkan oleh badan pelayanan izin terpadu (bppt) kota Bandung. namun mereka mengatakan alamat pemasangannya di RT.03 RW.013 Cipadung cibiru,sementara tower berdiri diatas tanah yg terletak diantara RW-01 dan RW-02 cipadung-cibiru.
    jelas hal ini melanggar, diduga surat imb satu dipakai di dua titik pemasangan.
    apakah satu imb dimungkinkan untuk dipergunakan di dua titik pemasangan ? jika jawabanya -“Ya” maka sudah sepantasnya para penyidik memeriksanya dan melakukan penyelidikan.

  3. October 14, 2010 at 1:20 pm

    berkaitan dengan tower yang terpasang di cipadung cibiru, ditemukan surat imb (ijin mendirikan bangunan) ganda.
    jelas di badan pelayanan perijinan terpadu kota bandung ada mavia perijinan,tentunya perijinan ini sudah tidak benar, kemungkinan besar diduga berbau KKN, terjadi gratifikasi besar-besaran di bppt ini.
    jika para penyidik membaca tulisan ini kami minta segera diselesaikan. menurut ketua lsm BADAR INDONESIA MULYANA RACHMAN,ST. Bahwa pihak pemerintah tidak mendengar keluhan warga artinya ada sesuatu yang menguntungkan oknum.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: