25
Aug
08

semoga bukan tong kosong tidak berbunyi bohong

Denyut nadi Pemilihan Umum alias Pemilu 2009 mulai berdetak.

Bendera, umbul-umbul, serta spanduk partai politik (parpol) mulai berkibar dan membentang di jalan-jalan utama maupun kampung menyusul masa kampanye yang sudah bergulir sejak 12 Juli lalu. Bahkan, Partai Gerakan Indonesia Raya atawa beken dengan sebutan Gerindra telah aktif berkampanye dengan beriklan di televisi.

Tak sekadar memperkenalkan gambar partai, tapi juga sekelumit program unggulan kendaraan politik yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden ini. Panjangnya masa sosialisasi tersebut lantaran Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu membolehkan kampanye digelar jauh-jauh hari.

 “Daripada mereka bersembunyi di balik acara temu kader dan ulang tahun partai, mending kampanye saja sekalian,” kata A. Hafiz Anshary, Ketua Komisi Pemilihan Umum. Itu sebabnya, sejumlah parpol sudah menyiapkan segudang platform yang bakalan menjadi salah satu jurus mereka untuk mendulang suara. Mulai dari program politik, ekonomi, sampai sosial budaya. “Platform yang kami usung bakalan beda dengan partai lain,” tandas Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Pastilah agenda andalan masing-masing parpol akan berbeda, termasuk platform ekonomi mereka. Cuma, hampir semua parpol yang dihubungi KONTAN mengaku mengangkat program-pro-gram yang prorakyat kecil. Ambil contoh, penciptaan lapangan kerja baru, pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) dan petani. Bahkan, partai-partai tersebut menegaskan, platform mereka bukanlah pepesan kosong. Soalnya, kalau buntutnya hanya bohong, sama saja dengan mencoreng muka partai. Karenanya, “Kami menekankan pada pro-gram-program yang memang bisa dijalankan. Nah, ini yang mau kami yakinkan kepada masyarakat,” kata anggota Tim Ekonomi Partai Golkar Umar Juoro.

Misalnya saja, beberapa partai kompak dan satu suara tidak mau meneruskan Program Bantuan Langsung Tunai alias BLT. “Kebijakan tidak mendidik, semacam memberikan permen kepada anak kecil,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Rajikun. Berikut platform ekonomi sejumlah partai yang maju dalam pesta demokrasi yang bakal digelar pada 9 April 2008:

Partai Golkar Partai pemenang Pemilu 2004 ini melego upaya menjaga stabilitas harga bahan-bahan kebutuhan pokok sebagai program ekonomi jangka pendek. Soalnya, banderol sembako yang terjaga tidak hanya menguntungkan rakyat menengah bawah, tapi juga industri, baik dari sisi produksi maupun distribusi. Nah, Umar mengatakan, itu bisa dicapai dengan mengerek produksi pertanian. Caranya, dengan melakukan revitalisasi pada sektor tersebut. “Stabilitas harga tidak sekadar menggelar operasi pasar, tapi juga memperkuat produksi pertanian,” ujar dia.

Adapun untuk program jangka menengah, partai berlogo pohon beringin ini menjanjikan kesempatan kerja. Caranya bukan dengan mendongkrak pertumbuhan ekonomi lagi, tapi melalui pembangunan infrastruktur, termasuk di pedesaan, dan melakukan revitalisasi sektor industri. “Sekarang ini kita sedang berada di alam demokrasi. Kalau masyarakat tidak mendapat pekerjaan, mereka bisa kecewa kepada pemerintah dan partai yang mereka pilih,” kata Umar, yang juga merupakan calon legislatif dari Golkar.

Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat Golkar Firman Subagyo menambahkan, partainya juga sedang mengkaji apakah akan tetap melanjutkan program-program Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, “Yang positif, seperti konversi energi dan kredit usaha rakyat, kami lanjutkan,” ujar dia.

PDI Perjuangan Platform kerakyatan bakalan menjadi jualan partai ini. Salah satunya adalah Program Mari Sejahterakan Petani (MSP), dengan cara mengembangkan benih padi unggulan. Program ini, bahkan, sudah diuji coba di Jawa dan Gorontalo. Hasilnya, produksi padi tiap hektare bisa mencapai 10 ton hingga 14,5 ton. “Angka tersebut jelas jauh lebih tinggi ketimbang capaian pemerintah yang cuma sekitar 8 ton,” ungkap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung.

Karena itu, dengan Program MSP, partai bergambar banteng ini hakul yakin Indonesia bisa mengulang kejayaan sebagai negara swasembada beras. Pokoknya, PDI Perjuangan akan melahirkan lebih banyak lagi program ekonomi yang prorakyat. Masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi objek pembangunan, melainkan sebaliknya. “Dengan cara menyalurkan kredit lebih banyak lagi buat UKM, plus memberikan kemudahan akses buat memasarkan produk-produk mereka,” kata Maruarar Sirait, Ketua PDI Perjuangan.

Tak hanya itu. Kendaraan politik yang bakal mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden ini juga sudah menyiapkan jurus untuk memberantas pengangguran. Antara lain dengan menghidupkan kembali lahan-lahan negara yang potensial menjadi tanah pertanian. Satu lagi, PDI Perjuangan pun akan lebih selektif dalam memilih industri padat karya yang melibatkan penduduk dengan jumlah besar. Tentunya, yang mengarah pada pembangunan pertanian dan industri. “Jangan seperti pemerintahan sekarang, perkembangan industri padat karya masih sangat lamban,” ujar Maruarar.

Partai Demokrat Partai yang membuat kejutan dalam Pemilu 2004 lalu ini menge-depankan ekonomi pasar sosial sebagai platformnya. Maksudnya, ekonomi yang tumbuh dengan baik sekaligus melakukan perhatian dan pembelaan pada kalangan yang belum beruntung. Jadi, Partai Demokrat kepingin program pembelaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat kecil dan menengah makin jelas dalam politik anggaran Indonesia.

“Yang sekurang-kurangnya tecermin dalam APBN dan APBD termasuk kebijakan ekonomi nasional lainnya,” kata Anas. Kelompok masyarakat berbasis ekonomi yang konvensional, seperti petani, nelayan, pengusaha kecil dan buruh, perlu mendapatkan pembelaan yang lebih nyata. Contohnya, menciptakan birokrasi yang cepat dan murah, kemudahan memperoleh kredit usaha, subsidipupukdan benih. Semuanya dilakukan dengan skala yang lebih besar dan luas.

Selain itu, Partai Demokrat berusaha pula untuk tidak mendongkrak lagi harga bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi. Caranya, dengan menaikkan produksi minyak mentah. Lalu, “Diversifikasi energi, pengembangan energi alternatif dan panas bumi, sehingga beban anggaran negara tidak terlalu berat,” ujar Anas.

Partai Keadilan Sejahtera Partai dengan nomor dada delapan ini punya seabrek program ekonomi yang tersusun rapi dalam buku bertajuk: Memperjuangkan Masyarakat Madani: Falsafah Dasar Perjuangan dan Platform Kebijakan Pembangunan Partai Keadilan Sejahtera.

Kendaraan politik yang beken dengan singkatan PKS ini menetapkan platform ekonominya di atas filosofi ekonomi egaliter. Misinya, mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Untuk itu perlu langkah-langkah utama dan pendukung,” kata Rajikun. Ketiga misi itu sangat berkaitan dengan pembangunan sektor pertanian. Langkah utamanya, antara lain melipatgandakan produktivitas pertanian, kehutanan, dan kelautan. Alhasil, penghasilan masyarakat ikut-ikutan terdongkrak.

 Caranya adalah dengan melakukan modernisasi ketiga sektor tersebut, serta relokasi hingga separuh penduduk tani ke industri dan jasa berbasis agro lewat pemberdayaan wirausaha. Selain itu, harus ada upaya menggenjot daya saing industri dan jasa, sumber utama pertumbuhan ekonomi. “Skema insentif dan disinsentif diterapkan untuk mengubah arus utama barang dan jasa nasional yang terlalu bergantung pada impor, menuju pola rantai pemasok yang kuat di dalam negeri,” tandas Rojikun.

Partai Hanura Kendaraan politik yang baru saja ikut dalam gegap gempita pemilu ini menawarkan program ekonomi yang mensejahterakan rakyat. “Sekarang ini kan pengangguran banyak, makanya proses produksi mesti diserahkan kepada bangsa ini, bukannya asing,” kata Yus Usman, Sekretaris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Selain itu, partai ini menyodorkan agenda untuk serius membangun sektor pertanian. Masyarakat kecil harus diberikan lahan garapan. Caranya dengan memanfaatkan tanah negara yang menganggur dan tidak produktif, termasuk lahan yang dikuasai kong-lomerasi. Partai yang mengusung Wiranto sebagai calon presiden ini juga mengedepankan pengembangan UKM melalui bantuan modal dan akses pasar yang bekerjasama dengan industri besar. Cuma, “Pemerintah harus memiliki keinginan politik yang kuat untuk mewujudkan ini,” kata Yus.


5 Responses to “semoga bukan tong kosong tidak berbunyi bohong”


  1. September 24, 2008 at 3:54 pm

    semoga g mengumbar janji doank

    akan tetapi bener² menepatinya. biasanya para politikus hanya mengobral janji tapi apa kenyataanya
    setelah pemilu usai mereka lupa apa yg telah di ucapkanya
    mereka hanya untuk mencari dukungan,apabila akan ada pemilu byk yg berbondong bondong terjun ke daerah² tuk mencari pendukung…

    lambene dowerrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  2. September 24, 2008 at 3:56 pm

    pak klo mau memperbaiki bangsa,perbaiki dulu awakmu disek

  3. 3 Ruli
    January 27, 2009 at 4:12 pm

    Menanggapi banyaknya nada-nada sumbang tentang keberadaan Everesta Media dengan harga recovery data yang agak mahal yaitu 5 juta. Ada pengalaman yang justru tidak masuk akal. Saya Ruli, tinggal di Serpong (BSD), 38 tahun. Karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. MOHON MAAF kalau tulisan ini bukan bermaksud menjelek-jelekan orang atau organisasi tertentu. Tapi untuk penyeimbang berita saja.

    Ada suatu cerita. Boleh percaya boleh tidak. Tepatnya di awal Februari 2008 lalu, saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan listriknya, lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan bahasa aneh, agak sedikit bunyi aneh klak-kletek, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA ternyata sama saja & ada bunyi kletak-kletek.
    Akhirnya, saya membawa ke beberapa tempat recovery data di daerah Harco Elektronik dan Mangga 2 Mall. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya tidak menegerti, ternyata mereka gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakannya adalah pada piringan/disk hardisk saya sudah parah (tergores). Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya, dan mencoba merecover lagi ke beberapa tempat lain. Ternyata sama. Mereka gagal. Sama saja, terakhir saya coba lagi membawa ke jasa recovery data di bilangan Mall Ambasador, Jl.Setiabudi Sudirman, daerah Jakarta Barat juga, dan banyak tempat lain. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka juga mengaku-ngaku adalah master, ahlinya atau yang terbaik.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya sudah bingung harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba terus mencari di Internet, di salah satu situs iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media, salah satu jasa penyelamat data, situsnya http://www.everezta.com. Awalnya saya sempat ragu – ragu dengan sosok Everesta Media. Karena sebelumnya, saya sempat membaca beberapa tulisan-tulisan bernada sumbang tentang Everesta dari berbagai pihak! Mengatakan, bahwa tempat Everesta Media tidak meyakinkan sekali! Tetapi, saya coba untuk tidak mudah percaya langsung dengan tulisan mereka. Karena belum ada buktinya bagi saya! Ya. Coba-coba dululah siapa tahu lain apa yang banyak pihak propagandakan. Mungkin juga, sosok Everesta tidaklah seperti tulisan yang pernah saya baca. Di tengah keputus-asaan, karena Everesta juga saya pikir akan sama dengan yang lain sebelumnya. Awalnya iseng-iseng saja kalau saja mereka bisa. Saya coba -coba menelpon ke pihak Everesta Media. Ternyata, mereka meminta saya mengantarkan harddisk saya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung arah Depok. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka, dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah dibayar di muka. Awalnya saya ragu-ragu dan ciriga. Akhirnya, dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil harddisk tersebut untuk direcover ke kantor saya. Saya pun harus bersabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka mengabarkan kepada saya, bahwa harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, karena belum sempat dibongkar dalamnya. Katanya keberhasilan recovery data minimal 80% bukan 100%, juga waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya tergolong sangat parah secara fisik (katanya ada sudah bunyi, head bacanya rusak, tidak terdetek BIOS lagi dan sudah banyak “bad sector area”). Mereka mengajukan biaya recovery data sebesar 5 juta rupiah. Jumlah yang sangat mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya! mahal sekali! Mahal sekali mas!!!! Padahal tidak seperti di tempat – tempat lain yang pernah saya tanya, jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali, sempat saya akan membatalkan saja. Saya curiga juga takut ditipu oleh mereka (pihak Everesta).Karena terus penasaran, saya coba lagi tawar harganya agar dapat lebih murah. “Jangan mahal-mahal…..!” Entahlah, mereka tetap keras kepala! Tetap saja, mereka (pihak Everesta Media (http://www.everezta.com) tidak mau agar biayanya lebih murah, alias tidak dapat ditawar lagi biayanya. Karena terpaksa juga pasrah, mau tidak maulah! harus kemana lagi saya coba merecover data saya dengan harga jauh lebih murah, Sementara mereka belum tentu menjamin sanggup! Sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnya dengan terpaksa, saya menyetujui juga dengan biaya 5 juta rupiah secara tunai. Asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan! Itu janji saya pada pihak Everesta Media.

    Bingung dan mencurigakan juga cara kerja Everesta Media seperti apa. Terpaksa harus menunggu lebih seminggu tampa ada kejelasan. Tak sabar, akhirnya setelah 8 hari, mereka (pihak Everesta Media) tiba-tiba menelpon lagi kepada saya, dan memberitahukan bahwa sudah selesai semua data saya diselamatkan, diminta saya segera membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya mutlak secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi dong! saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya, yang sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar! Aneh, sangat tidak dapat dipercaya!!! mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya! Atau mungkin Everesta sedang kebetulan ‘hoky’ jadi dapat menyelamatkan data-data saya. Aneh! Mungkin saja….! Percaya tidak percaya! Tak perduli, walaupun banyak nada sumbang tentang Everesta lantaran tempatnya tidak meyakinkan yang masuk gang itu! Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir dulu.Sangat mahal bagi saya, biaya recovery datanya! tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun, pertama-tama saya curiga takut ditipu pihak Everesta karena tempatnya tidak meyakinkan. Sebenarnya jujur dalam hati kecil saya, terpaksa harus puas juga dengan harga 5 juta rupiah. Saat ini, sangat tidak penting seperti apa tempat Everesta Media, siapa – siapa saja yang anggotanya, bagaimana cara kerja mereka, dan berapakah personil dari Everesta Media itu?! Justru yang terpenting bagi saya Everesta Media adalah lebih dan memiliki nilai tambah dari dari yang lain! Karena terbukti telah berhasil menyelamatkan data-data penting saya, bahkan yang sudah lama dihapus sekalipun. Sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah.

    Ruli, Serpong (8-1). Sekali lagi. Percaya atau tidak cerita. Terserah anda, jangan tuntut saya telah menipu anda di hari akhir kelak! Mau dianggap fiktip belaka silahkan. Terserah anda juga. Karena kebenaran cerita ini tidak akan pernah dibuktikan kebenarannya! Jangan tanya saya fiktip atau tidak. Hanya saja.Terima kasih kalau anda telah mau membacaya.

  4. June 5, 2015 at 5:49 am

    Kebanyakan politikus memamng begitu….obral janji doang

  5. April 8, 2016 at 1:35 pm

    p diddy finally got to know the meaning of what in jamaica is called “real bad man”. he calls himself “bad boy”. in jamaica the real thing is “bad bwo Click https://twitter.com/moooker1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


August 2008
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Flickr Photos

Chin Scratching Short-eared Owl

Making A Splash

Chouette épervière -  Northern hawk owl - Surnia ulula

Trillium Lake Alpine Glow

Pierless

A Candlelight Dinner

friend and foe

Ice Age Arrows.

More Photos

%d bloggers like this: