10
May
08

melebarkan payung hingga ke lapis bawah

Tak mau kalah dari agen-agennya yang begitu gigih memprospek calon klien, perusahaan asuransi pun seakan tak kenal lelah menggarap bisnis baru. Ada celah secuil apa pun, mereka bakal mencoba menerobosnya.

Saat ini, bisnis yang lagi giat-giatnya mereka terobos adalah asuransi mikro. Dari namanya sudah ketahuan asuransi ini untuk mereka yang berkantong pas-pasan. Tentu, mereka yang berada di kelas ini juga butuh asuransi. “Padahal, asuransi yang ada pada umumnya masih terlalu mahal untuk sebagian besar populasi Indonesia,” ujar Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia. Nah, pemegang polis asuransi mikro ini cukup membayar premi yang supermini, yaitu mulai dari Rp 2.400 hingga Rp 50.000. “Asuransi mikro itu standarnya memang untuk middle lower,” ujar Fauzi Arfan, VP Strategic Marketing AIA Indonesia.

Perusahaan asuransi memang mulai getol menggarap asuransi mikro ini, karena pasarnya masih menganga lebar. Menurut penelitian Allianz-UNDP-German Technical Organization (GTZ) tahun 2005, pangsa pasarnya mencapai 12 juta orang. Penelitian Recapital Life juga menunjukkan dari 220 juta orang Indonesia, hanya 12% penduduk yang memiliki asuransi. Itu pun dari kalangan menengah ke atas.

Nah, untuk menyentuh masyarakat hingga lapis terbawah, asuransi mikro inilah jawabannya. Hanya, belum semua perusahaan asuransi mencemplungkan diri ke bisnis ini. Masih banyak pelaku industri ini yang masih menghitung, apakah asuransi mikro ini cukup menguntungkan atau tidak. Maklum, perusahaan memang maunya gampang dan cepat, sementara investasi di bisnis ini baru tertebus dalam jangka waktu yang lumayan panjang.

Lihat saja Allianz Life Indonesia yang sejak tahun 2006 menggarap bisnis ini. Allianz mengaku telah menanamkan modal cukup besar untuk menggarap asuransi mikro, yakni untuk membangun distribusi, teknologi, dan pembaruan administrasi untuk menggarap asuransi bagi buruh pabrik. Perusahaan lain yang menyusul Allianz adalah PT Recapital Life (Relife), Asuransi Cigna, dan Asuransi Takaful. Mereka harus berhimpitan dengan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 yang sudah menggelontorkan asuransi mikro selama tiga dasawarsa lewat produknya, Asri.

Asri ini memberi manfaat bagi keluarga nasabah yang meninggal dunia, kecelakaan, atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Bumiputera menawarkan premi yang cukup mini, mulai dari Rp 1.500. Angka ini memang jauh lebih imut ketimbang Payung Keluarga milik Allianz, yaitu Rp 2.400. Guarantee Accept punya Cigna dan Takaful Sakinah milik Takaful menawarkan premi yang lebih tinggi lagi, yaitu Rp 5.000. Skema berbeda ditawarkan Relife yang mematok premi tahunan sebesar Rp 50.000 dalam bentuk voucher. Itu baru batas bawah premi.

Kutipan tertinggi Allianz adalah Rp 32.000. Lalu, Cigna, Takaful dan Bumiputera mematok kutipan terbesarnya Rp 50.000. Reich menyatakan, dengan kecilnya polis itu, tujuan utama mereka menawarkan produk ini bukanlah untuk meraup premi dalam jumlah besar saja. Tapi, “Kami telah berhasil memperkenalkan asuransi ke pasar yang nyaris tak tersentuh,” kata dia. Meski preminya mungil, bukan berarti nilai pertanggungannya juga mini, lo.

Bagi yang membayar premi Rp 1.500, Bumiputera menjanjikan nilai pertanggungan Rp 1 juta jika meninggal, Rp 2 juta jika kecelakaan, dan pembebasan sisa kredit jika tertanggung kena PHK. Bagi yang memilih premi Rp 50.000, Bumiputera memberikan nilai pertanggungan Rp 3 juta jika meninggal, Rp 6 juta jika kecelakaan, dan pelunasan sisa kredit jika terkena PHK.

Sementara itu, pemegang polis Takaful bakal memperoleh uang pertanggungan antara Rp 100.000 hingga Rp 10 juta. Lain lagi dengan Relife. Dengan jangka waktu selama tiga bulan, pemegang polis Relife akan mendapat manfaat uang pertanggungan senilai Rp 5 juta. Dari kalkulasi ini, Relife mematok perolehan premi asuransi mikro hingga Rp 2 miliar pada pada triwulan pertama di 2008. Sejak dirilis November tahun lalu, perolehan premi 2007 tercatat Rp 200 juta. Pada akhir 2007, perusahaan asuransi yang beroperasi sejak Maret tahun lalu ini telah membukukan premi Rp 51 miliar pada akhir 2007. Untuk menggenjot perolehan preminya tahun ini, “Kami akan membuka tiga kantor cabang lagi,” tutur Liza Linda, Presiden Direktur Relife.

Bicara soal target perolehan premi, Allianz punya patokan sendiri. Tahun lalu Allianz menggaet 42.000 pemegang polis asuransi mikro dan membukukan premi sebesar Rp 272 juta. Tahun ini, perusahaan asal Jerman ini berharap bisa mendapat 100.000 pemegang polis baru asuransi mikro, dan berharap memperoleh premi Rp 6 miliar. Kalau tak meleset, Reisch menghitung tahun 2010 nanti, Allianz bakal mendapatkan 300.000 pemegang polis dengan total premi sekitar Rp 10 miliar. Kecil, memang, tapi Allianz mantap melangkah menekuni bisnis ini. “Lebih baik masuk duluan ketimbang terlambat,” ujar Reich.

Untuk mencapai target perolehan premi asuransi mikro itu, perusahaan asuransi punya gaya sendiri-sendiri. Relife, misalnya, bakal menggandeng perusahaan waralaba minimarket yang sudah mempunyai 2.000 gerai di seluruh Indonesia. “Masyarakat dapat membeli voucher asuransi di gerai ini,” kata Reza Manggus, Direktur Pemasaran Relife. Sayang dia belum mau menyebutkan nama mitranya itu, lantaran proses kerjasama belum selesai.

Strategi Cigna lain lagi. Cigna menggandeng delapan bank perkreditan rakyat (BPR) yang berlokasi di Jawa Timur dan Bali. Langkah ini juga dijalankan Allianz. Bukan hanya BPR, Allianz menggandeng pula koperasi dan LSM. Malah, Allianz pun mengundang penyedia jasa keuangan mikro yang bergerak di bidang konsultasi, teknologi informasi, dan pelatihan ikut menawarkan Payung Keluarga. Allianz juga membikin asuransi mikro berbasis syariah.

Pada prinsipnya produk ini sama dengan yang konvensional. Bedanya, terletak pada komposisi penghitungan nilai manfaatnya. Demi memuluskan bisnis asuransi mikronya, tahun ini Allianz akan membuka tujuh Allianz Center. Ini merupakan pusat layanan satu atap untuk investor asuransi Allianz. o


2 Responses to “melebarkan payung hingga ke lapis bawah”


  1. May 25, 2014 at 6:53 pm

    Hi there! This post could not be written any better!
    Going through this post reminds me of my previous roommate!
    He constantly kept talking about this. I’ll forward this post to him.
    Pretty sure he will have a great read. Thanks for
    sharing!

  2. 2 sex
    August 11, 2014 at 3:03 pm

    Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point.

    You definitely know what youre talking about, why throw away your intelligence on just
    posting videos to your weblog when you could be giving us something enlightening to read?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: