22
Aug
08

takut rugi, petani menunda penanaman

Gara-gara pasokanpupukseret, sebagian besar petani padi dan holtikultura di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) terpaksa menunda masa penanaman. “Kelangkaanpupuksemakin meluas, kalau tadinya yang langka hanyapupukbuah, seperti superphos (SP-38) dan Phonska, saat inipupukdaun (urea) bersubsidi juga sudah langka,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Utara Lexi Solang.

Lexi menambahkan, petani padi dan holtikultura tidak lagi mendapatkanpupukurea bersubsidi sejak sebulan terakhir. Dia menduga kelangkaanpupukurea bersubsidi akibat pembatasan jatah ke pengecer resmi di pedesaan. Sedangkan, “Kelangkaanpupukbuah dan majemuk karena memang tidak ada suplai sama sekali kepada para pengecer,” kata Lexi.

Ketua KTNA Kabupaten Minahasa Immanuel Kaseger menilai, kelangkaanpupukini membuat kehidupan ekonomi petani semakin sengsara. Sebagian kecil petani memang ada yang memaksakan menanam, tetapi terpaksa gigit jari karena hasil produksi jauh dari harapan. Ia berharap agar pemerintah segera mencari solusi kelangkaanpupuktermasuk mengusut kemungkinan terjadinya penimbunan. Sebab, dia khawatir bila kelangkaanpupukterus terjadi akan meningkatkan angka kemiskinan sekaligus menggagalkan program revitalisasi pertanian pemerintah daerah.

PT Agrimart, salah satu dari tujuh distributorpupukdi Sulawesi Utara membenarkan terjadinya kekurangan pasokan pupuk. Penyebabnya, karena alokasipupukbersubsidi di Sulawesi Utara sudah melewati jatah. Sehingga pasokanpupukdari pabrik pun semakin mengecil. “Satu-satunya jalan dengan meminta tambahan alokasipupukke Menteri Pertanian, dengan begitu maka distribusi ke petani dapat berjalan normal kembali,” kata Direktur PT Agrimart Anita Lestari.

Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara mengaku sudah meminta pemerintah pusat menambah jatahpupukbersubsidi. Namun pemerintah pusat belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut karena kuota untuk Sulut sudah habis. Alokasipupukurea bersubsidi tahun ini untuk Sulut mencapai 20.077 ton, SP-36 (SP-38) sebanyak 3.833 ton, NPK Phonska 7.200 ton danpupukorganik sebesar 1.500 ton.


2 Responses to “takut rugi, petani menunda penanaman”


  1. January 6, 2012 at 8:22 am

    bukan orang jogja to km?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


August 2008
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: