27
Jun
08

mengasup cokelat dengan bijak

Coba, pergilah ke supermarket dan jelajahi deretan rak yang memajang cokelat.

Ada begitu banyak cokelat yang barangkali membikin ada bingung untuk membungkusnya pulang. Belum lagi, rak di bagian susu yang juga memajang kemasan kotak maupun kaleng susu cokelat. Dan satu lagi, sambangi di bagian freezer. Disana ada pilihan yogurt coklat nan lezat yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Lantas, bagaimana mengasup ketiganya dengan wajar? Asal tahu saja, sepotong dark chocolate mengandung berlipat-lipat antioksidan dibandingkan dengan sepotong cokelat susu. Meksi begitu, kalorinya lebih sedikit dibanding susu cokelat. Cokelat susu dengan lemak jenuhnya dan kalorinya yang tinggi lebih mudah menyebabkan gemuk karena mengandung susu. Dan karena minim kakao padat per onsnya, minim pula antioksidan.

Mari mencermati jenis-jenis cokelat yang ada di pasaran dan kalori yang ada di dalamnya. Lantaran ukuran setiap tubuh berbeda, maka Anda bisa menghitung berapa banyak cokelat yang bisa diasup saban harinya.
Dark chocolate, sepotong coklat hitam yang mengandung 110-120 kalori atau tidak sampai separuh dari jumlah kalori yang terkandung pada sebatang coklat susu.

Frozen yogurt, setengah cangkir yogurt coklat yang didinginkan mengandung 100 kalori.
Chocolate popsicles, Anda dapat memilih coklat popsicles rendah lemak yang memiliki kandungan 120 kalori.
Chocolate puddings, sepotong puding coklat hanya mengandung 120 kalori.
Hot chocolate, secangkir coklat panas terdiri dari 6 sendok susu krim (68 kalori), setengah sendok cocoa (10 kalori), dan setengah sendok gula (24 kalori).
Old-fashioned chocolate “ice cream” floats. Float yang terdiri dari setengah cangkir coklat rendah lemak dan diet soda sesuai pilihan Anda (110 kalori).
Pure chocolate, sebatang coklat murni atau kemasan 7 gram memiliki 36 kalori.
Chocolate chips, coklat chips mengandung 54 kalori.
Chocolate jimmies, coklat jimmies mengandung 20 kalori.
Chocolate syrup, sirup coklat mengandung 50 kalori setiap sendoknya.

Meskipun demikian, penambahan bahan-bahan pemanis dan penambah kaya rasa, seperti gula, susu, dan mentega memang dapat menyebabkan coklat memberikan efek yang kurang baik bila dikonsumsi berlebihan.

Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb.

Jadi, apakah masih memilih untuk melewatkan manfaat coklat? Karena solusinya mudah saja, makanlah coklat tetapi dengan memilih coklat murni atau dark cocholate.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2008
M T W T F S S
« May   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Flickr Photos

Lago di Braies

Red and Gold

Sol Duc Falls

Wasting Light

Back to forest

Red Lane 3

Prairie Falcon 2016

Suitcases

More Photos

%d bloggers like this: