27
Jun
08

koln: ibukota cokelat jerman

Menyambangi Cologne, Jerman, rasanya belum lengkap jika tak bertandang ke Imhoff-Stollwerck Museum.

Museum ini jamak dikenal sebagai Chocolate Museum, Schokolade Museum atau Museum Cokelat. Kendati museum ini sudah dibangun sekitar 15 tahun silam, nyatanya tetap menjadi tujuan wajib bagi turis yang berkunjung ke Cologne.

Tak sulit menemukan museum ini. Bertanya pada orang lokal di pojokan Cologne, mereka akan dengan senang hati membeberkan jalan menuju ke Museum Cokelat ini. Agaknya bangunan yang dibikin oleh Dr. Hans Imhoff ini menjadi kebanggaan masyarakat Cologne. Bahkan, mereka menyebutnya sebagai ‘ibukota cokelat’ milik Jerman.

Museum ini berdiri di pinggiran sungai. Merunut sejarahnya, museum ini awalnya merupakan pameran yang didesain untuk memperingati 150 tahun perusahaan cokelat Stollwerk. Perusahaan cokelat yang cukup tenar di Amerika ini berbasis di Cologne. Lantaran animo masyarakat cukup tinggi, maka dibikinlah museum yang memamerkan cokelat secara permanen. Saban tahunnya, museum ini kedatangan lebih dari 5 juta orang.

Memasuki museum yang berbanderol 6,5 euro per orang, pandangan bakal terkunci oleh pancuran cokelat dengan desain pohon emas. Tinggi pancuran cokelat ini 3 meter, dan diletakkan di ruangan dengan jendela kaca yang begitu besar. Sungguh, Cologne tampak lebih memukau dengan pemandangan seperti ini.

Lebih dari sekadar memamerkan cokelat dari seluruh dunia, museum yang kental dengan aroma cokelat ini juga bertujuan untuk mengedukasi pengunjung soal A-Z tentang cokelat. Mulai dari cokelat yang berkualitas, cokelat yang dibanderol mahal dan murah, sejarah cokelat, dan masih banyak lagi. Dus, pengunjung tak bakal salah pilih dan merasa rugi saat membeli cokelat di supermarket karena mereka sudah tahu kualitas cokelat pabrikan itu.

Selain itu, pengunjung juga bakal diberitahu bagaimana memperlakukan cokelat dengan baik. Contohnya, sebaiknya tidak menyimpan cokelat dalam kulkas lantaran bisa membunuh aroma dan citarasa keaslian cokelat. Eh, museum ini tidak memproduksi cokelat lho. Sebagai pameran saja, museum ini hanya mengolah 400 kg per hari untuk demonstrasi saja.

Pengunjung bakal disuguhi penanaman biji kakao dan prosesnya hingga tersuguh menjadi sebatang cokelat. Ada greenhouse di museum ini yang menanam biji cokelat. Dus, dengan leluasa pengunjung bisa melihat bagaimana cokelat itu tumbuh dan berkembang. O iya, mesin yang membuat cokelat bertekstur halus dan lembut, juga ada di museum ini. Asal tahu saja, mesin yang dipajang di museum ini sangat unik dan tak bisa digantikan dengan mesin lain. 

Pajangan lain dalam museum ini adalah perabotan porselen yang biasa digunakan untuk minum cokelat. Tahu sendiri, di Eropa pada abad 17-18, hanya orang-orang kaya saja yang bisa menikmati secangkir cokelat hangat.  Nah, disinilah beragam cangkir dan cawan untuk menyeruput cokelat hangat itu dipamerkan.

Ah, ada yang mau minum cokelat hangat di pelataran museum?

 


1 Response to “koln: ibukota cokelat jerman”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2008
M T W T F S S
« May   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: