08
Mar
08

menggosok kawasan serpong

Siapa yang menyangka hamparan hutan karet itu kini jadi buruan warga yang kesesakan menghuni pusat kota. Benar, orang-orang kini mulai memperhitungkan Serpong, Tangerang, sebagai salah satu hunian dan kawasan komersial yang memiliki prospek investasi menarik. Pendeknya, Serpong kini menjadi primadona! Tak percaya? Lihat saja aktivitas para pengembang yang menjejakkan kaki di Serpong.

Tak cuma Sinarmas yang terus menggarap Serpong dengan BSD City-nya. Di situ juga ada Summarecon Serpong. Pengembang Grup Summarecon Agung ini juga tak henti mengembangkan berbagai proyek di wilayah kekuasaannya. Lalu, masih ada Alam Sutera yang ikut menggemukkan pasar properti di kawasan Tangerang.

Yang juga tak mau ketinggalan adalah Paramount Serpong. Grup usaha Paramount International ini terus membangun bayi kluster pertama di kawasan Paramount Lakes di Gading Serpong seluas 800 hektare. Dari hasil teropongan Pusat Strategis Intelijen Properti (PSIP), sejak tahun 2007, Serpong akan menjadi lahan buruan warga Jabodetabek. Terlebih, ketika banyak wilayah Jakarta terendam banjir, Serpong bebas dari serbuan air bah itu.

“Apalagi setelah saat ini memiliki banyak area komersial, Serpong menjadi magnet tak terelakkan,” ujar Ali Trang-handa, Direktur PSIP. Ditambah lagi, banyak pengembang membuka akses jalan tol menuju perumahan yang mereka bangun. Penawaran properti di kawasan ini semakin marak pula. Awal tahun ini, misalnya, Summarecon menawarkan Pondok Hijau Golf; yaitu Aquamarine Residence dan Topaz Residence. “Kami memang terus membangun kluster-kluster perumahan,” ujar Johanes Mar-djuki, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk.

Dua kompleks hunian anyar ini berdiri di atas lahan 14 hektare dan menyasar kalangan menengah atas. Total, ada 233 unit untuk Topaz dan 240 unit untuk Aqua Marine. Selain untuk hunian, Summarecon juga menyasar investor yang suka beternak rumah. Dalam hitungan Summarecon, nilai investasi di kawasan ini akan naik 15%-20% per tahun. Apalagi, “Jakarta sudah padat dan susah cari rumah. Serpong menjadi salah satu pilihan yang menarik,” ujar Sharif Benyamin, Direktur Eksekutif KSO Summarecon Serpong.

Di lahan Gading Serpong yang berbukit-bukit serta mempunyai beberapa danau, Summarecon menawarkan Topaz dengan empat tipe rumah. Harganya mulai Rp 374 juta hingga Rp 676 juta per unit. Saat ini 98% unit sudah terjual. Serah terima sertifikat pada bulan Juni 2009. Adapun untuk Aquamarine, harga rumahnya mulai Rp 705 juta hingga Rp 1,4 miliar. Saat ini tinggal 10% saja unit rumah yang belum terjual. Summarecon juga tengah menawarkan ruko Fluorite dengan harga mulai Rp 912 juta per unit.

Kedekatan Serpong dengan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta serta akses jalan tol juga menjadi nilai lebih kawasan ini. Pengembang yang di bursa saham dikenal dengan kode saham SMRA itu menjulangkan pula Summarecon Mal Serpong alias SMS, yang mulai beroperasi sejak pertengahan tahun lalu. SMS menggebrak pasar pusat perbelanjaan dan ritel di sekitar Serpong dengan luas 65.000 m2.

Tak tanggung-tanggung, Summarecon menggelontorkan duit Rp 200 miliar untuk membangunnya. “Ini merupakan tahap pertama pembangunan di kawasan Sentra Gading Serpong dari tiga tahap yang direncanakan. Kami segera membangun dua hotel dan tiga apartemen serta dua service apartment dan satu menara perkantoran, yang akan selesai dalam 10 tahun ke depan,” papar Soetjipto Nagaria, Preskom Summarecon Agung.

Untuk perkantoran delapan lantai saja Summarecon akan menghabiskan dana Rp 50 miliar. Summarecon juga akan menyediakan wisata kuliner untuk para penghuninya. Sebut saja Pusat Makanan Salsa Food City yang lokasinya ada di pelataran Summarecon Mal Serpong (SMS).

Tak kurang ada 15 gerai makanan dengan hiburan live music setiap hari. “Pengunjung di gerai-gerai ini membesar dari hari ke hari,” ujar Alphonzus Widjaja, GM Summarecon Mal Serpong. Downtown Walk pun dibangun Summarecon dengan suasana alfresco dining-nya. Makan malam di situ menjadi terasa nikmat dalam suasana terbuka. Bahkan, di area milik Summarecon ini Downtown Walk menyediakan zona wi-fi gratis. “Internet sudah menjadi bagian kehidupan kita, karenanya kami menyediakan internet secara free bagi pengunjung,” ujar Alphonzus.

Kembalinya Summarecon dalam peta bisnis properti di Serpong agaknya menjadi alarm bagi pengembang lain. Maklum, pembangunan properti Summarecon sempat mandek usai tergebuk krisis ekonomi. Nyatanya, sejumlah rencana kerja juga mulai disusun pengembang penguasa di kawasan Serpong, yaitu Sinarmas. Perusahaan ini kini mulai mengembangkan kawasan BSD tahap II seluas 800 hektare-1.000 hektare. Rencananya, seluruh bangunan bakal rampung tahun 2013-2014.

“Sebanyak 200 hektare untuk komersial dan sisanya hunian,” kata Manajer Senior Komunikasi Korporasi PT BSD Idham Muchlis. Yang baru saja mereka luncurkan adalah Foresta. Dari 12 kluster yang akan dibangun, saat ini baru rampung dua kluster dengan total hunian 420 unit. Harga rumahnya mulai Rp 400 juta hingga Rp 750 juta per unit. BSD optimistis hunian baru ini akan terserap pasar.

Selain banyak warga Jakarta mencari daerah aman banjir, “Nilai tanah di kawasan BSD City bergerak mencapai 20%-30% per tahun,” hitung, Idham. Itu sebabnya, memborong tanah di kawasan ini untuk rumah tinggal maupun bisnis adalah investasi yang cukup menarik. Sinarmas juga menggenjot area perkantoran, namanya Cyber Green Office, yang menggabungkan konsep high-tech office dengan lingkungan yang hijau. Luasnya mencapai 20 hektare. Lokasinya dekat German Centre. Dalam waktu delapan tahun ke depan, akan berdiri 20 gedung jangkung antara delapan lantai dan 20 lantai di kawasan Green Office tersebut. Kelak, BSD City bakal menjadi wi-fi city, seperti di San Francisco.

Jadi, akses internet ada di mana saja di setiap sudut kota. Warga tinggal pakai dan membayarnya. Green Office juga akan menghadirkan suasana Orchard Road. Akan tersedia jalan yang lebar bagi para pedestrian, lengkap dengan bangku pelepas lelah, taman hijau, kafe, dan resto. Properti anyar lainnya yang bakal menjejak Serpong adalah Sinarmas World School atau SWS yang juga dibangun Sinarmas. Sekolah internasional di atas lahan 5,2 hektare ini segera beroperasi pertengahan tahun ini.

Bahkan, kampus Universitas Multimedia Nusantara milik Kelompok Kompas Gramedia seluas 8 hektare pun segera nangkring di kawasan Gading Serpong ini. Kalau tak meleset, rencananya Sinarmas akan membangun pula drive-in di BSD City.

Fasilitas nonton film layar lebar di dalam mobil ini dulu dikenal di Ancol, Jakarta Utara, tapi saat ini sudah lenyap. Nah, BSD City akan menghidupkannya kembali, mengingat tanah BSD masih banyak yang kosong. Sinarmas juga akan mengusung Blitz Megaplex dengan 14 layar-15 layar dengan total kapasitas mencapai 3.200 kursi di BSD. Konon, ini akan memecahkan rekor MURI sebagai layar terbanyak di Indonesia.

“Nantinya bakal dilengkapi gamesphere dan kids playground,” kata Dian Sunardi, Manajer Pemasaran Blitz Megaplex Kata Idham, BSD memang akan terus menambah fasilitasnya. “Kami ingin membangun kemandirian di Serpong. Jadinya tinggal, bekerja, dan menikmati hiburan di BSD,” ujarnya. Wajar saja pengembang mulai mengisi lahan kosong di Serpong dengan residensial dan komersial. Soalnya, harga tanah di kawasan ini naik terus.

Dalam hitungan PSPI, naiknya pamor Serpong juga menjadikan kawasan sekitarnya ketularan fasilitas sekaligus kenaikan harga tanah. “Pamulang, Bintaro, dan Ciputat itu termasuk wilayah yang ketularan,” ujar Ali Hitungan yang sedikit berbeda datang dari Bangga Nirwanjaya, Direktur Asosiasi CB Richard Ellis Indonesia. Menurut dia, kawasan Serpong yang didesain untuk pasar menengah ke atas justru harus sigap bersaing dengan kawasan Cibubur yang juga tak kalah mencorong. “Cibubur-Sentul-Bogor lebih berkembang. Hanya, Serpong membangun lebih duluan,” kata Bangga.

Meski begitu, Serpong merupakan akses penghubung ke banyak tempat di kawasan Tangerang. Dus, di kandang sendiri, kilatan Serpong memang lebih menyilaukan ketimbang kawasan lain di Tangerang. Makanya, Serpong bukan hanya bagus untuk resedensial tapi juga komersial. Apalagi BSD pun telah memiliki pasar modern, pasar tradisional yang ditata modern. Dengan lantai keramik, pasar itu diminati masyarakat kelas menengah yang memang merindukan belanja di pasar, bertransaksi dengan pedagang. Pasar yang terletak 500 meter dari pintu keluar tol BSD lingkar timur ini berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare.

Tak jauh dari pasar ini ada pasar-pasar modern, seperti ITC BSD, BSD Plaza, Giant, dan WTC BSD, serta BSD Junction yang mengusung konsep dining, entertainment, lifestyle. Mal seluas 3 hektare ini bisa menjadi titik pertemuan alias rendezvous warga yang datang dari barat (Karawaci dan sekitarnya), dari timur (Bintaro), dan dari selatan (Pamulang, Ciputat, Parung).

Seturut dengan gaya hidup masyarakat Jakarta, Serpong menawarkan sejumlah kawasan hiburan sebagai ajang pelepas lelah di ujung minggu. Misalnya, Jajan Jazz di Taman Jajan BSD yang menyuguhkan suasana lain dengan menjejalkan alunan jazz ke kuping. Di situ pengunjung dapat menikmati musik jazz di panggung yang dikelilingi pedagang kakilima, sambil menyeruput teh panas dan makan roti bakar.

Jadi, kawasan Serpong kurang apa lagi? Dari bangun tidur hingga bangun tidur lagi pada keesokan harinya, kelak para penghuninya tak perlu lagi bersusah-payah hingga harus ke Jakarta. o


0 Responses to “menggosok kawasan serpong”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: